@codigo.bushido: #codigobushido #constancia #proposito #frasesmotivadoras #mentalidad

Codigo Bushido
Codigo Bushido
Open In TikTok:
Region: CL
Saturday 20 June 2026 19:06:16 GMT
48804
2095
10
191

Music

Download

Comments

depp_sc
keanu_sc :
Donde puedo conseguir ese libro
2026-06-21 01:17:49
1
joseeaguirrec
José Aguirre :
gracias por estas palabras, esta vez lo lograré. voy enfocado al éxito🏆💪
2026-06-23 02:21:35
1
lui.carr3
ca :
gracias por tu apoyo y otro oportunidad amén gracias 🌹
2026-06-22 19:14:43
0
dhzoel_macalupu
Joel Macalupu :
algoritmo has lo tuyo
2026-06-21 19:11:22
0
alberthq7410
Alberth- Q 777 410 :
❤️❤️❤️
2026-06-21 01:53:29
0
hsar565
Húsar💂🏽‍♂️🐴 :
🥰
2026-06-22 23:18:06
0
To see more videos from user @codigo.bushido, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.30–20.52 Kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Malam itu, Harum Anjarsari (30) sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri halal bihalal kantor. Ia sempat memberi kabar kepada suaminya bahwa KRL yang ditumpanginya berhenti mendadak karena menabrak taksi listrik di perlintasan. Suaminya, Radit (36), yang mulai cemas menyarankan Harum untuk turun dan membagikan lokasi. Namun Harum memilih tetap melanjutkan perjalanan dengan KRL menuju Cikarang. Waktu berlalu Harum tak kunjung tiba. Radit pun menyusul dari Stasiun Tambun bersama anak bungsunya, penuh kekhawatiran. Kecelakaan itu merenggut nyawa belasan orang. Dan Harum menjadi salah satunya. Ia meninggalkan seorang suami dan dua anak laki-laki berusia 7 dan 3 tahun. Rabu pagi, 29 April 2026, pukul 10.00 WIB, Harum dimakamkan di TPU Cipayung, Jakarta Timur. Di hari itu, anak sulungnya (7) hanya bisa terdiam menatap foto ibunya di atas nisan. Sesekali tangannya mengusap, seolah ingin meraih sesuatu yang tak lagi bisa kembali. “Ibu lagi bobo…” ujar sang nenek pelan, seolah-olah memberitahu kepada cucu nya yang paling kecil berumur 3 tahun. Sebuah penjelasan sederhana untuk kehilangan yang belum ia pahami. Kini yang tersisa hanyalah kenangan. Dan anak kecil, yang harus belajar menerima, bahwa ibunya tak akan pulang lagi🥀 Sumber:ig/kumparancom 📌BERITA INI BERSIFAT MENGINFORMASIKAN DAN MENINGKATKAN KESADARAN #beritaviral #krl #infobekasi #anakyatim #kecelakaan
Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.30–20.52 Kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Malam itu, Harum Anjarsari (30) sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri halal bihalal kantor. Ia sempat memberi kabar kepada suaminya bahwa KRL yang ditumpanginya berhenti mendadak karena menabrak taksi listrik di perlintasan. Suaminya, Radit (36), yang mulai cemas menyarankan Harum untuk turun dan membagikan lokasi. Namun Harum memilih tetap melanjutkan perjalanan dengan KRL menuju Cikarang. Waktu berlalu Harum tak kunjung tiba. Radit pun menyusul dari Stasiun Tambun bersama anak bungsunya, penuh kekhawatiran. Kecelakaan itu merenggut nyawa belasan orang. Dan Harum menjadi salah satunya. Ia meninggalkan seorang suami dan dua anak laki-laki berusia 7 dan 3 tahun. Rabu pagi, 29 April 2026, pukul 10.00 WIB, Harum dimakamkan di TPU Cipayung, Jakarta Timur. Di hari itu, anak sulungnya (7) hanya bisa terdiam menatap foto ibunya di atas nisan. Sesekali tangannya mengusap, seolah ingin meraih sesuatu yang tak lagi bisa kembali. “Ibu lagi bobo…” ujar sang nenek pelan, seolah-olah memberitahu kepada cucu nya yang paling kecil berumur 3 tahun. Sebuah penjelasan sederhana untuk kehilangan yang belum ia pahami. Kini yang tersisa hanyalah kenangan. Dan anak kecil, yang harus belajar menerima, bahwa ibunya tak akan pulang lagi🥀 Sumber:ig/kumparancom 📌BERITA INI BERSIFAT MENGINFORMASIKAN DAN MENINGKATKAN KESADARAN #beritaviral #krl #infobekasi #anakyatim #kecelakaan

About