Daun di gandis🍃 :
Takkan tertukar bunga yang kupetik dengan benalu. Sekalipun malam datang membawa gelap dan dunia memilih membisu, wangi itu tak akan pernah keliru. Sebab hati mengenali apa yang memang telah ditakdirkan untuknya, bahkan sebelum mata benar-benar memandang.
Semesta telah mengunci satu nama di antara ribuan kelopak yang tampak serupa. Mungkin banyak bunga yang indah dipandang, namun tidak semuanya mampu menenangkan jiwa. Ada yang hanya memikat mata sesaat, ada pula yang tumbuh menjadi rumah bagi hati untuk selamanya.
Ia bukan sekadar singgah di jemari, lalu layu ditelan waktu. Ia mengakar begitu dalam di relung hati, tumbuh bersama doa, disiram kesetiaan, dan dikuatkan oleh kesabaran. Semakin hari, akar itu semakin kokoh, tak mudah dicabut oleh badai, tak mudah goyah oleh godaan, dan tak akan runtuh hanya karena jarak maupun waktu.
Karena cinta yang sejati bukan tentang siapa yang datang lebih dulu, melainkan siapa yang tetap bertahan ketika keadaan tidak selalu mudah. Bukan tentang seberapa banyak kata manis yang diucapkan, tetapi seberapa besar usaha untuk menjaga, menghargai, dan menemani hingga akhir perjalanan.
Jika memang telah ditakdirkan, tak perlu takut akan kehilangan. Sebab yang Allah tetapkan tak akan tertukar, dan yang bukan milik kita tak akan pernah benar-benar menjadi milik kita. Maka biarlah langkah ini berjalan dengan ikhlas, hati ini menjaga dengan tulus, dan doa terus mengiringi setiap harapan.
Sebab di antara begitu banyak bunga yang bermekaran, aku telah menemukan satu yang tak ingin lagi kulepaskan. Bukan karena ia yang paling sempurna, melainkan karena bersamanya aku menemukan ketenangan, makna, dan alasan untuk terus pulang. Semoga yang telah dipersatukan oleh takdir akan tetap terjaga hingga akhir usia, dan semoga cinta ini selalu diberkahi dalam setiap langkahnya. 🤍
2026-07-20 13:25:33