@a.3abo0: وەک پێشتر نماوم…

ᴀ
Open In TikTok:
Region: IQ
Sunday 21 June 2026 20:04:15 GMT
18290
1846
9
175

Music

Download

Comments

norrrr.12
ⁿ𝐧𝐨𝐫𝐫𝐫𝟕𝟕✹ :
جوانە🖤
2026-06-22 00:50:44
2
luvv.ro3
☀️ :
yamaççç😍
2026-06-25 23:45:54
1
ma7ammm
Ma7a🖤 :
Drm❤️❤️❤️
2026-06-21 20:06:42
1
norrrr.12
ⁿ𝐧𝐨𝐫𝐫𝐫𝟕𝟕✹ :
دڵم🖤
2026-06-22 00:50:41
1
ma7ammm
Ma7a🖤 :
Bram🔥🩷
2026-06-21 20:06:47
1
k8iwan
K𓄂 :
❤️❤️❤️
2026-06-21 20:08:17
1
To see more videos from user @a.3abo0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Baca penjelasan ini biar paham ⬇ Apa itu sumbu rotasi planet?  Sumbu rotasi planet adalah garis imajiner yang melewati bagian tengah sebuah planet dan menjadi poros saat planet tersebut berputar. Setiap planet berputar pada sumbunya seperti bola yang berputar, dan putaran inilah yang menyebabkan terjadinya siang dan malam. Dan inilah perbedaan sumbu rotasi planet di tata surya kita ⬇. Merkurius memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 0,003 derajat, sehingga hampir tegak lurus terhadap bidang orbitnya. Karena kemiringannya sangat kecil, Merkurius hampir tidak mengalami perubahan musim seperti Bumi. Namun, planet ini memiliki perbedaan suhu yang sangat ekstrem antara siang dan malam karena hampir tidak memiliki atmosfer untuk menahan panas. Venus memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 177,4 derajat. Angka ini membuat Venus terlihat seperti berputar terbalik dibandingkan planet lain. Rotasinya disebut retrograde, yaitu berputar dari arah yang berlawanan. Akibatnya, Matahari di Venus akan tampak terbit dari arah yang berbeda dibandingkan Bumi. Bumi memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 23,44 derajat. Kemiringan inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya musim. Saat Bumi mengelilingi Matahari, bagian yang lebih condong ke arah Matahari mengalami musim panas, sedangkan bagian yang menjauh mengalami musim dingin. Mars memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 25,19 derajat, hampir mirip dengan Bumi. Karena itu, Mars juga mengalami musim yang berubah-ubah. Namun, karena jaraknya lebih jauh dari Matahari dan satu tahunnya lebih panjang, musim di Mars berlangsung hampir dua kali lebih lama dibandingkan musim di Bumi. Jupiter memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 3,13 derajat. Karena sumbunya hampir tegak, perubahan musim di Jupiter sangat kecil. Meskipun begitu, planet terbesar di tata surya ini memiliki rotasi yang sangat cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 jam untuk satu kali berputar. Saturnus memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 26,73 derajat. Kemiringan ini membuat Saturnus mengalami pergantian musim seperti Bumi. Namun, karena Saturnus membutuhkan waktu hampir 30 tahun untuk mengelilingi Matahari, setiap musim di sana berlangsung selama bertahun-tahun. Uranus memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 97,77 derajat, menjadikannya planet dengan sumbu rotasi paling ekstrem di tata surya. Uranus berputar seperti bola yang menggelinding di sisinya. Hal ini kemungkinan terjadi akibat tumbukan besar pada masa awal pembentukan planet. Akibatnya, setiap kutub Uranus dapat menghadap Matahari selama puluhan tahun. Neptunus memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 28,32 derajat. Seperti Uranus dan Saturnus, Neptunus juga mengalami musim. Namun karena satu tahun di Neptunus berlangsung sekitar 165 tahun Bumi, perubahan musimnya sangat lambat dan satu musim dapat berlangsung lebih dari 40 tahun. Menarik bukan? #razeerheduvibe #jjedukasi #Astronomy #masukberandafyp #4u
Baca penjelasan ini biar paham ⬇ Apa itu sumbu rotasi planet? Sumbu rotasi planet adalah garis imajiner yang melewati bagian tengah sebuah planet dan menjadi poros saat planet tersebut berputar. Setiap planet berputar pada sumbunya seperti bola yang berputar, dan putaran inilah yang menyebabkan terjadinya siang dan malam. Dan inilah perbedaan sumbu rotasi planet di tata surya kita ⬇. Merkurius memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 0,003 derajat, sehingga hampir tegak lurus terhadap bidang orbitnya. Karena kemiringannya sangat kecil, Merkurius hampir tidak mengalami perubahan musim seperti Bumi. Namun, planet ini memiliki perbedaan suhu yang sangat ekstrem antara siang dan malam karena hampir tidak memiliki atmosfer untuk menahan panas. Venus memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 177,4 derajat. Angka ini membuat Venus terlihat seperti berputar terbalik dibandingkan planet lain. Rotasinya disebut retrograde, yaitu berputar dari arah yang berlawanan. Akibatnya, Matahari di Venus akan tampak terbit dari arah yang berbeda dibandingkan Bumi. Bumi memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 23,44 derajat. Kemiringan inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya musim. Saat Bumi mengelilingi Matahari, bagian yang lebih condong ke arah Matahari mengalami musim panas, sedangkan bagian yang menjauh mengalami musim dingin. Mars memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 25,19 derajat, hampir mirip dengan Bumi. Karena itu, Mars juga mengalami musim yang berubah-ubah. Namun, karena jaraknya lebih jauh dari Matahari dan satu tahunnya lebih panjang, musim di Mars berlangsung hampir dua kali lebih lama dibandingkan musim di Bumi. Jupiter memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 3,13 derajat. Karena sumbunya hampir tegak, perubahan musim di Jupiter sangat kecil. Meskipun begitu, planet terbesar di tata surya ini memiliki rotasi yang sangat cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 jam untuk satu kali berputar. Saturnus memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 26,73 derajat. Kemiringan ini membuat Saturnus mengalami pergantian musim seperti Bumi. Namun, karena Saturnus membutuhkan waktu hampir 30 tahun untuk mengelilingi Matahari, setiap musim di sana berlangsung selama bertahun-tahun. Uranus memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 97,77 derajat, menjadikannya planet dengan sumbu rotasi paling ekstrem di tata surya. Uranus berputar seperti bola yang menggelinding di sisinya. Hal ini kemungkinan terjadi akibat tumbukan besar pada masa awal pembentukan planet. Akibatnya, setiap kutub Uranus dapat menghadap Matahari selama puluhan tahun. Neptunus memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 28,32 derajat. Seperti Uranus dan Saturnus, Neptunus juga mengalami musim. Namun karena satu tahun di Neptunus berlangsung sekitar 165 tahun Bumi, perubahan musimnya sangat lambat dan satu musim dapat berlangsung lebih dari 40 tahun. Menarik bukan? #razeerheduvibe #jjedukasi #Astronomy #masukberandafyp #4u

About