@tu_eresimportante: #dios #diosconmigo #espiritualidad #parati #paratiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

TÚ ERES IMPORTANTE
TÚ ERES IMPORTANTE
Open In TikTok:
Region: MX
Monday 22 June 2026 04:47:25 GMT
2347
108
2
19

Music

Download

Comments

amor.propiogladis
amor propioGladis Serna :
tu nuncas nos suelta dios 🙏🙏🙏
2026-07-02 12:24:01
2
antonioexequielpavezquin
Antonio Pavez Quinteros :
amen gracias a Dios que nos ayuda a sanar
2026-06-22 05:24:51
1
To see more videos from user @tu_eresimportante, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov || pt 3
#pov || pt 3 "Ini dipakai, biar nggak kedinginan lagi." Riki menghentikan langkahnya tepat di depanmu, lalu menyodorkan sebuah jaket yang sejak tadi tersampir di lengannya. Kamu menatap jaket itu beberapa detik sebelum mendongak dengan tatapan bingung. "Loh... terus kamu?" tanyamu setengah tidak percaya. "Aku masih pakai fleece, ini lebih tebal." Jawabnya singkat sambil menggeser pandangan ke arah lain. Kamu perlahan menerima jaket itu—kehangatannya masih terasa, seolah baru saja dilepas dari tubuh Riki. "Makasih..." gumammu nyaris tak terdengar. Riki hanya mengangguk kecil, lalu kembali berjalan lebih dulu meninggalkanmu tanpa sepatah kata tambahan. Kamu memeluk jaket itu sebentar sebelum akhirnya memakainya, dan entah kenapa rasanya jauh lebih hangat dibanding jaketmu sendiri. ~~~ Setelah selesai makan malam, seluruh anggota tim kembali berkumpul mengelilingi api unggun kecil. Jay membuka tablet berisi jadwal syuting sambil sesekali melihat catatan di tangannya dengan kening berkerut. "Oke, besok kita masuk area hutan." Ucapnya tanpa mengalihkan pandangan dari layar. "Gue pengen konsepnya lebih hidup, jangan cuma jalan sama narasi." Jake mengangkat tangan lebih dulu dengan semangat. "Gimana kalau kita bikin format eksplorasi? Y/n yang jalan duluan, nanti kita selipin reaction pas nemu satwa." Jay langsung menggeleng tegas. "Kurang kuat." Vani ikut menimpali sambil bersandar pada batang pohon terdekat. "Atau kita bikin kayak diary perjalanan? Lagi banyak yang suka konsep begitu." Jay kembali menggeleng dengan ekspresi kesal. "Pasaran." Kamu yang sejak tadi hanya mendengarkan akhirnya memberanikan diri membuka suara. "Mas... kalau menurut aku—" Belum sempat kalimatmu selesai, Jay langsung memotong dengan nada tajam. "Lo nggak usah ikut campur." Suasana langsung membeku—Jay bahkan tidak menoleh kepadamu, matanya tetap terpaku pada tablet di tangannya. "Semua ini berantakan juga gara-gara ulah tolol lo." Jantungmu seperti berhenti sesaat, kata-kata itu menusuk tepat di dada. "Kita kehilangan banyak momen gara-gara lo klemar-klemer." Kamu menggenggam kedua tanganmu di atas lutut, kuku jari hampir menusuk telapak tangan. Vani langsung menoleh dengan ekspresi khawatir. "Jay... udah." "Apanya yang udah?" Jay mendengkus kesal, tabletnya ditutup dengan kasar. "Sunrise hilang, kamera rusak, jadwal berantakan." Jake mengusap wajahnya pelan sambil menghela napas panjang. "Ya tapi jangan ngomong kayak gitu juga." Jay mengabaikannya sepenuhnya. "Kalau dari awal gue tahu bakal begini, mending gue cari reporter lain." Kamu menundukkan kepala—tenggorokanmu mulai terasa sesak, matamu memanas meski kamu berusaha keras menahannya. Dengan susah payah kamu menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya bersuara. "Yaudah..." suaramu terdengar pelan, nyaris tertelan suara api unggun. Semua spontan menoleh padamu. "Kalau emang itu yang Mas Jay pikirin, aku bakal—" "Bakal apa?" potong Jay cepat, tatapannya tajam menusuk. "Bakal balik? Sana balik sendiri!" Kalimat itu seperti menamparmu tepat di wajah—matamu langsung memanas, genangan air mulai terbentuk di sudut mata. "Jay, jangan gitu lah." Jake berdiri dari duduknya dengan gerakan cepat. "Y/n cewek." "Terus kenapa kalau cewek?" Balas Jay dengan nada tinggi. "Ya tetap ada batasnya." Ujar Jake tegas. Sunoo ikut berdiri di sisi Jake, wajahnya jarang sekali terlihat seserius ini. "Jay, udah cukup." Namun kamu sudah lebih dulu bangkit sebelum ada yang bisa menghentikanmu. Kamu langsung membalikkan badan dan berjalan cepat menuju tenda, langkahmu terburu-buru hampir tersandung batu. "Y/n, tunggu!" Teriak Sunoo dari belakang, dan kamu mendengar langkahnya buru-buru mengejarmu. Suasana kembali hening dan tidak ada satu pun yang berbicara. Vani menunduk, Jake memijat pangkal hidungnya, dan Jay masih mendengus kesal di kursinya. Sampai akhirnya terdengar suara kursi lipat bergeser kasar—Riki berdiri. +comsec #enhypen #nishimurariki #ni_ki #enhypenau

About