@true.crime.stories76: Police Hunt Down 4 Kids After They Kill Stranger For Fun #truecrime #truecrimestory #policebodycam #police #cops

True Crime Stories ⭐⭐⭐
True Crime Stories ⭐⭐⭐
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 21 June 2026 03:22:52 GMT
7419
264
12
4

Music

Download

Comments

themoosehead
wil A :
hold the parents accountable for raising these little monsters 😡
2026-06-21 08:23:13
20
lifeslessons2
lifeslessons2 :
11 yrs old .. unbelievable... these parents should be held accountable.
2026-06-21 14:29:52
14
the.dude094
user75819097249564 :
The worst part about this, is these kids will probably only get juvenile detention until they're 18. In my opinion they all deserve at least 10 years in jail for manslaughter.
2026-06-21 22:08:47
4
daisysouthport
daisysouthport :
1 video really?
2026-06-21 19:40:07
2
factura.26
FΛᄃƬЦЯΛ :
What’s the name of this on YouTube?
2026-06-21 21:52:05
0
kikolopez3807
Ciscofpv187 :
playing real GTA 5
2026-06-21 16:31:48
0
kellystarz007
questioneverything007 :
life in prison
2026-06-21 16:23:40
6
cocococo9822
gerarmkumu4 :
😂😂al rato los defiende un abogado 😂😂😂 en otras palabras les aplauden sus mamadas 😂😂😂😂😂
2026-06-21 15:49:20
1
joshc618
Josh :
🤦🏾‍♂️🤦🏾‍♂️🤦🏾‍♂️
2026-06-21 16:38:48
0
fitz1256
fitz :
11 year old white kid hanging with blacks....great idea
2026-06-21 15:17:42
4
To see more videos from user @true.crime.stories76, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula menargetkan penanganan gangguan pasokan air bersih akibat kebocoran pipa intake Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu pekan. Selain menuntaskan perbaikan pipa, BPAM Banjarbakula menyiapkan dua unit pompa darurat untuk membantu menjaga ketersediaan air baku dan mengurangi risiko gangguan distribusi. Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, menyampaikan perkembangan penanganan tersebut dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, Rabu (14/10/2026). Menurut Wahyu, progres perbaikan pipa intake Mandikapau telah mencapai sekitar 70 persen. Pipa yang bocor sudah tersambung, sementara sebagian bagian mulai diuji alirannya. Tahap berikutnya adalah pengecoran untuk memperkuat struktur bangunan di sekitar sambungan pipa yang dijadwalkan pada Jumat (16/10/2026). Estimasi penyelesaian persoalan ini satu pekan. Jumat ini dilaksanakan sudah pengecoran sambungan pipanya,” kata Wahyu. Ia menjelaskan, pemulihan distribusi tidak hanya bergantung pada penyambungan pipa, tetapi juga pada kembalinya tekanan air agar mampu menjangkau seluruh wilayah pelayanan. Sejumlah kawasan di Banjarbaru, seperti Sungai Ulin, Liang Anggang, Trikora, dan Guntung Manggis, masih mengalami gangguan. Wilayah dengan elevasi tinggi menjadi salah satu kawasan yang kesulitan mendapatkan pasokan karena tekanan air belum optimal. “Karena tekanan masih belum full, otomatis banyu tidak sampai ke sana,” ujarnya. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPAM Banjarbakula mengoptimalkan intake darurat sembari menyiapkan tambahan pompa. “Kalau jangka pendeknya kami mengoptimalkan intake darurat. Rencana kami akan melakukan pengadaan pompa darurat sebanyak dua buah yang nantinya akan berkolaborasi dengan PT Air Minum Intan Banjar,” jelasnya. Pengadaan dua pompa darurat itu direncanakan segera setelah penanganan kebocoran pipa selesai. Kerja sama dengan PT Air Minum Intan Banjar diharapkan memperkuat langkah penanganan gangguan pasokan. Gangguan intake Mandikapau diketahui berdampak pada sekitar 80 ribu sambungan rumah di wilayah pelayanan Banjarbaru dan Martapura. BPAM Banjarbakula kini berupaya menuntaskan perbaikan sekaligus menyiapkan langkah antisipasi agar gangguan serupa dapat diminimalkan dan distribusi air bersih kembali berjalan optimal. apakah janji ini akan berlanjut dengan janji janji lain dan ketidak pastian lagi? atau memang bisa di tepati?  masyarakat sudah muak dengan keadaan yang terus mencekik #kalimantan tersiksa
Balai Pengelola Air Minum (BPAM) Banjarbakula menargetkan penanganan gangguan pasokan air bersih akibat kebocoran pipa intake Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu pekan. Selain menuntaskan perbaikan pipa, BPAM Banjarbakula menyiapkan dua unit pompa darurat untuk membantu menjaga ketersediaan air baku dan mengurangi risiko gangguan distribusi. Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, menyampaikan perkembangan penanganan tersebut dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, Rabu (14/10/2026). Menurut Wahyu, progres perbaikan pipa intake Mandikapau telah mencapai sekitar 70 persen. Pipa yang bocor sudah tersambung, sementara sebagian bagian mulai diuji alirannya. Tahap berikutnya adalah pengecoran untuk memperkuat struktur bangunan di sekitar sambungan pipa yang dijadwalkan pada Jumat (16/10/2026). Estimasi penyelesaian persoalan ini satu pekan. Jumat ini dilaksanakan sudah pengecoran sambungan pipanya,” kata Wahyu. Ia menjelaskan, pemulihan distribusi tidak hanya bergantung pada penyambungan pipa, tetapi juga pada kembalinya tekanan air agar mampu menjangkau seluruh wilayah pelayanan. Sejumlah kawasan di Banjarbaru, seperti Sungai Ulin, Liang Anggang, Trikora, dan Guntung Manggis, masih mengalami gangguan. Wilayah dengan elevasi tinggi menjadi salah satu kawasan yang kesulitan mendapatkan pasokan karena tekanan air belum optimal. “Karena tekanan masih belum full, otomatis banyu tidak sampai ke sana,” ujarnya. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPAM Banjarbakula mengoptimalkan intake darurat sembari menyiapkan tambahan pompa. “Kalau jangka pendeknya kami mengoptimalkan intake darurat. Rencana kami akan melakukan pengadaan pompa darurat sebanyak dua buah yang nantinya akan berkolaborasi dengan PT Air Minum Intan Banjar,” jelasnya. Pengadaan dua pompa darurat itu direncanakan segera setelah penanganan kebocoran pipa selesai. Kerja sama dengan PT Air Minum Intan Banjar diharapkan memperkuat langkah penanganan gangguan pasokan. Gangguan intake Mandikapau diketahui berdampak pada sekitar 80 ribu sambungan rumah di wilayah pelayanan Banjarbaru dan Martapura. BPAM Banjarbakula kini berupaya menuntaskan perbaikan sekaligus menyiapkan langkah antisipasi agar gangguan serupa dapat diminimalkan dan distribusi air bersih kembali berjalan optimal. apakah janji ini akan berlanjut dengan janji janji lain dan ketidak pastian lagi? atau memang bisa di tepati? masyarakat sudah muak dengan keadaan yang terus mencekik #kalimantan tersiksa

About