Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@bii.roth4yy: Miss him💔
Rack
Open In TikTok:
Region: KH
Saturday 20 June 2026 11:18:09 GMT
513
50
2
1
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.15MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.16MB
)
Watermark .mp4 (
0.38MB
)
Music .mp3
Comments
Chhing. :
hmm mive on b
2026-06-20 11:23:59
0
To see more videos from user @bii.roth4yy, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Contala como quieras. Con @pipabarbato y @nicopalmakreig 🔥PRÓXIMAS FECHAS🔥 10/6 Merlo 15/6 Lomas 16/6 Palermo 17/6 Pellegrini 18/6 Trenque Lauquen 29/6 Quilmes 9/7 Ituzaingo 13/7 Lanús 15/7 Montevideo 🇺🇾 16/7 Punta del Este 🇺🇾 21/7 La Plata 28/7 Palermo 🎟️Entradas en el link de mi perfil!
#explore #fyp
J’entendais pas la chanson 🙈
#clevergroup #cleverads #marketing #digitalmarketing #content
jum'at ini??? 😱 Sebuah paper ilmiah berusia lebih dari enam dekade kembali ramai karena mencantumkan tanggal yang kini semakin dekat, Jumat, 13 November 2026. Pada 4 November 1960, fisikawan Heinz von Foerster bersama Patricia M. Mora dan Lawrence W. Amiot menerbitkan penelitian di jurnal Science dengan judul yang sangat mencolok, Doomsday: Friday, 13 November, A.D. 2026. Sekilas memang terdengar seperti ramalan hari kiamat. Namun isi penelitiannya ternyata berbeda. Para ilmuwan itu menganalisis pertumbuhan populasi manusia selama sekitar dua milenium. Dari model matematis yang mereka gunakan, jika pola pertumbuhan tersebut terus berlangsung tanpa perubahan, populasi manusia secara matematis akan mendekati angka tak terhingga pada 13 November 2026. Karena kondisi itu jelas mustahil terjadi di dunia nyata, tanggal tersebut diberi istilah dramatis “Doomsday”. Jadi penelitian itu bukan ramalan bahwa Bumi akan hancur, manusia akan musnah, atau sebuah bencana tertentu pasti terjadi pada tanggal tersebut. Menjelang akhir 2026, teori lama itu mudah kembali dikaitkan dengan berbagai prediksi bencana yang beredar di media sosial, termasuk klaim mengenai gempa besar yang akan melanda Indonesia. Namun hubungan seperti itu tidak memiliki dasar ilmiah. BMKG berulang kali menegaskan bahwa gempa bumi sampai sekarang belum bisa diprediksi secara akurat kapan terjadi, di mana lokasinya, dan berapa magnitudonya. Indonesia memang berada di wilayah aktif gempa dan memiliki sejumlah zona dengan potensi gempa besar, tetapi potensi tidak sama dengan prediksi tanggal kejadian. Karena itu, semakin dekatnya 13 November 2026 bukan alasan untuk panik. Paper tahun 1960 tersebut justru menarik sebagai contoh bagaimana model matematika bisa menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi tanpa batas tidak mungkin berlangsung selamanya. Kalau baru melihat judul “Doomsday 13 November 2026” #kiamat #beritaviral #xycba #fypシ
#realitanya_begitu_#uang_mamon#
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy