@islamnews_admin: Pernah nggak sih kamu ketemu orang yang malas berusaha, lalu dengan entengnya bilang: "Ya mau gimana lagi, bro... emang udah takdirnya gue miskin/gagal." Atau sebaliknya, ada orang yang saking suksesnya sampai sombong dan merasa semua itu 100% karena kehebatannya sendiri, seolah Tuhan nggak punya andil. Perdebatan tentang Qadha dan Qadar (Takdir vs Pilihan Manusia) ini sudah bikin pusing kepala umat manusia selama ratusan tahun. Aliran teologi saling serang, filsuf saling berdebat. Tapi tahu nggak? Sayyidina Ali bin Abi Thalib—salah satu sahabat Nabi yang paling jenius—pernah menyelesaikan perdebatan rumit ini hanya dalam waktu kurang dari 1 menit! Bukan pakai teori yang melangit, beliau justru pakai eksperimen fisik yang sangat simpel. Eksperimen Angkat Kaki Suatu hari, seorang pria datang kepada Sayyidina Ali. Pria ini bingung mencari garis batas antara mana yang merupakan kehendak manusia dan mana yang merupakan takdir Tuhan. Ali tidak menjawabnya dengan khotbah panjang. Beliau langsung memberikan instruksi: Ali: "Coba sekarang kamu berdiri, lalu angkat satu kakimu ke atas." Pria itu langsung mengangkat kaki kanannya. Ia berdiri dengan satu kaki dengan mudah. Ali: "Bagus. Sekarang, tetap dalam posisi itu, angkat kaki yang satunya lagi!" Pria itu kebingungan dan protes: "Ya nggak bisa dong, wahai Ali! Kalau kedua kaki saya angkat sekaligus, saya pasti jatuh bebas ke tanah!" Sambil tersenyum, Sayyidina Ali memberikan sebuah kesimpulan yang merangkum seluruh hakikat takdir: "Itulah gambaran kehendakmu dan takdir Allah. Kamu memiliki pilihan dan kemampuan untuk mengangkat satu kaki. Tetapi, kamu memiliki batas di mana kamu tidak akan pernah bisa melawan hukum alam yang telah Allah tetapkan." Membongkar Arsitektur "Dua Wilayah" Lewat eksperimen sederhana ini, Sayyidina Ali mengajarkan kita bahwa kehidupan manusia itu terbagi menjadi Dua Wilayah: 1. Wilayah yang Kamu Kuasai (Area Pilihan) Ini adalah momen saat kamu mengangkat satu kaki. Kamu punya kehendak bebas (Ikhtiyar) untuk memilih: mau angkat kaki kanan atau kiri, mau belajar atau main game, mau jujur atau korupsi. Di wilayah inilah kamu punya kendali penuh, dan di wilayah inilah semua perbuatanmu akan dihitung sebagai pahala atau dosa. 2. Wilayah yang Menguasai Kamu (Area Takdir) Ini adalah momen saat kamu nggak bisa mengangkat kedua kaki sekaligus tanpa jatuh. Ada hukum gravitasi di sana. Kamu nggak bisa memilih lahir dari rahim siapa, kapan detak jantungmu berhenti, atau kapan hari kiamat tiba. Ini adalah wilayah Sunnatullah (Hukum Alam) milik Allah. Kamu tidak akan dimintai pertanggungjawaban di area ini. Ibarat "User" dan "Sistem Operasi" Biar lebih gampang dipahami anak zaman sekarang, bayangkan kita sedang main komputer. Tuhan adalah Programmer maha canggih yang menyiapkan hardware, aliran listrik, dan Sistem Operasi (OS)-nya. Sedangkan kita adalah User yang memegang mouse. Sebagai user, kita bebas mau nge-klik menu apa saja di layar (Area Pilihan). Sistem tidak akan memaksa tangan kita. Tapi, begitu kita klik tombol "Delete" pada file penting, sistem akan memprosesnya sesuai hukum kodingan yang sudah tertulis (Area Takdir). File itu terhapus bukan karena sistem jahat, tapi karena pilihan sadar kita sendiri sebagai user. Stop Menjadikan Takdir sebagai Kambing Hitam! Jadi, kalau hari ini kita gagal, miskin, atau tertinggal, jangan buru-buru menyalahkan skenario Tuhan. Evaluasi dulu: apa yang sudah kita lakukan di Area Pilihan kita? Apakah kita sudah memaksimalkan akal dan ikhtiar kita? Ingat pesan universal di dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11). Tugas kita simpel: Berjuanglah sekeras-kerasnya di wilayah yang bisa kita kendalikan, dan berserah dirilah total pada hasil akhir di wilayah yang hanya Allah yang punya kuasanya. Yuk, mulai hari ini, jadilah muslim yang cerdas, berdaya, dan bertanggung jawab #EksperimenSayyidinaAli #QadhaDanQadar #AtTafkir #HakikatBerpikir #UlulAlbab
Islam News
Region: ID
Sunday 21 June 2026 13:45:51 GMT
Music
Download
Comments
Tik Toker :
ini lebih cocok motivasi untuk orang pemalas menurut saya, bukan orang yang sudah atau sedang berusaha...usaha itu harus.... tapi ketentuan tetap milik Allah.
Tidak semua orang ditakdirkan oleh Allah mencicipi sebuah penerbangan dari satu kota ke kota lain. Ada yang sudah bekerja dengan sangat keras tapi Allah memang sudah menentukan garis hidupnya tidak pernah menikmati bagimana rasanya naik pesawat. Bersyukurlah dengan apa yang ada, minta dilapangkan hati dan diluaskan sabar atas semua ujian yang di berikan Allah.
2026-06-22 07:26:38
10
Pendaki Senja :
apakah Gibran bekerja keras hingga dia menjadi wakil presiden?
2026-06-27 10:13:43
2
serizzawa3 :
lalu bagaimana membedakan area pilihan dan area takdir ???
orang yang berusaha siang malam seolah area pilihan ,tapi tetep dalam kesulitan seolah adalah area takdir , bagaimana penjelasannya kawan
2026-06-22 06:15:47
2
💯💯💯 :
setiap nafas dan keputusanmu, adalah kehendak Allah.. setiap ide dan kecerdasanmu, adalah kehendal Allah.. setiap kejahatan dan keburukanmu jg atas izin Allah..
2026-06-24 01:45:21
3
TOJER :
takdir bisa di rubah kah
2026-06-24 04:42:49
0
Ade Algaruti :
keren ...MasyaaAlloh👍
2026-06-22 04:09:51
7
Atprilyt :
cerita "eksperimen angkat kaki" ini tidak ditemukan dalam sumber-sumber klasik seperti Nahj al-Balaghah atau kitab-kitab sirah yang mendokumentasikan ucapan dan tindakan Ali bin Abi Thalib.
bahwa ini cerita apokrif (pesan moralnya boleh jadi valid, tapi atribusinya ke Ali kemungkinan besar tidak berdasar historis). Ini bukan berarti pesannya salah, tapi pembaca kritis harusnya waspada setiap kali ada "kutipan tokoh besar" yang muncul tanpa rujukan kitab jelas.
2026-07-07 04:18:01
2
K-Idol Frames :
masalahnya masuk surga atau neraka itu takdir atau pilihan kita.
2026-06-22 07:21:05
0
Ayi VARKA :
MashaAllah
2026-06-22 02:45:53
2
AZ :
Saat kita mengangkat kaki kanan apakah itu sepenuh nya kehendak kita atau ada Campur tangan Kehendak Allah? 🙏🏻
karena yg kita pilih saat itu kanan atau kiri akan menentukan langkah kita selanjut nya atau nasib kita kedepan nya..
2026-06-30 08:04:33
0
hamsyah007 :
Bukan begitu bunyi ayat Ar Ra’d 11… itu penggalan ayat… baca seutuhnya akan beda arti dengan baca di penggal…
2026-06-24 00:59:21
1
malaka hamdi :
ada 2 POV terkait apapun yg terjadi.
1. sudut pandang makhluk : apapun yg kita pikirkan, apapun yg kita usahakan akan menjadi wujud atau hasil pikiran dan usaha kita. sehingga pikiran / usaha menentukan hasil yg kita capai/terima
2. sudut pandang hakikat / subjek sejati / causa prima. karena kita adalah objek dihadapkan Tuhan, maka kita tidak bisa / tidak mampu menentukan apapun.
sehingga apapun yg akan kita terima (sebagai takdir/ketetapan) maka takdir/ketetapan itulah yg mengarahkan kita untuk berpikir atau berusaha menuju ketetapan tsb.
ini pendapat pribadi sy, mohon masukan utk kesempurnaan pendapat tsb.....
monggo belajar bersama
2026-06-26 21:05:36
1
anebro :
kgn menyalahkan apapun,,seandainya hidup tdk sperti yg kt inginkan,,karena cara hidup kita juga tidak seprti yang Tuhan inginkan !!
2026-06-22 15:24:22
1
Kebangkitan Kesadaran :
seringnya orang anggap orla itu kurang usaha. padahal orla sudah sangat usaha lalu orla bilang ini sudah taqdir Nya.
tapi ya karena kebiasaan orang anggap kurang usaha bagi yang bilang ini sudah taqdir Nya. maka begitu saja terus.
....
maksud saya, bahwa boleh anggap orla kurang usaha, asal riset dulu ke orla itu. setelah riset boleh menilai.
2026-06-23 12:27:09
1
manafaat :
kalo udah berbagai cara dan usaha mentok ga kaya", ya udah kembali settingan pabrik (reset) bahwa dunia ini hanya mampir ngaso sejenak, tujuan akhir adalah akhirat. Kekayaan dunia bukanlah syarat wajib utk masuk syurga. Syurga itu hanya utk orang" yg disukai Allah SWT. Siapakah mereka itu, yaitu orang" yg sudah berjuang keras dan ikhlas menerima apapun hasilnya, tapi tetap ga mengeluh/ ngedumel. Allah akan senang melihatnya dan menghargainya.
2026-06-23 07:01:33
1
onoopo_666 :
jdi inget ktika nasehatin temen.sy bilang bedakan dlu pasrah dan berserah..bnyak yg salah arti trnyata.
2026-06-26 03:23:16
0
OmMuzh :
Mohon tunjuk ajarnya Kisah ini ada dalam kitab apa atau sumbernya darimana?
karena kisah ini bagi saya luar biasa dalam pencarian saya terkait dengan takdir... Mohon ijin dibalas komentar saya🙏
2026-06-24 17:45:51
0
Joko Lelono :
Pertanyaannya apakah Alloh tau sebelumnya yg bakal kita pilih. Klu sdh apakah bisa dikatakan kita memilih adalah bagian dari takdir juga ??
2026-06-26 07:46:33
0
EPrast306 :
yuppp,,setujuu sekali,
2026-06-22 03:45:16
1
di2k NHD :
bagaimana kalau semua yg terjadi sdh tertulis di Lauhufulmafud.. dan ada ayat, tdk ada satupun daun yg jtuh kecuali atas izin Allah.
2026-06-24 01:35:24
3
bun- :
bagaimana dengan jodoh.. ada yg hanya mempercayakan pd takdir dengan mengatakan bahwa jodoh itu sudah ditakdirkan tapi ada yg mengusahakan tapi untuk memulai nya takut tidak berkesesuaian...jodoh ada yg bertahan sampai maut memisahkan, namun ada juga yg berhenti ditengah jalan/bercerai dan menemukan pasangan lain..jadi manakah yg dikatakan takdir..?
2026-06-22 06:58:06
0
bee mo :
semuanya yang ada di dunia ini adalah takdir Allah / kehendak Allah, tidak ada sedikitpun pergerakan / perbuatan yang ada didunia ini tanpa ijin dan kehendak dari Allah 🙏
2026-06-23 02:57:42
3
Dewi Ayu Fatimah :
yang saya pahami, setiap pilihan akan membawa kita ke takdir yang berbeda. Contoh dalam jodoh, kita berusaha baik terus upgrade diri maka jodohnya si A, kita asal2an mencari jodoh di tempat yang tidak sesuai, maka jodohnya B. Sama dengan rizki, sesuatu yang bisa kita usahakan, Allah menurunkan rizki sebanyak2nya nah sampai berapa banyak kita membuat tampungannya, ditampung 1 ember ya segitulah yang kita terima,mengusahakan ditampung beberapa ember ya itu yang kita terima. Yang masuk bab tawakkal itu, kita ikhtiar dulu semaksimalnya lalu hasil diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. cmiiw 🙏
2026-06-24 01:41:39
3
dee99 :
masih bingung😁
2026-06-22 06:07:15
1
seroja :
kehendakndan memilih juga pilihan alloh...manusia tidak punya pilihan ,hanya merasa bisa memikih.
2026-06-23 01:14:59
1
To see more videos from user @islamnews_admin, please go to the Tikwm
homepage.