@ataundalice:

Ata & Alice
Ata & Alice
Open In TikTok:
Region: DE
Saturday 20 June 2026 19:01:14 GMT
2901709
547822
1412
152499

Music

Download

Comments

juricc420
jura :
2026-06-21 16:56:06
64159
am1nn.b
a m i n :
you guys are ready for facebook!!
2026-06-22 07:43:21
36365
jacksloan202
Jack sloan :
2026-06-21 19:48:20
22136
rominalvarez
Romi🍒 :
2026-06-21 19:20:17
5285
s.1.37
S :
the ”at least we’ve been there and seen it irl”
2026-06-21 16:23:47
11953
nessunrimorso
emma!♣︎ :
not my partner but definitely my hgs
2026-06-22 20:28:00
1738
aurolatiano
auro :
2026-06-22 07:48:42
4002
hectorhvgo
Héctor Hugo :
My parents wouldn’t understand how funny this post is
2026-06-22 14:34:20
3401
maurareitsma
maura :
2026-06-21 21:07:27
10692
future_mi1f
:( :
2026-06-21 18:23:01
3610
_spamh
+63🧚‍♀️ :
LIKE A DIVORCE PARENTS 😭😂
2026-06-22 04:39:48
1823
majimeee
selvaggia :
🫰🏻🫰🏻🫰🏻
2026-06-21 18:04:26
1347
raffaeleleonti
Raffaele Leonti :
2026-06-21 20:32:12
1648
terrypannullo
teresa.pannullo :
I recognize a diva when I see her🤩 Please your lip combo🙏🏻
2026-07-05 10:42:55
0
mxtild33
titaa🪩💋🫧 :
btw this is me and my boyfriend taking mom and dad pictures in Porto, Portugal. 🫶🏼
2026-06-22 21:04:12
4
alexanderrgh77
Alex G :
Step 1 : get a partner 👍🏻
2026-07-05 12:49:26
0
elle08718
Bonita :
Is anybody need a gf here?
2026-07-05 07:46:09
0
sumeeyooo
MAYA :
I love this
2026-07-05 04:19:29
0
meikswaggers
Meik :
me and my brother in Budapest
2026-06-22 13:09:33
1736
yann___up
Yann :
2026-06-21 17:40:35
549
harry_wooderson24
hazza :
2026-06-22 00:09:37
7185
_wichu._
_wichu._ :
2026-06-21 14:55:37
726
karolinaapk
Karolina :
pov: parents on vacation
2026-06-22 06:36:48
1025
sara_..11
Sara :
2026-06-21 21:35:32
547
To see more videos from user @ataundalice, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pov: CEKREK—!! Kepalamu spontan menoleh ke arah gang gelap di antara gedung tinggi. Mata menyipit memperhatikan beberapa orang yang memotret dalam diam. Lalu tiba-tiba... kejar-kejaran terjadi. Kamu berlari bagai kilat membelah kerumunan di jalanan, menabrak beberapa orang. Rasa panik menjalar dari ujung kaki. “Kenapa lagi, sial!” umpatmu. “Hah...pasti karena foto candidku yang booming itu!” Dan... BRUK—! Tubuhmu menghantam keras dada bidang seorang lelaki. Saat mendongak kamu seketika membatu. Tatapan dingin, rahang yang tegas, dengan raut wajah tanpa ekspresi. Beberapa orang di belakangnya langsung maju—seakan membentengi lelaki itu. Dari belakang tiga orang misterius tadi akhirnya sampai. Napas mereka terengah-engah, ada yang membungkuk karena lelah. “Kalian siapa?!” Salah satu diantaranya mengeluarkan kartu nama perusahaan. “Kami dari Star Model Management ingin merekrut anda.” Suara berdehem terdengar di belakang. Pria yang kamu tabrak tadi kini melemparkan tatapan tajam. “Dari tadi saya tidak mendengar kata maaf yang keluar dari mulut anda, Nona,” katanya datar namun maksud di dalamnya menghantammu. Buru-buru kamu membungkukkan badan, “Ah! Saya minta maaf, Pak...” Lelaki itu tak merespon dan berbalik pergi meninggalkanmu yang masih membungkuk. “Nona bagaimana dengan tawaran kami?”  Model. Impianmu sejak kecil dan sekarang malah dikejar-kejar seperti bintang. Kamu kembali menghadap mereka tersenyum lebar, “Kenapa tidak bilang sejak awal?” Ketiga orang tersebut saling pandang, menyeringai penuh kemenangan. Dengan begitu, selamat datang di dunia model.  Setelah melewati casting, tanda tangan kontrak, kamu mulai dipromosikan. Seorang model booker datang menghampirimu. “Klien kita hari ini adalah Jeon Company. Mereka datang untuk meninjau sesi pemotretan.” Kamu hanya mengangguk meski rasa gugup sudah lebih dulu berputar di sekitar degup jantungmu.  Saat sesi pemotretan akan dimulai, para staff berbisik-bisik gembira.  “CEO-nya juga hadir?” “Jeon Jungkook yang tampan itu benar-benar ke sini?” “Wah~” Wajahmu yang tengah dipolesi riasan menatap bingung ke arah MUA. Wanita itu tersenyum lembut, dan berkata, “Selamat ya...kamu model baru, tetapi sudah menjadi wajah di Jeon Company.” Meskipun terdengar menyenangkan, kamu masih bingung. Harusnya  menjadi rookie model targetmu bukan di perusahaan besar. Tak lama kemudian terdengar derap sepatu pantofel yang lebih dari satu mendekat. Semua orang spontan menoleh, menyambut kedatangan tim Jeon Company. Matamu membulat, pria yang kamu tabrak itu merupakan CEO dari perusahaan yang memberikan perhatiannya. Ketika sesi pemotretan dimulai, entah kenapa rasanya semakin gugup. Bagaimana tidak? Lelaki yang bernama Jungkook itu duduk tepat menghadapmu. Matanya tak berpaling sedikitpun saat melihatmu melakukan beberapa pose. Awalnya dia hanya diam, tetapi komentar-komentar kecil terlepas. “Senyumnya terlalu lebar.” “Bahunya terlihat tegang.” “Miringkan sedikit tubuhmu ke samping,” katanya dengan jari yang mengisyaratkan agar kamu mengikuti arahannya. Semua orang di tempat itu kebingungan—bahkan fotografer, stylist, dan creative director heran. Menurut mereka posemu sudah pas tetapi masih terus dikomentari. “Bayangkan kamu sedang merasa bersalah.” Jungkook berdiri, kedua tangannya bertumpu pada pinggul sedangkan kamu hampir meledak. “Ada apa dengan pria gila ini?” gerutumu tanpa didengar siapapun. Harusnya pemotretan itu hanya sejam. Akan tetapi, “Mari coba sekali lagi. Belum sesuai konsep,” celetuk Jungkook yang bukan sekedar permintaan melainkan perintah. Alhasil, hari itu selesai dengan sangat melelahkan. Kakimu melangkah letih keluar dari ruang ganti, matamu sudah sayu akan tetapi berubah kesal melihat Jungkook yang duduk di lobby bersama semua orang. “Y/N, kerja bagus!” sorak managermu yang mengundang tepukan tangan dari orang-orang. Kecuali lelaki berhati iblis itu. ( lanjut di komentar ) #pov #jungkook #bts
Pov: CEKREK—!! Kepalamu spontan menoleh ke arah gang gelap di antara gedung tinggi. Mata menyipit memperhatikan beberapa orang yang memotret dalam diam. Lalu tiba-tiba... kejar-kejaran terjadi. Kamu berlari bagai kilat membelah kerumunan di jalanan, menabrak beberapa orang. Rasa panik menjalar dari ujung kaki. “Kenapa lagi, sial!” umpatmu. “Hah...pasti karena foto candidku yang booming itu!” Dan... BRUK—! Tubuhmu menghantam keras dada bidang seorang lelaki. Saat mendongak kamu seketika membatu. Tatapan dingin, rahang yang tegas, dengan raut wajah tanpa ekspresi. Beberapa orang di belakangnya langsung maju—seakan membentengi lelaki itu. Dari belakang tiga orang misterius tadi akhirnya sampai. Napas mereka terengah-engah, ada yang membungkuk karena lelah. “Kalian siapa?!” Salah satu diantaranya mengeluarkan kartu nama perusahaan. “Kami dari Star Model Management ingin merekrut anda.” Suara berdehem terdengar di belakang. Pria yang kamu tabrak tadi kini melemparkan tatapan tajam. “Dari tadi saya tidak mendengar kata maaf yang keluar dari mulut anda, Nona,” katanya datar namun maksud di dalamnya menghantammu. Buru-buru kamu membungkukkan badan, “Ah! Saya minta maaf, Pak...” Lelaki itu tak merespon dan berbalik pergi meninggalkanmu yang masih membungkuk. “Nona bagaimana dengan tawaran kami?” Model. Impianmu sejak kecil dan sekarang malah dikejar-kejar seperti bintang. Kamu kembali menghadap mereka tersenyum lebar, “Kenapa tidak bilang sejak awal?” Ketiga orang tersebut saling pandang, menyeringai penuh kemenangan. Dengan begitu, selamat datang di dunia model. Setelah melewati casting, tanda tangan kontrak, kamu mulai dipromosikan. Seorang model booker datang menghampirimu. “Klien kita hari ini adalah Jeon Company. Mereka datang untuk meninjau sesi pemotretan.” Kamu hanya mengangguk meski rasa gugup sudah lebih dulu berputar di sekitar degup jantungmu. Saat sesi pemotretan akan dimulai, para staff berbisik-bisik gembira. “CEO-nya juga hadir?” “Jeon Jungkook yang tampan itu benar-benar ke sini?” “Wah~” Wajahmu yang tengah dipolesi riasan menatap bingung ke arah MUA. Wanita itu tersenyum lembut, dan berkata, “Selamat ya...kamu model baru, tetapi sudah menjadi wajah di Jeon Company.” Meskipun terdengar menyenangkan, kamu masih bingung. Harusnya  menjadi rookie model targetmu bukan di perusahaan besar. Tak lama kemudian terdengar derap sepatu pantofel yang lebih dari satu mendekat. Semua orang spontan menoleh, menyambut kedatangan tim Jeon Company. Matamu membulat, pria yang kamu tabrak itu merupakan CEO dari perusahaan yang memberikan perhatiannya. Ketika sesi pemotretan dimulai, entah kenapa rasanya semakin gugup. Bagaimana tidak? Lelaki yang bernama Jungkook itu duduk tepat menghadapmu. Matanya tak berpaling sedikitpun saat melihatmu melakukan beberapa pose. Awalnya dia hanya diam, tetapi komentar-komentar kecil terlepas. “Senyumnya terlalu lebar.” “Bahunya terlihat tegang.” “Miringkan sedikit tubuhmu ke samping,” katanya dengan jari yang mengisyaratkan agar kamu mengikuti arahannya. Semua orang di tempat itu kebingungan—bahkan fotografer, stylist, dan creative director heran. Menurut mereka posemu sudah pas tetapi masih terus dikomentari. “Bayangkan kamu sedang merasa bersalah.” Jungkook berdiri, kedua tangannya bertumpu pada pinggul sedangkan kamu hampir meledak. “Ada apa dengan pria gila ini?” gerutumu tanpa didengar siapapun. Harusnya pemotretan itu hanya sejam. Akan tetapi, “Mari coba sekali lagi. Belum sesuai konsep,” celetuk Jungkook yang bukan sekedar permintaan melainkan perintah. Alhasil, hari itu selesai dengan sangat melelahkan. Kakimu melangkah letih keluar dari ruang ganti, matamu sudah sayu akan tetapi berubah kesal melihat Jungkook yang duduk di lobby bersama semua orang. “Y/N, kerja bagus!” sorak managermu yang mengundang tepukan tangan dari orang-orang. Kecuali lelaki berhati iblis itu. ( lanjut di komentar ) #pov #jungkook #bts

About