Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@aloniniy_yanbu: بدا التقديم على العلاج #المجاني ل #ذوي_الاحتياجات_الخاصة في مركز قمة التحدي . - تغطية #محمد_العنيني #العنيني #ينبع
تغطيات العنيني
Open In TikTok:
Region: SA
Saturday 20 June 2026 18:53:10 GMT
5052
36
1
40
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.38MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.38MB
)
Watermark .mp4 (
1.53MB
)
Music .mp3
Comments
"عاشقه الصمت " :
ايش يعني مافهمت
2026-06-21 01:47:30
0
To see more videos from user @aloniniy_yanbu, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
zafar ali asmar and tor khalil khasta powtry #tranding #trandingvideo #creatorsearchinsights #foryoupageofficiall #foryoupage
And you guys been giving me compliments lately 🥰🫶🏽
RIPPLE XRP: Brad Garlinghouse says XRP is future ready!
Chapter-9 Shows Your Future #motivation #viral #motivational #video #dailymotivation
Minimal but meaningful #jewelry #fashion #jewelrygift #bracelet #viral
pt 3| Seperti biasa, kamu berangkat bersama Edwards menggunakan mobil hitam mewah milik keluarga Vernandez yang dikemudikan oleh ayahmu sendiri yang bekerja sebagai sopir pribadi mereka. Kamu duduk di kursi depan di samping ayahmu, sementara Edwards berada di kursi belakang, bersandar santai sembari memfokuskan seluruh perhatian pada layar ponselnya. Melalui pantulan kaca spion tengah, kamu sesekali mencuri pandang ke arah belakang. Edwards tampak beberapa kali menyunggingkan senyum tipis—sebuah senyuman langka yang bener-bener jarang dia perlihatkan saat jemarinya lincah mengetik sesuatu di ponsel tersebut. Jantungmu sempat berdesir melihatnya, namun kamu buru-buru membuang muka ke arah jendela luar. Tak lama kemudian, mobil hitam itu berhenti tepat di depan gerbang sekolah yang sudah mulai ramai oleh siswa-siswi lain. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Edwards langsung membuka pintu belakang, turun dari mobil, dan melangkah lebar memasuki area sekolah tanpa menoleh lagi. Kamu mengembuskan napas pelan, melepas sabuk pengaman, dan baru saja hendak membuka pintu di sisimu untuk menyusul turun. Namun, gerakan tanganmu mendadak terhenti ketika sebuah suara yang sangat kamu kenali terdengar memanggil dari samping kiri. "Y/N." Kamu mengurungkan niat untuk membuka pintu, lalu memutar tubuhmu untuk menoleh dan menatap wajah ayahmu. Pria paruh baya itu masih memegang kemudi mobil dengan erat, tatapan matanya lurus ke depan, sebelum akhirnya perlahan beralih menatapmu dengan sorot mata yang bener-bener serius. Ayahmu menatapmu dalam diam selama beberapa detik, seolah sedang menimbang-nimbang kalimat yang tepat, sebelum akhirnya menghela napas panjang dan berkata dengan nada suara yang sangat rendah. "Jangan pernah terlalu dekat dengan Nak Edwards lagi, Nduk. Ayah mau kamu tahu batasan kamu di rumah itu," ujar ayahmu. "Ingat posisi kita di keluarga Vernandez. Hubungan kamu dengan dia itu sebatas anak dari pekerja dan majikannya, tidak boleh lebih dari itu. Jangan sampai kamu punya perasaan apa pun, dan jangan biarkan diri kamu terseret ke dalam dunianya. Paham?" Mendengar ucapan ayahmu yang mendadak dan begitu blak-blakan, dadamu seketika terasa sesak, dan kamu hanya bisa terpaku di tempat dudukmu tanpa mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Kamu meremas ujung rok seragammu dengan erat, mencoba mengumpulkan keberanian yang mendadak runtuh sebelum akhirnya memberanikan diri untuk menatap langsung ke dalam mata ayahmu. "Kenapa Ayah tiba-tiba ngomong kayak gitu?" tanyamu dengan suara yang sedikit bergetar, berusaha mencari penjelasan di balik raut wajahnya yang begitu tegang. "Selama ini aku selalu tahu batasan aku, Yah. Aku gak pernah macem-macem." Ayahmu tidak langsung menjawab. Beliau mengalihkan pandangannya kembali ke arah setir, meremas kulit kemudi itu hingga buku-buku jarinya memutih. "Ayah cuma gak mau kamu sakit hati nantinya, Nduk," jawab ayahmu, suaranya terdengar sangat parau dan sarat akan kepasrahan seorang kepala keluarga. "Tuan Vernandez sempat nanya ke Ayah kemarin soal kamu dan Nak Edwards. Ayah tahu gimana pandangan orang-orang seperti mereka terhadap kita. Nak Edwards itu berada di tempat yang gak akan pernah bisa kamu jangkau, dan badai di keluarganya terlalu besar kalau sampai kamu ikut terseret di dalamnya." Beliau kembali menoleh, menatapmu dengan binar mata penuh permohonan. "Tolong dengerin Ayah kali ini aja. Jaga jarak kamu dari dia, demi kebaikan kamu sendiri." ——— Pelajaran matematika yang sedang berlangsung di depan kelas sama sekali tidak masuk ke otakmu. Matamu memang menatap lurus ke arah papan tulis yang penuh dengan rumus-rumus rumit, tetapi pikiranmu terbang jauh, terus berputar-putar pada setiap untai kalimat peringatan dari ayahmu. 'Hubungan kamu dengan dia itu sebatas anak dari pekerja dan majikannya... Jaga jarak kamu dari dia, demi kebaikan kamu sendiri.' Kalimat itu bergaung berulang kali di kepalamu seperti kaset rusak, membuat dadamu kembali terasa sesak dan nyeri. [lanjutan💬] #POV #martinedwards #MARTIN #CORTIS
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy