@2mghaze: hoy toco sufrir ayer toco hacer daño #dolyflackko #show

2mghaze
2mghaze
Open In TikTok:
Region: AR
Sunday 21 June 2026 02:54:34 GMT
15836
3770
23
212

Music

Download

Comments

user2603649260
gonza :
ese me atendio una bideollamada
2026-06-21 14:16:19
38
userrrrrr111771177
h :
😔 do grande tet4as😤😤
2026-06-21 06:08:25
8
dustina.krauss
Dustina Krauss :
te amo
2026-06-21 14:57:11
1
_reeenato
_rreenato 😵‍💫🚭 :
q locura q fuee
2026-06-21 05:52:46
17
bboy_dash
Paulo Aranda :
Nombre del tema?
2026-07-01 22:07:37
0
x.mariianx
x.mariianx :
ese le atendió una videollamada a mi primo
2026-07-06 10:23:41
1
moretattoer
morweasley :
teamo
2026-07-10 06:16:08
0
guadaabll
guadi :
mi nombre
2026-06-22 21:32:45
0
zzapicotomas
Zeta :
tienen la tracklist?
2026-06-22 03:12:44
1
facuualdecoa
facualdecoa :
10/10 Muy buen show!
2026-06-21 04:43:15
1
ferlvcc
𝒇𝒆𝒓⋆. :
dios t amo doly
2026-06-21 13:22:59
0
mati_mnk
Maty.𝔜𝔅🦦 :
Q buen show lrpm
2026-06-23 00:28:06
0
dustina.krauss
Dustina Krauss :
anor
2026-06-21 14:57:03
1
dustina.krauss
Dustina Krauss :
o World
2026-06-21 14:57:32
1
holyripo
ripo :
el q le toco la barbita es mi amigo jajskkak
2026-06-22 22:51:00
9
facuualdecoa
facualdecoa :
ese le atendio una videollamada a un tal gonsalo
2026-06-21 04:42:52
8
dustina.krauss
Dustina Krauss :
lo k vos kieras
2026-06-21 14:57:00
1
cchhinno
Gonel :
JAKAKAKAJAK le tocaban la chivita
2026-07-21 17:56:11
1
nahuuamarain
𝔑𝔞𝔥𝔲𝔲 𓆰𓆪 :
jahajahaj le acaricia la chivita
2026-08-06 14:44:33
0
facuualdecoa
facualdecoa :
🍀🍀🍀
2026-06-21 04:42:57
1
To see more videos from user @2mghaze, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 4 | Markas Vampride senyap seketika. Semua mata tertuju padamu. Termasuk Sunghoon. Jovan berdiri di belakangmu, satu tangannya menekan bahumu agar tetap tegak. Cengkramannya cukup untuk mengingatkan kalau kamu tidak punya pilihan. Sunghoon melangkah maju. Wajahnya masih dipenuhi sisa amarah perkelahian. “Apa maksud lo? LEPASIN DIA JOVAN!” Suaranya menggema. Jovan menggelak pelan, meremehkan. “Panglima yang terkenal anti cewek, udah nemu titik lemah rupanya.” Tatapan Jovan menyapu ruangan, memastikan semua anggota Vampride mendengar. Jovan menunjuk kearahmu. “Dia, pengkhianat Agaskar. JUGA MUSUH KALIAN.” Sunghoon menelan ludah, rahangnya mengeras. Kedua tangannya terkepal di sisi tubuhnya. Kamu terdiam, tidak membela diri. Hanya menatapnya seolah matamu mencoba mengatakan kejujuran yang belum sempat keluar. Jovan menunduk, mendekat ke telingamu. “Sekarang, lo jelasin. Di depan mereka.” Dadamu sesak. Sunghoon menatapmu, tatapannya berubah. “Y/n...?” panggilnya pelan. Tapi kamu diam, hingga Jovan mendorongmu ke depan sampai lututmu menyentuh lantai. Tangannya menahan kepalamu, agar kamu tidak menunduk. Kamu tersentak, wajahmu meringis. Sunghoon refleks maju satu langkah. Namun Evan menghalanginya dengan satu tangan. Santai, tegas. Cukup untuk menghentikan langkahnya. Jovan berbisik lagi. “Bicara sekarang, bod0h.” Kamu menarik napas dalam-dalam. “Bohong!” Suaramu gemetar, tegas. Tatapanmu tajam kearah Jovan. “Lo yang penghianat, Jovan. Lo yang—” “CUKUP.” Belum sempat kalimat itu selesai Jovan langsung menarikmu berdiri. Tangannya menutup mulutmu, cukup lama untuk mematikan suaramu. Lalu ia lepas. Ia mengangguk remeh. “Pinter juga. Masih sempet muter cerita?” Sunghoon berdiri kaku. Matanya menatapmu bingung, marah, terluka. Semuanya bercampur. “Bawa dia,” perintah Jovan singkat. Dua orang Agaskar bergerak untuk membawamu. Kamu menoleh ke arah Sunghoon sekali lagi. Kali ini… kamu tidak bicara. Dan itu jauh lebih menyakitkan. ••• Ruangan itu terasa jauh lebih dingin, tapi tak asing. Markas Agaskar, yang dulu menjadi tempat pulangmu. Kamu duduk di kursi besi, pintu tertutup perlahan. Tak lama, langkah kaki mendekat. Santai, tidak tergesa. Jovan. Ia berjalan mengitari meja, langkahnya berhenti tepat di belakangmu, membuat Jantungmu berdetak lebih cepat. Kamu mengangkat kepala. “Mau lo apa, Jovan.” “Lo nggak usah bertingkah. Karena kalau lo bertingkah, yang kena bukan cuma lo.” Ia menunduk, berbisik. “Tapi keluarga lo, sekolah lo, dan...” “Panglima tempur kesayangan lo itu.” Kamu mengepalkan tangan. “Jangan bawa-bawa dia.” Jovan terkekeh. “Ah. Jadi bener.” Ia berjongkok di hadapanmu, sejajar dengan wajahmu. “Lo suka sama dia?” Kamu menahan napas, tidak menjawab. Jovan mengangguk seolah sudah dapat konfirmasi. “Lucu, ya. Dulu lo keluar dari Agaskar karena gak tahan sama kepemimpinan busuk.” “Sekarang lo masuk ke Vampride… karena lo jatuh hati hati sama panglimanya.” Ia mendekat lagi. “Denger ini. Sekarang dimata mereka, lo itu cuma pengkhianat, lo penyusup.” Kamu mendesis. “Dan lo pemb*n*h.” “Semua kebenaran ditangan gue, Jovan. Tinggal lo tunggu tanggal mainnya.” ••• Keesokannya, kamu sama sekali tidak terlihat di sekolah. Beberapa anggota Vampride sempat membicarakan namamu di parkiran. Tapi Sunghoon tidak ikut campur, ia hanya diam. Diam yang berpikir dan bertanya-tanya. Bel masuk berbunyi nyaring. Sunghoon melangkah ke kelas. Wajahnya datar, seolah malam sebelumnya tak pernah terjadi. Tapi matanya, refleks mencari satu hal. Bangkumu kosong. “Nad, y/n nggak masuk?” tanyanya begitu Nadia masuk kelas. Nadia menoleh cepat. “Hah? Bukannya kemarin pulang sama lo?” Sunghoon terdiam, tangannya mengepal di atas meja. (+💬 ) #pov #sunghoon #sunghoonenhypen #sunghoonedit #fypage
POV 4 | Markas Vampride senyap seketika. Semua mata tertuju padamu. Termasuk Sunghoon. Jovan berdiri di belakangmu, satu tangannya menekan bahumu agar tetap tegak. Cengkramannya cukup untuk mengingatkan kalau kamu tidak punya pilihan. Sunghoon melangkah maju. Wajahnya masih dipenuhi sisa amarah perkelahian. “Apa maksud lo? LEPASIN DIA JOVAN!” Suaranya menggema. Jovan menggelak pelan, meremehkan. “Panglima yang terkenal anti cewek, udah nemu titik lemah rupanya.” Tatapan Jovan menyapu ruangan, memastikan semua anggota Vampride mendengar. Jovan menunjuk kearahmu. “Dia, pengkhianat Agaskar. JUGA MUSUH KALIAN.” Sunghoon menelan ludah, rahangnya mengeras. Kedua tangannya terkepal di sisi tubuhnya. Kamu terdiam, tidak membela diri. Hanya menatapnya seolah matamu mencoba mengatakan kejujuran yang belum sempat keluar. Jovan menunduk, mendekat ke telingamu. “Sekarang, lo jelasin. Di depan mereka.” Dadamu sesak. Sunghoon menatapmu, tatapannya berubah. “Y/n...?” panggilnya pelan. Tapi kamu diam, hingga Jovan mendorongmu ke depan sampai lututmu menyentuh lantai. Tangannya menahan kepalamu, agar kamu tidak menunduk. Kamu tersentak, wajahmu meringis. Sunghoon refleks maju satu langkah. Namun Evan menghalanginya dengan satu tangan. Santai, tegas. Cukup untuk menghentikan langkahnya. Jovan berbisik lagi. “Bicara sekarang, bod0h.” Kamu menarik napas dalam-dalam. “Bohong!” Suaramu gemetar, tegas. Tatapanmu tajam kearah Jovan. “Lo yang penghianat, Jovan. Lo yang—” “CUKUP.” Belum sempat kalimat itu selesai Jovan langsung menarikmu berdiri. Tangannya menutup mulutmu, cukup lama untuk mematikan suaramu. Lalu ia lepas. Ia mengangguk remeh. “Pinter juga. Masih sempet muter cerita?” Sunghoon berdiri kaku. Matanya menatapmu bingung, marah, terluka. Semuanya bercampur. “Bawa dia,” perintah Jovan singkat. Dua orang Agaskar bergerak untuk membawamu. Kamu menoleh ke arah Sunghoon sekali lagi. Kali ini… kamu tidak bicara. Dan itu jauh lebih menyakitkan. ••• Ruangan itu terasa jauh lebih dingin, tapi tak asing. Markas Agaskar, yang dulu menjadi tempat pulangmu. Kamu duduk di kursi besi, pintu tertutup perlahan. Tak lama, langkah kaki mendekat. Santai, tidak tergesa. Jovan. Ia berjalan mengitari meja, langkahnya berhenti tepat di belakangmu, membuat Jantungmu berdetak lebih cepat. Kamu mengangkat kepala. “Mau lo apa, Jovan.” “Lo nggak usah bertingkah. Karena kalau lo bertingkah, yang kena bukan cuma lo.” Ia menunduk, berbisik. “Tapi keluarga lo, sekolah lo, dan...” “Panglima tempur kesayangan lo itu.” Kamu mengepalkan tangan. “Jangan bawa-bawa dia.” Jovan terkekeh. “Ah. Jadi bener.” Ia berjongkok di hadapanmu, sejajar dengan wajahmu. “Lo suka sama dia?” Kamu menahan napas, tidak menjawab. Jovan mengangguk seolah sudah dapat konfirmasi. “Lucu, ya. Dulu lo keluar dari Agaskar karena gak tahan sama kepemimpinan busuk.” “Sekarang lo masuk ke Vampride… karena lo jatuh hati hati sama panglimanya.” Ia mendekat lagi. “Denger ini. Sekarang dimata mereka, lo itu cuma pengkhianat, lo penyusup.” Kamu mendesis. “Dan lo pemb*n*h.” “Semua kebenaran ditangan gue, Jovan. Tinggal lo tunggu tanggal mainnya.” ••• Keesokannya, kamu sama sekali tidak terlihat di sekolah. Beberapa anggota Vampride sempat membicarakan namamu di parkiran. Tapi Sunghoon tidak ikut campur, ia hanya diam. Diam yang berpikir dan bertanya-tanya. Bel masuk berbunyi nyaring. Sunghoon melangkah ke kelas. Wajahnya datar, seolah malam sebelumnya tak pernah terjadi. Tapi matanya, refleks mencari satu hal. Bangkumu kosong. “Nad, y/n nggak masuk?” tanyanya begitu Nadia masuk kelas. Nadia menoleh cepat. “Hah? Bukannya kemarin pulang sama lo?” Sunghoon terdiam, tangannya mengepal di atas meja. (+💬 ) #pov #sunghoon #sunghoonenhypen #sunghoonedit #fypage

About