ciwo :
sedihnya, terkadang saking seringnya dimaklumi, saking seringnya dimaafkan justru semakin seenaknya sendiri. mengulang kesalahan yang sama, berkali kali. dengan pemikiran, pasti akan di maafkan lagi, lagi, lagi, dan lagi. sampai lupa bahwa yang dikira akan selalu memaafkan itu sebenarnya juga punya titik jenuh pemakluman. kata orang, batas sabar itu tidak ada, tapi bukan berarti terus menerus membiarkan diri sendiri disakiti sampai psikis dan fisiknya terganggu, kan?
jadi, kalau ada yang pada akhirnya pergi setelah menjalani hubungan yang cukup lama, itu bukan berarti karena sabarnya habis. lebih dari itu, ia sedang ingin menyelamatkan dirinya sendiri, dari luka luka yang tanpa sadar perlahan mengikis kewarasannya. ia sedang ingin mengembalikan hidupnya agar benar benar hidup lagi, seperti dulu.
2026-07-28 14:13:47