@khadaribraahim663:

khadaribrahim
khadaribrahim
Open In TikTok:
Region: SO
Sunday 21 June 2026 15:27:52 GMT
1562
93
14
2

Music

Download

Comments

user892704454948
amina abdilqadir :
mashaal gulst🥰
2026-06-22 03:51:49
0
ubaxeyy343
sabirineyy &. :
ciidanakayguiih
2026-06-21 16:43:32
0
ayaan.maxamed2912
ayaan,laki :
maansha Allah guulayta ciidankygii,allecadawga,haidinkahayo
2026-06-22 03:02:48
0
mariish792
mulki :
wiilashaydii guulaysta💪💪
2026-06-21 17:46:13
0
user5611179074181
nimco degen :
mnsha allaah geesiyaashii samkaab axmed guulaysta inder🥰
2026-06-21 17:05:26
0
zaki83596
zakariye :
ciidanka in laysku Shaan dheeyo weeye si aan reergaara culaysku ubadan sidani sax maaha
2026-06-22 00:28:33
1
nacimadarwiish1
R-M :
♥️♥️♥️
2026-06-22 06:21:08
0
suleekha.ismaacii3
Suleekha Ismaaciil :
💪💪💪
2026-06-21 16:59:29
0
farka6394
farka :
🥰🥰🥰
2026-06-22 03:04:42
0
khadar.cabdi9012
KHADAR CABDI :
👍👍👍
2026-06-21 19:24:19
0
aruukhooo
OpDiZHAkUuR⁴ :
🔥🔥🔥
2026-06-21 17:10:30
0
rahma.qoje
rahma qoje :
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
2026-06-22 05:59:08
0
halyeeyga.shanta
halyeeyga shanta geed :
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
2026-06-21 16:55:45
0
kiin.qurux64
Kiin Qurux❤️👌 :
🥰🥰🥰
2026-06-22 07:29:51
0
To see more videos from user @khadaribraahim663, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Waktu Bukan Konstanta — Al-Qur’an & Relativitas Einstein Berbicara Hal yang Sama”. Adegan ikonik ini dari film Interstellar (2014) menggambarkan momen paling menggetarkan secara saintifik: Cooper dan Murphy — ayah dan anak — berusia sama, 38 tahun. Padahal Cooper pergi ke luar angkasa saat Murphy masih kecil. Ini bukan fiksi semata. Ini adalah Gravitational Time Dilation — fenomena nyata yang diprediksi Albert Einstein melalui General Theory of Relativity (1915). Semakin kuat medan gravitasi suatu objek, semakin lambat waktu berjalan di sekitarnya. Di dekat lubang hitam Gargantua dalam film ini, 1 jam di planet Miller = 7 tahun di Bumi. Diverifikasi ilmiah oleh fisikawan Kip Thorne, pemenang Nobel Fisika 2017. Namun jauh sebelum Einstein lahir, Al-Qur’an telah menyatakan hal ini dengan presisi luar biasa: ”…dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari apa yang kamu hitung.” — QS. Al-Hajj: 47 “Malaikat-malaikat dan Jibril naik kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” — QS. Al-Ma’arij: 4 Dua ayat ini secara eksplisit menegaskan bahwa waktu bersifat relatif terhadap dimensi dan medan yang berbeda — persis konsep spacetime curvature dalam fisika modern. Waktu di akhirat, di sisi Allah, beroperasi dalam frame of reference yang sama sekali berbeda dengan waktu manusia di Bumi. Interstellar hanya memvisualisasikan apa yang Al-Qur’an telah wahyukan 14 abad lalu dan sains baru buktikan di abad ke-20. Waktu adalah ilusi relatif. Hanya Allah yang Maha Kekal — Al-Qayyum — yang berada di luar segala dimensi waktu. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”#I#InterstellarI#IslamicScienceQ#QuranAndScienceTimeDilation
“Waktu Bukan Konstanta — Al-Qur’an & Relativitas Einstein Berbicara Hal yang Sama”. Adegan ikonik ini dari film Interstellar (2014) menggambarkan momen paling menggetarkan secara saintifik: Cooper dan Murphy — ayah dan anak — berusia sama, 38 tahun. Padahal Cooper pergi ke luar angkasa saat Murphy masih kecil. Ini bukan fiksi semata. Ini adalah Gravitational Time Dilation — fenomena nyata yang diprediksi Albert Einstein melalui General Theory of Relativity (1915). Semakin kuat medan gravitasi suatu objek, semakin lambat waktu berjalan di sekitarnya. Di dekat lubang hitam Gargantua dalam film ini, 1 jam di planet Miller = 7 tahun di Bumi. Diverifikasi ilmiah oleh fisikawan Kip Thorne, pemenang Nobel Fisika 2017. Namun jauh sebelum Einstein lahir, Al-Qur’an telah menyatakan hal ini dengan presisi luar biasa: ”…dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari apa yang kamu hitung.” — QS. Al-Hajj: 47 “Malaikat-malaikat dan Jibril naik kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” — QS. Al-Ma’arij: 4 Dua ayat ini secara eksplisit menegaskan bahwa waktu bersifat relatif terhadap dimensi dan medan yang berbeda — persis konsep spacetime curvature dalam fisika modern. Waktu di akhirat, di sisi Allah, beroperasi dalam frame of reference yang sama sekali berbeda dengan waktu manusia di Bumi. Interstellar hanya memvisualisasikan apa yang Al-Qur’an telah wahyukan 14 abad lalu dan sains baru buktikan di abad ke-20. Waktu adalah ilusi relatif. Hanya Allah yang Maha Kekal — Al-Qayyum — yang berada di luar segala dimensi waktu. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”#I#InterstellarI#IslamicScienceQ#QuranAndScienceTimeDilation

About