@buddhazine: Pengecoran Kepala Rupang Buddha Nusantara Rampung, Ribuan Umat Saksikan Momen Sakral di Jakarta Suasana khidmat menyelimuti Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Minggu (21/6/2026) malam. Tepat pukul 19.00 WIB, prosesi pengecoran bagian kepala Rupang Buddha Nusantara sebagai tahap akhir resmi diselesaikan di hadapan puluhan Bhikkhu Sangha dan ribuan umat Buddha yang memadati area vihara. Upacara ini sebagai rangkaian untuk menyambut Perayaan Tahun Kencana Setengah Abad Sangha Theravada Indonesia (STI). Puncak rangkaian pengecoran Rupang Buddha berlangsung lancar diiringi alunan paritta yang dilantunkan para bhikkhu. Acara yang dipimpin Bhante Sukhemo ini berjalan dengan penuh kekhidmatan, dan cuaca cerah tampak bersahabat sepanjang prosesi berlangsung. Momen spesial tersebut merupakan tahap keenam dan terakhir dari rangkaian pengecoran Rupang Buddha Nusantara yang sebelumnya telah melewati lima kota besar di Indonesia. Tahap pertama digelar di Medan mewakili Pulau Sumatera, disusul Samarinda (Kalimantan), Bali, Palu (Sulawesi), dan Surabaya (Jawa). Kini, Jakarta menjadi kota terakhir yang menyempurnakan proses pembuatan rupang dengan pengecoran bagian kepala. Rangkaian acara dimulai dengan persembahan dana logam bahan pengecoran oleh umat, yang berbarengan dengan pertunjukan seni tradisional khas Betawi dan Jakarta sebagai sesi pra-acara. Kemeriahan budaya ibukota turut mewarnai malam sakral itu sebelum seluruh peserta larut dalam puja bakti dan pesan Dhamma. Makna Bhumisparsa Mudra: Penakluk Sejati Dalam khotbahnya, Bhante Si Pannavaro menyampaikan pesan mendalam tentang filosofi Rupang Buddha Nusantara dengan sikap Bhumisparsa Mudra—sikap tangan menyentuh bumi. Menurutnya, gestur itu melambangkan Sang Guru Agung Buddha Gautama sebagai seorang penakluk yang agung. "Tetapi bukan menaklukkan orang lain di medan peperangan, sama sekali bukan. Beliau disebut penakluk karena menaklukkan Mara," terang Bhante di hadapan umat yang menyimak dengan seksama. Bhante memaparkan lima jenis Mara yang menjadi penghalang bagi pencapaian tujuan spiritual maupun duniawi. Mara pertama adalah kematian—penghalang saat tujuan dan kesucian belum tercapai namun ajal datang terlebih dahulu. Mara kedua adalah hawa nafsu (kilesa), yang menjadi rintangan baik bagi para pertapa maupun perumah tangga. "Yang ketiga adalah buah karma yang besar, entah buruk maupun baik. Yang keempat adalah jasmani, perasaan, dan pikiran kita sendiri. Keempat mara ini bersifat personal, ada di dalam diri kita," lanjut Bhante. Sedangkan mara kelima, menurut Bhante, adalah Dewa Putta Mara atau Anak Dewa yang nakal. Meskipun berstatus dewa, ia selalu menghalangi siapa pun yang berkeinginan untuk berhasil. "Untuk menghadapinya, kita harus memegang sila, mengembangkan sati atau kesadaran, supaya wawasan yang bersih muncul dan tidak bisa diganggu oleh Dewa Putta Mara," tegas Bhante. Rupang Buddha Nusantara secara utuh akan bisa disaksikan pada Puncak Perayaan Tahun Kencana Setengah Abad Sangha Theravada Indonesia (STI) yang dijadwalkan berlangsung di ICE BSD, Tangerang Selatan, pada 13 Desember 2026 mendatang. Kehadiran Rupang Buddha Nusantara dengan segala simbolisme mendalam itu diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh umat akan perjalanan spiritual yang penuh makna, sekaligus harmoni budaya Nusantara yang menyatu dalam kebijaksanaan Dhamma. #viharajakartadhammacakkajaya #sanghatheravadaindonesia #rupangbuddha #nusantara #medkomsti

BuddhaZine
BuddhaZine
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 21 June 2026 15:23:46 GMT
19614
678
34
130

Music

Download

Comments

johanjoe2478
johan joe :
Turut bermudita citta, 🙏🙏🙏. semoga Dhamma Vinaya terus berkembang🙏🙏🙏
2026-06-22 01:00:22
1
yumei8625
MayWarehouse1 :
Turut Bermudita citta, Semoga Dharma berkembang terus sepanjang masa Sadhu🙏Sadhu🙏Sadhu🙏
2026-06-22 02:10:10
1
abow99
Abow :
turut bermudita citta. menurut saya kenapa tak membangun sekolah, untuk meningkatkan pendidikan dan penyebaran Dhamma? dengan adanya sekolah maka bisa juga dibuat Dhammasala dan rupang Buddha di lingkungan sekolah tersebut. (cuma saran dan pertanyaan, ngak terima komen hujatan) 🙏🙏
2026-06-22 04:44:24
0
kokohappy29
kokohappy29 :
Turut bermudita citta, 🙏🙏🙏. semoga Dhamma Vinaya terus berkembang sepanjang masa 🙏🙏🙏
2026-06-22 04:25:53
0
user57568000651225
user57568000651225 :
Sadhu…sadhu…sadhu
2026-06-22 03:22:07
0
gunawan.lim84
Gunawan Lim :
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta🙏🙏🙏
2026-06-22 03:28:01
0
shanli369
Shanli :
Sādhu Sādhu Sādhu 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
2026-06-22 02:10:15
0
lunghhfutwm
L.M.H :
semoga semua makhluk berbahagia 🙏🙏🙏🙏
2026-06-22 02:47:09
0
acukidness
Careliacu :
Buddham Ciram Tithattu🙏🙏🙏
2026-06-22 02:55:07
0
tutsuarsini
ketut suarsini :
sadhu sadhu sadhu🙏🙏🙏
2026-06-22 02:17:42
0
sriwinarto222
Wienarto :
Semoga Buddha Sasana akan bertahan 'selama mungkin' di Bumi Nusantara. Buddham Saranam Gacchami. Dhammam Saranam Gacchami. Sangham Saranam Cacchani. 🙏🙏🏾🙏🏾
2026-06-22 02:09:58
1
kartika.sutanti
Kartika Sutanti :
Namo Buddhaya 🙏
2026-06-22 00:08:48
0
yulie2535
erflofe :
turut berbahagia🙏🙏🙏
2026-06-21 22:44:40
0
alimbun16
alimbun16 :
Namo Amitofo
2026-06-21 22:58:54
0
user4582119613512
Rusli :
Namo Buddhaya🙏🙏🙏
2026-06-21 20:42:58
0
ry251283
dr.Regitayap.,MM(RS).,SpKKLP :
muditta citta y
2026-06-21 16:43:36
0
angkrang93
Angkrang93 :
🙏🙏🙏
2026-06-22 02:33:26
0
agusbagus8866
Agus :
🙏🙏🙏
2026-06-22 00:33:21
0
manggala524
manggala :
🙏🙏🙏
2026-06-22 01:35:56
0
fifiwijaya233
ng fifi wijaya :
🙏🙏🙏
2026-06-22 01:00:37
0
susilawatinurhali
susi :
🙏🙏🙏
2026-06-22 00:53:14
0
yulienurhadi301
yulie_n :
🙏🙏🙏
2026-06-22 02:32:07
0
anykaruna
anyk🐰 :
🙏🙏🙏
2026-06-21 23:41:41
0
kyizawnyein
Kyi Zaw Nyein :
🙏🙏🙏
2026-06-21 23:12:53
0
.baby0998
💐กษัตริย์บาบู🕊️🕊️ :
❤️❤️❤️
2026-06-21 15:36:56
0
To see more videos from user @buddhazine, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About