@ayat_quran0.1: ﴿ قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا﴾ #quran #قران_كريم #ياسر_الدوسري #تلاوة_خاشعة #islamic_video

𓆩𝑨𝒚𝒂𝒂𝒕|🖤|𝑸𝒖𝒓𝒂𝒏𓆪
𓆩𝑨𝒚𝒂𝒂𝒕|🖤|𝑸𝒖𝒓𝒂𝒏𓆪
Open In TikTok:
Region: EG
Saturday 20 June 2026 12:56:46 GMT
20734
2729
24
121

Music

Download

Comments

user931222325984
غوجو ساتورو🤞 :
.أسماء اللّٰه الحسنى وصفاته..👑 ﻫـــﻮ ۞ ﺍﻟﻠّٰﻪ ۞ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ۞ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ ۞ ﺍﻟﻤﻠﻚ ۞ ﺍﻟﻘﺪﻭﺱ ۞ ﺍﻟﺴﻼﻡ ۞ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ۞ ﺍﻟﻤﻬﻴﻤﻦ ۞ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ۞ ﺍﻟﺠﺒﺎﺭ ۞ ﺍﻟﻤﺘﻜﺒﺮ ۞ ﺍﻟﺨﺎﻟﻖ ۞ ﺍﻟﺒﺎﺭﺉ ۞ ﺍﻟﻤﺼﻮﺭ ۞ ﺍﻟﻐﻔﺎﺭ ۞ ﺍﻟﻘﻬﺎﺭ ۞ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ۞ ﺍﻟﺮﺯﺍﻕ ۞ ﺍﻟﻔﺘﺎﺡ ۞ ﺍﻟﻌﻠﻴﻢ ۞ ﺍﻟﻘﺎﺑﺾ ۞ ﺍﻟﺒﺎﺳﻂ ۞ ﺍﻟﺨﺎﻓﺾ ۞ ﺍﻟﺮﺍﻓﻊ ۞ ﺍﻟﻤﻌﺰ ۞ ﺍﻟﻤﺬﻝ ۞ ﺍﻟﺴﻤﻴﻊ ۞ ﺍﻟﺒﺼﻴﺮ ۞ ﺍﻟﺤﻜﻢ ۞ ﺍﻟﻌﺪﻝ ۞ ﺍﻟﻠﻄﻴﻒ ۞ ﺍﻟﺨﺒﻴﺮ ۞ ﺍﻟﺤﻠﻴﻢ ۞ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ۞ ﺍﻟﻐﻔﻮﺭ ۞ ﺍﻟﺸﻜﻮﺭ ۞ ﺍﻟﻌﻠﻲ ۞ ﺍﻟﻜﺒﻴﺮ ۞ ﺍﻟﺤﻔﻴﻆ ۞ ﺍﻟﻤﻘﻴﺖ ۞ ﺍﻟﺤﺴﻴﺐ ۞ ﺍﻟﺠﻠﻴﻞ ۞ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ۞ ﺍﻟﺮﻗﻴﺐ ۞ ﺍﻟﻤﺠﻴﺐ ۞ ﺍﻟﻮﺍﺳﻊ ۞ ﺍﻟﺤﻜﻴﻢ ۞ ﺍﻟﻮﺩﻭﺩ ۞ ﺍﻟﻤﺠﻴﺪ ۞ ﺍﻟﺒﺎﻋﺚ ۞ ﺍﻟﺸﻬﻴﺪ ۞ ﺍﻟﺤﻖ ۞ ﺍﻟﻮﻛﻴﻞ ۞ ﺍﻟﻘﻮﻱ ۞ ﺍﻟﻤﺘﻴﻦ ۞ ﺍﻟﻮﻟﻲ ۞ ﺍﻟﺤﻤﻴﺪ ۞ ﺍﻟﻤﺤﺼﻲ ۞ ﺍﻟﻤﺒﺪﺉ ۞ ﺍﻟﻤﻌﻴﺪ ۞ ﺍﻟﻤﺤﻴﻲ ۞ ﺍﻟﻤﻤﻴﺖ ۞ ﺍﻟﺤﻲ ۞ ﺍﻟﻘﻴﻮﻡ ۞ ﺍﻟﻮﺍﺟﺪ ۞ ﺍﻟﻤﺎﺟﺪ ۞ ﺍﻟﻮﺍﺣﺪ ۞ ﺍﻷﺣﺪ ۞ ﺍﻟﺼﻤﺪ ۞ ﺍﻟﻘﺎﺩﺭ ۞ ﺍﻟﻤﻘﺘﺪﺭ ۞ ﺍﻟﻤﻘﺪﻡ ۞ ﺍﻟﻤﺆﺧﺮ ۞ ﺍﻷﻭﻝ ۞ ﺍﻵﺧﺮ ۞ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ۞ ﺍﻟﺒﺎﻃﻦ ۞ ﺍﻟﻮﺍﻟﻲ ۞ ﺍﻟﻤﺘﻌﺎﻟﻲ ۞ ﺍﻟﺒﺮ ۞ ﺍﻟﺘﻮﺍﺏ ۞ ﺍﻟﻤﻨﺘﻘﻢ ۞ ﺍﻟﻌﻔﻮ ۞ ﺍﻟﺮﺀﻭﻑ ۞ ﻣﺎﻟﻚ ۞ ﺍﻟﻤﻠﻚ ۞ ﺫﻭ ﺍﻟﺠﻼﻝ ﻭ ﺍﻹﻛﺮﺍﻡ ۞ ﺍﻟﻤﻘﺴﻂ ۞ ﺍﻟﺠﺎﻣﻊ ۞ ﺍﻟﻐﻨﻲ ۞ ﺍﻟﻤﻐﻨﻲ ۞ ﺍﻟﻤﺎﻧﻊ ۞ ﺍﻟﻀﺎﺭ ۞ ﺍﻟﻨﺎﻓﻊ ۞ ﺍﻟﻨﻮﺭ ۞ ﺍﻟﻬﺎﺩﻱ ۞ ﺍﻟﺒﺪﻳﻊ ۞ ﺍﻟﺒﺎﻗﻲ ۞ ﺍﻟﻮﺍﺭﺙ ۞ ﺍﻟﺮﺷﻴﺪ ۞ ﺍﻟﺼﺒﻮﺭ ۞ ..ﺍﻟﻠّٰﻬﻢ ﺻﻞ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺑﺎﺭﻙ على ﺳﻴﺪ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﺳﻴﺪﻧﺎ ـﻣﺤﻤﺪ ﺻﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ..❤️
2026-06-20 18:01:27
2
ahmad4_t
kwafir✂ احمد :
الله اكبر كلام وعبره وشرح لايات الله شيء جميل ❤️
2026-06-20 19:26:31
2
user9262228329870
بشار القدمي :
لا إله إلا الله
2026-06-20 21:09:13
1
cj3jx
cj3jx :
حمدلله
2026-06-20 15:50:28
2
huzeyfa046
حُذَيْفَةۜ :
جزاك الله خيراً
2026-06-20 13:14:14
1
quran.abderaouf_djebbar
عبد الرؤوف جبار :
الحبيب المهندس 🤍 كتب الله أجركم 🤍
2026-06-20 13:12:54
1
lkip0oopijklhuonhonnlki1
ابويزن لغالي :
الحمد لله على كل حال
2026-06-20 17:58:24
1
xsfubv
𝘼𝙃𝙈𝙀𝘿 :
لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير ــ
2026-06-20 14:17:26
0
pqlajshdtv
السلمي :
لا آله إلا الله
2026-06-20 16:49:58
1
user9262228329870
بشار القدمي :
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم
2026-06-20 21:09:08
0
sponsorstar1
سبونسر ستار :
💙💙💙💙
2026-06-20 20:49:17
1
user45001309728852
حسين النجار :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-06-20 17:42:48
1
user89946197
Omer 2002 :
🥰🥰🥰
2026-06-20 20:35:42
1
lbrahim.ash6
lbrahim Ash :
🥰🥰🥰
2026-06-20 16:13:04
1
user8401974678179
عبدالرحمن الخالدي :
🥰
2026-06-20 13:20:49
1
quran.abderaouf_djebbar
عبد الرؤوف جبار :
❤️❤️❤️
2026-06-20 13:12:36
1
tahar1570
عثمان :
🥰🥰🥰
2026-06-20 21:44:43
1
user9169803802827
عثمان علي :
🥰🥰🥰
2026-06-20 13:05:33
1
m0w81
امـيـࢪ :
لا حول ولا قوه الا بالله العلي العظيم
2026-06-20 19:21:28
0
To see more videos from user @ayat_quran0.1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Bumi memang nggak mau sekolah lagi.”   Kalimat itu membuatku terdiam.   Awalnya aku hanya kesal melihat kaki Bumi yang bengkak setelah mencari ubi sendirian di malam hari. Bocah itu bahkan harus menahan sakit karena terpeleset di ladang.   “Kenapa kamu cari ubi malam-malam? Kalau terjadi sesuatu gimana?”   Bukannya merasa bersalah, dia malah menjawab santai.   “Ini cuma keseleo, Om. Nggak parah.”   Sikap tenangnya justru membuatku makin kesal.   Aku membalut kakinya sambil terus mengomel. Leon, Ratu, dan Damar sampai menatapku heran. Mungkin mereka tidak pernah melihatku seperti ini. Biasanya aku tidak peduli pada urusan orang lain, tetapi entah kenapa aku selalu berbeda saat bersama Bumi.   Karena sudah terlalu malam, aku membawanya ke rumah kami. Tak lama kemudian Cak Karyo datang dan langsung menanyainya.   “Kok bisa sampai begini? Kamu ngapain malam-malam cari ubi?”   Jawaban Bumi membuat suasana mendadak sunyi.   “Bumi belum dibayar Pakde Jono, jadi Bumi nggak punya uang buat beli beras.”   Dadaku terasa sesak.   Di usia sekecil itu, dia harus memikirkan cara agar keluarganya bisa makan. Sementara banyak orang seusiaku bahkan tidak pernah memikirkan hal seperti itu.   Cak Karyo menasihatinya agar meminta bantuan jika kesulitan. Namun Bumi hanya menunduk.   “Bumi memang nggak mau sekolah lagi.”   “Kenapa?” tanyaku.   “Kamu diganggu teman-teman lagi?”   Dia menggeleng.   Aku meminta teman-temanku masuk ke kamar. Aku tahu Bumi tidak nyaman bercerita di depan banyak orang.   “Sekarang nggak ada siapa-siapa. Kamu bisa cerita.”   Namun dia hanya berkata pelan,   “Bumi mau pulang, Om.”   Akhirnya aku mengantarnya pulang.   Di perjalanan, aku terus mengingatkan bahwa keluar rumah malam-malam tanpa izin bisa membuat ibunya khawatir.   Lalu Bumi berkata sesuatu yang membuatku sulit bernapas.   “Ibu nggak tahu kalau berasnya habis, Om. Bumi nggak mau bikin ibu sedih.”   Aku terdiam.   Namun kalimat berikutnya jauh lebih menyakitkan.   “Keberadaan Bumi membuat ibu dan nenek malu. Bumi cuma anak yang dianggap membawa kesialan.”   Aku langsung menghentikan motor.   “Dengar, Bumi. Nggak ada anak yang terlahir dengan kesalahan.”   Dia menatapku dengan mata berkaca-kaca.   “Semua anak berharga. Jangan pernah bilang seperti itu lagi.”   “Tapi orang-orang sini bilang....”   “Jangan dengarkan kata orang, Bumi!”   Untuk pertama kalinya aku melihat matanya benar-benar goyah.   Lalu dia mengucapkan sesuatu yang membuatku semakin bingung.   “Papa nggak pernah tahu aku ada, Om.”   “Maksud kamu?”   Namun seperti biasa, Bumi tidak menjawab.   “Ayo pulang, Om. Nanti ibu nyariin.”   Sesampainya di rumah, aku menggendongnya sampai ke teras.   Rumah sederhana itu dipenuhi tanaman mawar yang membuat suasana malam terasa tenang.   “Di sini aja, Om. Bumi bisa jalan sendiri.”   Sebelum masuk, dia malah mengusirku.   “Sana pulang. Jangan sampai ketahuan tetangga.”   “Setidaknya bilang terima kasih dulu.”   Bumi tersenyum.   “Terima kasih, Om Dokter.”   Aku terpaku.   Itu pertama kalinya aku melihat senyum setulus itu. Senyum yang terasa begitu akrab, seolah pernah kulihat di masa lalu.   Namun keterpanaanku buyar ketika terdengar suara dari dalam rumah.   “Bumi, kamu di mana, Le?”   Itu suara ibunya.   Pintu rumah perlahan terbuka.   Seorang wanita keluar dengan wajah lelah dan jilbab sederhana.   Lalu saat melihatnya, duniaku seperti berhenti berputar.   “Ka... kamu... bagaimana bisa?” Bersambung...  Baca selengkapnya di KBM APP. Judul : Kotak Bekal dari Ibu Penulis : nayyukii_ #dramarumahtangga  #tiktokstory  #kisahinspiratif
“Bumi memang nggak mau sekolah lagi.” Kalimat itu membuatku terdiam. Awalnya aku hanya kesal melihat kaki Bumi yang bengkak setelah mencari ubi sendirian di malam hari. Bocah itu bahkan harus menahan sakit karena terpeleset di ladang. “Kenapa kamu cari ubi malam-malam? Kalau terjadi sesuatu gimana?” Bukannya merasa bersalah, dia malah menjawab santai. “Ini cuma keseleo, Om. Nggak parah.” Sikap tenangnya justru membuatku makin kesal. Aku membalut kakinya sambil terus mengomel. Leon, Ratu, dan Damar sampai menatapku heran. Mungkin mereka tidak pernah melihatku seperti ini. Biasanya aku tidak peduli pada urusan orang lain, tetapi entah kenapa aku selalu berbeda saat bersama Bumi. Karena sudah terlalu malam, aku membawanya ke rumah kami. Tak lama kemudian Cak Karyo datang dan langsung menanyainya. “Kok bisa sampai begini? Kamu ngapain malam-malam cari ubi?” Jawaban Bumi membuat suasana mendadak sunyi. “Bumi belum dibayar Pakde Jono, jadi Bumi nggak punya uang buat beli beras.” Dadaku terasa sesak. Di usia sekecil itu, dia harus memikirkan cara agar keluarganya bisa makan. Sementara banyak orang seusiaku bahkan tidak pernah memikirkan hal seperti itu. Cak Karyo menasihatinya agar meminta bantuan jika kesulitan. Namun Bumi hanya menunduk. “Bumi memang nggak mau sekolah lagi.” “Kenapa?” tanyaku. “Kamu diganggu teman-teman lagi?” Dia menggeleng. Aku meminta teman-temanku masuk ke kamar. Aku tahu Bumi tidak nyaman bercerita di depan banyak orang. “Sekarang nggak ada siapa-siapa. Kamu bisa cerita.” Namun dia hanya berkata pelan, “Bumi mau pulang, Om.” Akhirnya aku mengantarnya pulang. Di perjalanan, aku terus mengingatkan bahwa keluar rumah malam-malam tanpa izin bisa membuat ibunya khawatir. Lalu Bumi berkata sesuatu yang membuatku sulit bernapas. “Ibu nggak tahu kalau berasnya habis, Om. Bumi nggak mau bikin ibu sedih.” Aku terdiam. Namun kalimat berikutnya jauh lebih menyakitkan. “Keberadaan Bumi membuat ibu dan nenek malu. Bumi cuma anak yang dianggap membawa kesialan.” Aku langsung menghentikan motor. “Dengar, Bumi. Nggak ada anak yang terlahir dengan kesalahan.” Dia menatapku dengan mata berkaca-kaca. “Semua anak berharga. Jangan pernah bilang seperti itu lagi.” “Tapi orang-orang sini bilang....” “Jangan dengarkan kata orang, Bumi!” Untuk pertama kalinya aku melihat matanya benar-benar goyah. Lalu dia mengucapkan sesuatu yang membuatku semakin bingung. “Papa nggak pernah tahu aku ada, Om.” “Maksud kamu?” Namun seperti biasa, Bumi tidak menjawab. “Ayo pulang, Om. Nanti ibu nyariin.” Sesampainya di rumah, aku menggendongnya sampai ke teras. Rumah sederhana itu dipenuhi tanaman mawar yang membuat suasana malam terasa tenang. “Di sini aja, Om. Bumi bisa jalan sendiri.” Sebelum masuk, dia malah mengusirku. “Sana pulang. Jangan sampai ketahuan tetangga.” “Setidaknya bilang terima kasih dulu.” Bumi tersenyum. “Terima kasih, Om Dokter.” Aku terpaku. Itu pertama kalinya aku melihat senyum setulus itu. Senyum yang terasa begitu akrab, seolah pernah kulihat di masa lalu. Namun keterpanaanku buyar ketika terdengar suara dari dalam rumah. “Bumi, kamu di mana, Le?” Itu suara ibunya. Pintu rumah perlahan terbuka. Seorang wanita keluar dengan wajah lelah dan jilbab sederhana. Lalu saat melihatnya, duniaku seperti berhenti berputar. “Ka... kamu... bagaimana bisa?” Bersambung... Baca selengkapnya di KBM APP. Judul : Kotak Bekal dari Ibu Penulis : nayyukii_ #dramarumahtangga #tiktokstory #kisahinspiratif

About