@ptiktok1965: #Creatorsearchinsights #fyp #القدس_لنا🇵🇸🕌 #الاردن🇯🇴 #لبنان

PTikTok
PTikTok
Open In TikTok:
Region: PS
Sunday 21 June 2026 10:18:38 GMT
28032
319
10
15

Music

Download

Comments

dyd42onxkz6f
mohsen waked :
احسنت د حسن
2026-06-21 10:25:06
5
younes.amara6
Younes Amara :
صدقت نيابة على كل الامة حفضك الله
2026-06-21 11:45:50
5
nofalsulimanalmariy
نوفل الشمري :
سبحان الله
2026-06-25 13:00:41
1
renda467
rj :
احسنت دكتور حسن ما قصرت
2026-06-22 00:31:05
0
dmmax637
starlight :
عجبك ماعجبك شي حلوا
2026-06-21 12:26:23
2
raafatzeaiter
raafatzeaiter :
✌✌✌
2026-06-21 14:23:41
1
To see more videos from user @ptiktok1965, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

‎
‎"Lubang Buaya" Versi Jogja ‎ ‎Tragedi G30S / Gestok / Gestapu tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di Yogyakarta, yang merenggut nyawa dua perwira yakni Brigjen Katamso dan Letkol Sugiyono. Tanggal 1 Oktober 1965 sore hari, Katamso dan Sugiono dibawa ke daerah Kentungan. Di sana mereka dipukul dengan kunci mortir hingga tewas pada 2 Oktober 1965. Setelah pencarian panjang yang penuh ketegangan, jenazah mereka baru ditemukan 18 hari kemudian dalam kondisi yang sudah rusak dan membusuk. ‎ ‎Di lokasi bekas lubang kubur itu kini berdiri Museum Monumen Pahlawan Pancasila di Kentungan, yang berada dalam satu kompleks dengan Yonif 403. ‎ ‎Di sinilah jasad dua petinggi militer Yogyakarta ditemukan, di dalam lubang sempit berbentuk persegi panjang dengan kedalaman tak sampai 1,5 meter. Menurut kesaksian terdakwa Sertu Aliptoyo, setelah Kolonel Katamso dan Letkol Sugiyono tak lagi bergerak, lubang itu ditimbun tanah dan batu, lalu ditanami pohon pisang dan ubi jalar guna menyamarkan jejak. ‎ ‎Pada 19 Oktober 1965, Presiden Soekarno menetapkan gelar Pahlawan Revolusi sekaligus menganugerahkan kenaikan pangkat anumerta. Kolonel Katamso resmi menjadi Brigjen TNI Anumerta Katamso, Letkol Sugiyono ditetapkan sebagai Kolonel Infanteri Anumerta Sugiyono. Nama keduanya kini diabadikan menjadi nama jalan di Kota Jogja, sekitar Jokteng tenggara. ‎ ‎Siapa dalang peristiwa tragis itu? Masih menjadi perdebatan sampai sekarang. Yang jelas CIA turut bermain, dan yang paling diuntungkan dari peristiwa itu adalah Suharto, yang lalu berkuasa menjadi presiden selama 32 tahun. ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎

About