@bii.roth4yy: Miss him💔

Rack
Rack
Open In TikTok:
Region: KH
Saturday 20 June 2026 11:18:09 GMT
513
50
2
1

Music

Download

Comments

jgmixmuyanh82
Chhing. :
hmm mive on b
2026-06-20 11:23:59
0
To see more videos from user @bii.roth4yy, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

jum'at ini??? 😱 Sebuah paper ilmiah berusia lebih dari enam dekade kembali ramai karena mencantumkan tanggal yang kini semakin dekat, Jumat, 13 November 2026. Pada 4 November 1960, fisikawan Heinz von Foerster bersama Patricia M. Mora dan Lawrence W. Amiot menerbitkan penelitian di jurnal Science dengan judul yang sangat mencolok, Doomsday: Friday, 13 November, A.D. 2026. Sekilas memang terdengar seperti ramalan hari kiamat. Namun isi penelitiannya ternyata berbeda. Para ilmuwan itu menganalisis pertumbuhan populasi manusia selama sekitar dua milenium. Dari model matematis yang mereka gunakan, jika pola pertumbuhan tersebut terus berlangsung tanpa perubahan, populasi manusia secara matematis akan mendekati angka tak terhingga pada 13 November 2026. Karena kondisi itu jelas mustahil terjadi di dunia nyata, tanggal tersebut diberi istilah dramatis “Doomsday”. Jadi penelitian itu bukan ramalan bahwa Bumi akan hancur, manusia akan musnah, atau sebuah bencana tertentu pasti terjadi pada tanggal tersebut. Menjelang akhir 2026, teori lama itu mudah kembali dikaitkan dengan berbagai prediksi bencana yang beredar di media sosial, termasuk klaim mengenai gempa besar yang akan melanda Indonesia. Namun hubungan seperti itu tidak memiliki dasar ilmiah. BMKG berulang kali menegaskan bahwa gempa bumi sampai sekarang belum bisa diprediksi secara akurat kapan terjadi, di mana lokasinya, dan berapa magnitudonya. Indonesia memang berada di wilayah aktif gempa dan memiliki sejumlah zona dengan potensi gempa besar, tetapi potensi tidak sama dengan prediksi tanggal kejadian. Karena itu, semakin dekatnya 13 November 2026 bukan alasan untuk panik. Paper tahun 1960 tersebut justru menarik sebagai contoh bagaimana model matematika bisa menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi tanpa batas tidak mungkin berlangsung selamanya. Kalau baru melihat judul “Doomsday 13 November 2026” #kiamat #beritaviral #xycba #fypシ
jum'at ini??? 😱 Sebuah paper ilmiah berusia lebih dari enam dekade kembali ramai karena mencantumkan tanggal yang kini semakin dekat, Jumat, 13 November 2026. Pada 4 November 1960, fisikawan Heinz von Foerster bersama Patricia M. Mora dan Lawrence W. Amiot menerbitkan penelitian di jurnal Science dengan judul yang sangat mencolok, Doomsday: Friday, 13 November, A.D. 2026. Sekilas memang terdengar seperti ramalan hari kiamat. Namun isi penelitiannya ternyata berbeda. Para ilmuwan itu menganalisis pertumbuhan populasi manusia selama sekitar dua milenium. Dari model matematis yang mereka gunakan, jika pola pertumbuhan tersebut terus berlangsung tanpa perubahan, populasi manusia secara matematis akan mendekati angka tak terhingga pada 13 November 2026. Karena kondisi itu jelas mustahil terjadi di dunia nyata, tanggal tersebut diberi istilah dramatis “Doomsday”. Jadi penelitian itu bukan ramalan bahwa Bumi akan hancur, manusia akan musnah, atau sebuah bencana tertentu pasti terjadi pada tanggal tersebut. Menjelang akhir 2026, teori lama itu mudah kembali dikaitkan dengan berbagai prediksi bencana yang beredar di media sosial, termasuk klaim mengenai gempa besar yang akan melanda Indonesia. Namun hubungan seperti itu tidak memiliki dasar ilmiah. BMKG berulang kali menegaskan bahwa gempa bumi sampai sekarang belum bisa diprediksi secara akurat kapan terjadi, di mana lokasinya, dan berapa magnitudonya. Indonesia memang berada di wilayah aktif gempa dan memiliki sejumlah zona dengan potensi gempa besar, tetapi potensi tidak sama dengan prediksi tanggal kejadian. Karena itu, semakin dekatnya 13 November 2026 bukan alasan untuk panik. Paper tahun 1960 tersebut justru menarik sebagai contoh bagaimana model matematika bisa menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi tanpa batas tidak mungkin berlangsung selamanya. Kalau baru melihat judul “Doomsday 13 November 2026” #kiamat #beritaviral #xycba #fypシ

About