@eltarotdelola: Cosas que no aconsejo hacer el día 23 de junio #vidente

Lola
Lola
Open In TikTok:
Region: ES
Sunday 21 June 2026 21:30:47 GMT
20630
1586
43
181

Music

Download

Comments

anaantoniahernand0
Ana :
gracias por su sabio consejo
2026-06-21 22:30:12
5
mara.gonzales05
María Gonzales :
Yo decreto
2026-06-21 21:44:36
5
tst.esther.rosa
Tst Esther Rosa :
Gracias 🙂 excelente 👌 concejo. ❤️❤️❤️
2026-06-21 21:41:48
4
elenah13957
heElena13 :
gracias gracias ❤️❤️❤️
2026-06-21 21:40:07
4
zafarima20
H.Z.C :
Gracias por el consejo 💯
2026-06-21 22:42:42
4
elsita.brichetto
Elsita Brichetto :
❤️❤️❤️🥰🥰🥰💯💯💯💋💋💋🫶🫶🫶👍👍👍👌🙏👌👀👁️👁️💯💯
2026-06-21 22:14:28
4
holatodobien9s
Teamnegro🖤 :
🥰
2026-06-21 21:44:52
4
mirianoropeza8
L.M. :
Amor bendiciónes y gracias ☘️☘️☘️☘️
2026-06-21 22:10:50
3
mis14494
kira :
muchas gracias cariño Dios te bendiga mucho 🥰
2026-06-21 22:13:11
3
luzdary.garcia.ga
Luzdary Garcia Garcia :
gracias
2026-06-21 22:21:55
3
lu457719
lu :
lo decreto
2026-06-21 22:23:08
3
monica.alonso93
Monica Alonso :
🙏🙏🙏
2026-06-21 21:43:12
3
juana.ayllon5
Juana Ayllon :
Gracias Lola 🙏🙏🙏🙏
2026-06-21 21:55:06
3
nohemy_58
🌷 :
yo siempre hagp así que hablen con mi lomo les doy la espalda y yaaa
2026-06-21 22:05:42
2
alene186
purita Alene 14 :
muchas gracias
2026-06-21 22:51:52
2
elizabetharhens2
elizabetharhens2 :
amen
2026-06-21 23:25:19
1
argemorales2
arge :
hola
2026-06-22 01:09:42
0
diabla.infernal5
LA DIABLA👹👹☠️☠️🦂🦂 :
🥺🥺🥺
2026-06-22 00:45:35
0
argemorales2
arge :
una prejunta
2026-06-22 01:09:50
0
lapatrona1524
LEONELA CASTAÑEDA :
Amén 🙏🙏
2026-06-22 01:13:52
0
mamatina.terremoto
Mamátina :
gracias linda
2026-06-22 01:13:54
0
nancyjlbuw0
Nancy Zambrano :
gracias gracias gracias
2026-06-22 01:34:06
0
user2308887405295
Luisa :
gracias lola
2026-06-22 01:41:35
0
mariasepulveda750
Maria Sepulveda750 :
gracias, gracias gracias
2026-06-22 01:49:59
0
To see more videos from user @eltarotdelola, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di antara deretan lagu pop-rock klasik era 1970-an, “Self Pity” dari grup Belanda Lucifer menawarkan nuansa yang melankolis sekaligus reflektif. Lagu ini mengangkat tema tentang runtuhnya hubungan, hilangnya persahabatan, dan perasaan terluka yang perlahan berubah menjadi kesadaran bahwa meratapi diri sendiri tidak selalu menjadi jalan keluar. Liriknya menggambarkan dua orang yang saling menyakiti, terjebak dalam kebohongan dan emosi yang tidak terselesaikan, hingga akhirnya menyadari bahwa air mata yang mereka keluarkan lebih banyak berasal dari rasa kasihan terhadap diri sendiri daripada kesedihan yang sesungguhnya. Secara musikal, “Self Pity” tampil dengan aransemen yang sederhana namun efektif. Melodi yang lembut berpadu dengan vokal penuh perasaan menciptakan atmosfer sendu yang memperkuat pesan lagu. Alih-alih menyalahkan satu pihak, lagu ini justru terasa dewasa karena mengakui bahwa kedua belah pihak memiliki andil dalam kehancuran hubungan tersebut. Pesan inilah yang membuat “Self Pity” tetap relevan hingga sekarang, karena banyak orang pernah berada dalam situasi ketika mereka harus memilih antara terus meratapi keadaan atau menghadapi kenyataan dengan jujur. Fakta menariknya, “Self Pity” merupakan bagian dari album Margriet yang dirilis pada 1977 dan ditulis oleh Margriet Eshuijs, salah satu sosok penting dalam musik pop Belanda. Lagu ini juga menampilkan sentuhan aransemen dari Thijs van Leer, musisi legendaris yang dikenal sebagai pendiri grup progresif rock Focus. Kolaborasi tersebut memberikan warna musikal yang membuat “Self Pity” terdengar lebih kaya dibanding banyak lagu pop seangkatannya. Meski tidak termasuk lagu yang sangat populer secara global, “Self Pity” memiliki daya tarik tersendiri bagi penikmat musik klasik karena menawarkan lirik yang jujur dan emosional. Lagu ini menjadi pengingat bahwa terkadang langkah paling sulit setelah sebuah perpisahan bukanlah melupakan seseorang, melainkan berhenti tenggelam dalam rasa kasihan terhadap diri sendiri. #journeyalist #lagulawas #oldsong #memories #nostalgia
Di antara deretan lagu pop-rock klasik era 1970-an, “Self Pity” dari grup Belanda Lucifer menawarkan nuansa yang melankolis sekaligus reflektif. Lagu ini mengangkat tema tentang runtuhnya hubungan, hilangnya persahabatan, dan perasaan terluka yang perlahan berubah menjadi kesadaran bahwa meratapi diri sendiri tidak selalu menjadi jalan keluar. Liriknya menggambarkan dua orang yang saling menyakiti, terjebak dalam kebohongan dan emosi yang tidak terselesaikan, hingga akhirnya menyadari bahwa air mata yang mereka keluarkan lebih banyak berasal dari rasa kasihan terhadap diri sendiri daripada kesedihan yang sesungguhnya. Secara musikal, “Self Pity” tampil dengan aransemen yang sederhana namun efektif. Melodi yang lembut berpadu dengan vokal penuh perasaan menciptakan atmosfer sendu yang memperkuat pesan lagu. Alih-alih menyalahkan satu pihak, lagu ini justru terasa dewasa karena mengakui bahwa kedua belah pihak memiliki andil dalam kehancuran hubungan tersebut. Pesan inilah yang membuat “Self Pity” tetap relevan hingga sekarang, karena banyak orang pernah berada dalam situasi ketika mereka harus memilih antara terus meratapi keadaan atau menghadapi kenyataan dengan jujur. Fakta menariknya, “Self Pity” merupakan bagian dari album Margriet yang dirilis pada 1977 dan ditulis oleh Margriet Eshuijs, salah satu sosok penting dalam musik pop Belanda. Lagu ini juga menampilkan sentuhan aransemen dari Thijs van Leer, musisi legendaris yang dikenal sebagai pendiri grup progresif rock Focus. Kolaborasi tersebut memberikan warna musikal yang membuat “Self Pity” terdengar lebih kaya dibanding banyak lagu pop seangkatannya. Meski tidak termasuk lagu yang sangat populer secara global, “Self Pity” memiliki daya tarik tersendiri bagi penikmat musik klasik karena menawarkan lirik yang jujur dan emosional. Lagu ini menjadi pengingat bahwa terkadang langkah paling sulit setelah sebuah perpisahan bukanlah melupakan seseorang, melainkan berhenti tenggelam dalam rasa kasihan terhadap diri sendiri. #journeyalist #lagulawas #oldsong #memories #nostalgia

About