@by.ssi:

Sitora Si🐈‍⬛
Sitora Si🐈‍⬛
Open In TikTok:
Region: KZ
Saturday 20 June 2026 14:07:51 GMT
105691
10430
73
869

Music

Download

Comments

as035274
AS :
somsalarim
2026-06-21 04:07:29
47
rasik92
rassik74 :
Честно говоря, меня всегда удивляют люди, которые превращают чужое внимание в главный источник собственной ценности. Когда человек внутренне наполнен, у него обычно есть более значимые интересы, цели и достижения, чем бесконечная потребность получать подтверждение своей привлекательности от случайных людей в интернете.
2026-07-01 21:38:06
2
effecthouseuz
New effect :
2026-07-28 17:53:44
3
tamerlan.575
Tamerlan :
Тамика как всегда огонь
2026-07-26 14:45:17
0
narimon.khurbanov
nurik🖤 :
1
2026-06-20 14:13:08
0
rasulov___5
M|R :
2026-07-14 12:36:20
0
timuryusantaev1
Timur Yusantaev :
2026-07-19 04:47:07
0
nazarbaev..kz
𝙽𝙰𝚉𝙰𝚁𝙱𝙰𝙴𝚅 :
Жок го 😀
2026-06-21 08:06:06
0
rom4ik.xs
𝖪𝖺𝗆𝖺𝗋𝗈𝗏 :
Не удержалась 😂
2026-06-21 19:53:21
0
rakhmatullaev911
2008bitcoin :
дрррррр
2026-08-04 14:14:16
0
To see more videos from user @by.ssi, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

pada 12 Agustus 2026, Bulan bergerak tepat di antara Matahari dan Bumi. Di jalur tertentu, piringan Bulan akan menutupi Matahari sepenuhnya dan terjadilah salah satu fenomena langit paling spektakuler: Gerhana Matahari Total! Saat totalitas terjadi, suasana siang hari di wilayah yang berada tepat di bawah bayangan Bulan bisa berubah menjadi gelap dalam waktu singkat. Langit menjadi jauh lebih redup, suhu dapat berubah, dan beberapa bintang serta planet terang bisa terlihat. ✨ Tapi sekarang pertanyaannya Indonesia ikut gelap juga nggak? Jawabannya: IYA, Indonesia memang sedang gelap pada saat sebagian fase gerhana berlangsung… TAPI BUKAN KARENA GERHANA! Kenapa? Karena wilayah Indonesia berada di sisi Bumi yang sedang mengalami malam hari. Indonesia tidak berada di jalur totalitas, bahkan tidak termasuk wilayah yang melihat gerhana Matahari 12 Agustus 2026. Jadi tidak ada momen Matahari “tertutup Bulan” yang bisa kita saksikan dari Indonesia.  Sementara itu, di tempat-tempat yang berada di jalur totalitas, ceritanya benar-benar berbeda. Bayangkan orang-orang di Greenland, Islandia, Rusia utara, atau Spanyol sedang mengalami siang hari… lalu Bulan perlahan menutupi Matahari. ☀️ → 🌘 → 🌑 Terang → redup → gelap! Dan totalitasnya sendiri berlangsung sangat singkat—di sebagian besar lokasi, kurang dari dua menit.  Yang lebih menarik lagi, gerhana ini bukan cuma totalitas. Wilayah yang berada di luar jalur totalitas tetapi masih terkena bayangan penumbra akan mengalami gerhana sebagian. NASA mencatat wilayah visibilitas sebagian mencakup bagian Eropa, Afrika, Amerika Utara, serta kawasan Atlantik dan Arktik. Jadi kalau malam itu kamu berada di Indonesia dan melihat langit yang gelap… Tenang. Bukan karena Mataharinya sedang “dimatikan” oleh Bulan. Mataharinya memang sedang berada di bawah horizon kita. Dan justru di situlah kerennya astronomi: satu fenomena yang sama bisa terjadi pada saat yang sama di Bumi, tetapi pengalaman setiap wilayah bisa benar-benar berbeda.  Sumber referensi: NASA Science dan timeanddate.  #GerhanaMatahariTotal #GerhanaMatahari #Gerhana2026 #12Agustus2026 #fenomenaastronomi
pada 12 Agustus 2026, Bulan bergerak tepat di antara Matahari dan Bumi. Di jalur tertentu, piringan Bulan akan menutupi Matahari sepenuhnya dan terjadilah salah satu fenomena langit paling spektakuler: Gerhana Matahari Total! Saat totalitas terjadi, suasana siang hari di wilayah yang berada tepat di bawah bayangan Bulan bisa berubah menjadi gelap dalam waktu singkat. Langit menjadi jauh lebih redup, suhu dapat berubah, dan beberapa bintang serta planet terang bisa terlihat. ✨ Tapi sekarang pertanyaannya Indonesia ikut gelap juga nggak? Jawabannya: IYA, Indonesia memang sedang gelap pada saat sebagian fase gerhana berlangsung… TAPI BUKAN KARENA GERHANA! Kenapa? Karena wilayah Indonesia berada di sisi Bumi yang sedang mengalami malam hari. Indonesia tidak berada di jalur totalitas, bahkan tidak termasuk wilayah yang melihat gerhana Matahari 12 Agustus 2026. Jadi tidak ada momen Matahari “tertutup Bulan” yang bisa kita saksikan dari Indonesia. Sementara itu, di tempat-tempat yang berada di jalur totalitas, ceritanya benar-benar berbeda. Bayangkan orang-orang di Greenland, Islandia, Rusia utara, atau Spanyol sedang mengalami siang hari… lalu Bulan perlahan menutupi Matahari. ☀️ → 🌘 → 🌑 Terang → redup → gelap! Dan totalitasnya sendiri berlangsung sangat singkat—di sebagian besar lokasi, kurang dari dua menit. Yang lebih menarik lagi, gerhana ini bukan cuma totalitas. Wilayah yang berada di luar jalur totalitas tetapi masih terkena bayangan penumbra akan mengalami gerhana sebagian. NASA mencatat wilayah visibilitas sebagian mencakup bagian Eropa, Afrika, Amerika Utara, serta kawasan Atlantik dan Arktik. Jadi kalau malam itu kamu berada di Indonesia dan melihat langit yang gelap… Tenang. Bukan karena Mataharinya sedang “dimatikan” oleh Bulan. Mataharinya memang sedang berada di bawah horizon kita. Dan justru di situlah kerennya astronomi: satu fenomena yang sama bisa terjadi pada saat yang sama di Bumi, tetapi pengalaman setiap wilayah bisa benar-benar berbeda. Sumber referensi: NASA Science dan timeanddate. #GerhanaMatahariTotal #GerhanaMatahari #Gerhana2026 #12Agustus2026 #fenomenaastronomi

About