@fatmarivero9: ☹️#türkiye #bizimçocuklar #millitakım #fypage

𝟗𝟑
𝟗𝟑
Open In TikTok:
Region: TR
Saturday 20 June 2026 05:24:19 GMT
708882
104828
663
8620

Music

Download

Comments

serle_b
Serle_bb :
i just feel sorry for Arda. he deserves better
2026-06-20 09:46:39
1450
bellaticktok
MiaThelivie :
As Portgual fan I feel bad for turkey 💔
2026-06-20 18:25:48
47
efeeeewwhhyyy
efe🃏 :
euro 2024 i miss you amk
2026-06-20 09:48:39
2263
cheetosssx
Cinar🙂‍↔️ :
we still have a chance at 3rd?🥉
2026-06-20 08:50:27
9
leflocko1.1
وليد WLD :
I'm Moroccan but
2026-06-20 13:09:54
192
a.medina_11
Medina :
hay un jugador que dice que solo son 7 partidos..
2026-06-21 01:38:13
38
aaki._91
Ceyda🦇 :
à la prochaine, 2030
2026-06-20 10:02:37
711
nickii.cr
Nicole⁷🌙 :
si no eran ellos, éramos nosotros 🥹
2026-06-20 14:30:04
558
arda52104
￴ ￴Arda :
Olsun yinde buraya kadar geldik helal olsun
2026-06-20 06:39:17
75
b.3550__
b.3550__ :
EURO ‘24
2026-06-20 09:57:21
100
koko.vrfs09
Koko.VRFS :
It’s ok adra
2026-06-21 00:53:32
17
bahar.elik
Hi guys :
I am from turkey
2026-07-27 08:21:56
0
user_29228k
🤍 :
Bin so enttäuscht
2026-06-20 09:18:46
79
naim_.sec
𝒩𝒶𝒾𝓂_.🇲🇦🇵🇸🏴 :
Vous avez rien lâcher force à vous les frr en 2030 c pour vous ❤️🙏
2026-06-21 01:41:28
16
yusuf___muhammed
Yusuf muhammed :
eğer son maç 3 puan alıp ve avareji yukseltirsek en iyi ucunculere girip orda bı şans gelirse Portekizle oynariz
2026-06-20 09:38:14
8
dl10.a2
dldxdl :
si yo hubiera jugado la historia sería otra
2026-06-20 21:21:00
18
angelsh86
Angw_77 :
Te entiendo Turquía Soy de Ecuador prácticamente estamos también eliminados
2026-06-21 04:39:58
11
sardor.hikmatulla5
⚡SARDØRDINHØ⚡ :
Жалко Турция 😢
2026-06-20 18:06:16
9
_youssefessbai
_youssefessbai :
arda💔
2026-06-20 10:03:24
45
puj_sec
￴ ￴￴￴￴￴ ￴ ￴￴￴￴ ￴￴ ￴￴￴￴￴ ￴ ￴￴￴ :
Felt bad for Arda, he tried his best.
2026-06-20 12:46:53
286
skyscraper_op
skyscraper_onelove :
5,5
2026-06-20 10:28:10
127
mrbob30003
Bob :
from Australia
2026-06-20 23:17:01
5
nmsi42
Nassim_rugby 🏉🏉🏉 :
Force à vous mes frr❤️
2026-06-20 10:40:44
46
elias.t84
𓆩زيفر𓆪 :
România:
2026-06-20 12:57:28
19
To see more videos from user @fatmarivero9, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

pt 4: Seonghyeon benar-benar berusaha. Kamu melihatnya dan merasakannya setiap hari. Dia tidak lagi langsung marah saat kamu bicara dengan cowok lain. Dia tidak lagi langsung curiga saat kamu pulang terlambat. Dia tidak lagi memaksamu untuk selalu lapor setiap detik. Dia berubah. Dan kamu juga berusaha. Berusaha lebih terbuka. Berusaha tidak bohong lagi. Berusaha untuk lebih komunikatif. Kalian berdua belajar. Belajar untuk saling percaya lagi. Belajar untuk saling mengerti lagi. Dan itu tidak mudah. Tapi kalian bertahan. Karena cinta kalian lebih besar dari ego masing-masing. ——— Seonghyeon duduk di meja sudut kantin bersama anggota band-nya, Martin, James, Keonho, dan Juhoon. Mereka sedang makan siang sambil ngobrol santai tentang lagu baru yang akan mereka mainkan di festival sekolah bulan depan. Tapi Seonghyeon tidak fokus. Matanya terus melirik ke arah mejamu, meja di seberang kantin, tempat kamu sedang duduk bersama Ryul dan beberapa anggota OSIS lainnya. Seonghyeon mengunyah nasinya dengan pelan, mekanis, sambil terus menatapmu. Wajahnya datar, tapi matanya tajam. Kamu sedang tertawa. Tertawa karena Ryul baru saja menceritakan sesuatu yang lucu. Tanganmu menutup mulut, mata menyipit karena terlalu banyak tertawa. Seonghyeon mengepalkan sumpit di tangannya lebih erat. 'Tenang. Dia cuma ketawa. Itu wajar. Ryul temennya. Cuma temen.' Dia terus mengulang itu di kepalanya seperti mantra, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Mencoba mengingat janji yang dia buat padamu malam itu. Martin yang duduk di sampingnya melirik, lalu sedikit khawatir.
pt 4: Seonghyeon benar-benar berusaha. Kamu melihatnya dan merasakannya setiap hari. Dia tidak lagi langsung marah saat kamu bicara dengan cowok lain. Dia tidak lagi langsung curiga saat kamu pulang terlambat. Dia tidak lagi memaksamu untuk selalu lapor setiap detik. Dia berubah. Dan kamu juga berusaha. Berusaha lebih terbuka. Berusaha tidak bohong lagi. Berusaha untuk lebih komunikatif. Kalian berdua belajar. Belajar untuk saling percaya lagi. Belajar untuk saling mengerti lagi. Dan itu tidak mudah. Tapi kalian bertahan. Karena cinta kalian lebih besar dari ego masing-masing. ——— Seonghyeon duduk di meja sudut kantin bersama anggota band-nya, Martin, James, Keonho, dan Juhoon. Mereka sedang makan siang sambil ngobrol santai tentang lagu baru yang akan mereka mainkan di festival sekolah bulan depan. Tapi Seonghyeon tidak fokus. Matanya terus melirik ke arah mejamu, meja di seberang kantin, tempat kamu sedang duduk bersama Ryul dan beberapa anggota OSIS lainnya. Seonghyeon mengunyah nasinya dengan pelan, mekanis, sambil terus menatapmu. Wajahnya datar, tapi matanya tajam. Kamu sedang tertawa. Tertawa karena Ryul baru saja menceritakan sesuatu yang lucu. Tanganmu menutup mulut, mata menyipit karena terlalu banyak tertawa. Seonghyeon mengepalkan sumpit di tangannya lebih erat. 'Tenang. Dia cuma ketawa. Itu wajar. Ryul temennya. Cuma temen.' Dia terus mengulang itu di kepalanya seperti mantra, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Mencoba mengingat janji yang dia buat padamu malam itu. Martin yang duduk di sampingnya melirik, lalu sedikit khawatir. "Lo gak papa, Hyeon?" "Gue gak papa," jawab Seonghyeon datar tanpa mengalihkan pandangan. "Lo udah natap Y/n dari tadi," kata Keonho sambil mengunyah. "Lo yakin gak papa?" "Gue bilang gak papa," ulang Seonghyeon, kali ini nada bicaranya sedikit lebih keras. James dan Juhoon saling pandang dengan raut khawatir. Mereka semua tau betapa sulitnya perjuangan Seonghyeon selama dua minggu ini. Dan kemudian Ryul tertawa sambil tangannya, entah tidak sengaja atau sengaja, menyentuh lenganmu. Memegang lenganmu sebentar saat dia sedang bicara. KLEK Suara sumpit Seonghyeon terjatuh ke meja membuat semua orang di meja itu tersentak. Wajah Seonghyeon berubah. Rahangnya mengeras. Matanya menyipit. Tangannya mengepal erat di atas meja, buku-buku jarinya memutih. Napasnya mulai berat, dadanya naik turun cepat. "Hyeon..." Martin mencoba. Tapi Seonghyeon sudah berdiri. Kursinya bergeser mundur dengan suara keras yang membuat beberapa siswa di meja sebelah menoleh. "Seonghyeon, duduk!" James langsung berdiri juga, lalu berdiri tepat di hadapan Seonghyeon, menutupi pandangannya ke arah mejamu. "Minggir," desis Seonghyeon dengan suara rendah, berbahaya, seperti binatang buas yang sedang menahan diri untuk tidak menyerang. "Enggak," jawab James tegas sambil menatap mata Seonghyeon. "Lo janji sama Y/n lo bakal berubah. Lo janji gak akan possesif lagi. Inget?" Seonghyeon diam. Napasnya berat, dadanya naik turun cepat. Tangannya gemetar karena menahan amarah yang sudah hampir meledak. "Tarik napas," perintah James dengan nada lebih lembut. "Tarik napas, Hyeon. Tenang." Seonghyeon menutup matanya, menarik napas dalam mencoba mengendalikan amarah dan kecemburuan yang meledak di dadanya. 'Dia cuma temen. Cuma temen. Y/n sayang sama gue. Bukan sama dia. Dia gak bakal ninggalin gue. Dia janji. Dia janji.' Dia terus mengulang itu, seperti doa, seperti mantra untuk bertahan. Kamu yang dari tadi bisa merasakan tatapan Seonghyeon langsung sadar ada yang tidak beres saat melihat James tiba-tiba berdiri. Kamu melirik ke arah lenganmu dan baru sadar Ryul masih menyentuhnya. Kamu langsung melepaskan tangan Ryul dengan gerakan halus tapi cepat. "Ryul, maaf, gue harus ke sana dulu. Ada yang harus gue urus." "Oh, oke. Nanti kita lanjut bahas acaranya ya..." [lanjut💬] #POV #seonghyeon #cortis #seonghyeoncortis

About