@tere_vastey: #foryoupage❤️❤️#fyp#viralvideos#viral#🔥

ਤੇਰੇ ਵਾਸਤੇ❤️✍🏻
ਤੇਰੇ ਵਾਸਤੇ❤️✍🏻
Open In TikTok:
Region: CY
Monday 22 June 2026 08:18:33 GMT
456
37
0
5

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @tere_vastey, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pov: Malam itu jam di dinding baru menunjukkan pukul delapan. Setelah hampir satu jam membereskan beberapa barang di kamar, kamu akhirnya menyerah pada rasa lapar yang sejak tadi terus mengganggu. Pernikahan kalian sudah berjalan seminggu. Seminggu tinggal serumah dengan Park Sunghoon ternyata… aneh. Walau kamu juga harus mengakui…tidak sepenuhnya buruk. Kalian masih sering saling menyebalkan, masih mudah berdebat hanya karena hal-hal kecil, dan masih sama-sama menjaga jarak dengan cara yang tidak pernah benar-benar dibicarakan.  Di pantry, kamu menuang air dingin ke dalam gelas. Suara air yang jatuh memenuhi ruangan kecil itu sampai langkah kaki dari arah lorong membuatmu menoleh. Sunghoon keluar dari kamarnya. Dan entah kenapa… malam ini dia terlihat berbeda. Kaos hitam polos dengan lengan yang tergulung santai membuat bahunya tampak semakin lebar. Rambutnya tertata rapi, seperti habis benar-benar dirapikan, dan aroma parfumnya sangat tercium saat dia berjalan mendekat. Kamu sempat melirik sedikit terlalu lama. “Ya… gue tau gue ganteng.” Kamu langsung tersadar. Sunghoon berdiri di ambang dapur sambil menatapmu dengan satu alis terangkat, sudah dipastikan ia menyadari tatapanmu tadi. Kamu buru-buru membuang muka, pura-pura fokus pada gelas di tanganmu. “Narsis banget,” gumammu pelan. “Loh itu fakta. Real.” jawabnya santai sambil membuka kulkas. Kamu mendengus dan berdecak kecil. Dia tertawa kecil lagi sebelum akhirnya mengambil minuman dari kulkas. “Gue mau keluar bentar,” ucapnya kemudian. Kamu hanya mengangguk kecil sambil minum. Saat kamu menoleh, dia sedang memperhatikanmu. “Kenapa?” “Lo gak nanya gue mau ke mana?” Kamu menaikkan sebelah alis. “Emang harus?” “Ya biasanya istri suka nanya-nanya.” “Terserah kamu, kalau mau keluar ya silahkan.” Sunghoon menghela napas panjang. Sepertinya ia mengharap respon yang lain. “Gue mau ketemu temen,” katanya lagi.  “Mungkin… ada ceweknya juga.” Kamu yang baru saja minum langsung berhenti. Tatapanmu otomatis beralih ke arahnya. Sunghoon langsung menyadarinya. Dan sialnya, dia malah terlihat senang dan wajah tengil nya muncul kembali. “Kenapa?” “Gak kenapa-kenapa.” “Cemburu?” “Hah?” Kamu hampir tersedak.  Sunghoon tertawa pelan, benar-benar menikmati reaksimu. “Berarti iya.” “Ya enggak lah,” bantahmu cepat. “Ngapain juga aku cemburu.” “Masa suami semantep gue nggak dicemburuin sih, aneh lo.” katanya santai sambil menyandarkan tubuh di meja dapur.  Kamu langsung mendelik. “Nggak ada yang bilang kamu semantep itu.” “Loh? Terus ini apa?” Dia menunjuk dirinya sendiri.  Kamu menatapnya beberapa detik, lalu memasang wajah seolah ingin muntah. Sunghoon langsung tertawa lepas melihat ekspresimu. Kamu menggeleng malas lalu berjalan meninggalkan pantry, berniat kembali ke kamar sebelum pria itu semakin aneh. Tapi baru beberapa langkah suaranya kembali menghentikanmu. “Ayo ikut.” Kamu menoleh perlahan. “Aku?” “Ya iyalah.” Dia bersandar santai di meja dapur. “Masa gue ngajak satpam komplek.” Kamu mengernyit. “Gak ah.” “Kenapa lagi?” “Aku gak kenal temen-temen kamu.” Sunghoon menatapmu beberapa detik, lalu berjalan mendekat. “Ya makanya dikenalin.” “Malas.” “Ck, Ayolah.” “Kamu aja sana.” Dia berdiri tepat di depanmu sekarang. Tidak terlalu dekat, tapi membuatmu harus mendongak sedikit kalau mau menatap matanya. “Sekalian makan,” katanya lebih pelan. “Lo lapar kan?” Dan menyebalkannya… dia benar. Perutmu bahkan seperti ikut mengiyakan. “Nah gitu dong.” “Aku belum ngomong apa-apa?!” alismu terangkat sedikit. Sunghoon malah tersenyum tipis. “Gue lebih faham sama lo.” “Udah ah cepetan siap-siap sana,” ujarnya sambil membuka ponselnya. “Gue tungguin.” Kamu sempat berjalan beberapa langkah sebelum akhirnya berhenti dan menoleh lagi. “Emang… beneran gak ganggu?” Sunghoon mengangkat kepala dari ponselnya. Tatapannya sedikit melembut. “Enggak sama sekali Y/n.” “Oke.” Kamu langsung mengangguk kecil dan segera berbalik sebelum ia menyadari bahwa kamu mengulum senyum dibibirmu. (+ di sl ya) #pov #sunghoonenhypen #sunghoonedit #foryou #foryoupage
Pov: Malam itu jam di dinding baru menunjukkan pukul delapan. Setelah hampir satu jam membereskan beberapa barang di kamar, kamu akhirnya menyerah pada rasa lapar yang sejak tadi terus mengganggu. Pernikahan kalian sudah berjalan seminggu. Seminggu tinggal serumah dengan Park Sunghoon ternyata… aneh. Walau kamu juga harus mengakui…tidak sepenuhnya buruk. Kalian masih sering saling menyebalkan, masih mudah berdebat hanya karena hal-hal kecil, dan masih sama-sama menjaga jarak dengan cara yang tidak pernah benar-benar dibicarakan. Di pantry, kamu menuang air dingin ke dalam gelas. Suara air yang jatuh memenuhi ruangan kecil itu sampai langkah kaki dari arah lorong membuatmu menoleh. Sunghoon keluar dari kamarnya. Dan entah kenapa… malam ini dia terlihat berbeda. Kaos hitam polos dengan lengan yang tergulung santai membuat bahunya tampak semakin lebar. Rambutnya tertata rapi, seperti habis benar-benar dirapikan, dan aroma parfumnya sangat tercium saat dia berjalan mendekat. Kamu sempat melirik sedikit terlalu lama. “Ya… gue tau gue ganteng.” Kamu langsung tersadar. Sunghoon berdiri di ambang dapur sambil menatapmu dengan satu alis terangkat, sudah dipastikan ia menyadari tatapanmu tadi. Kamu buru-buru membuang muka, pura-pura fokus pada gelas di tanganmu. “Narsis banget,” gumammu pelan. “Loh itu fakta. Real.” jawabnya santai sambil membuka kulkas. Kamu mendengus dan berdecak kecil. Dia tertawa kecil lagi sebelum akhirnya mengambil minuman dari kulkas. “Gue mau keluar bentar,” ucapnya kemudian. Kamu hanya mengangguk kecil sambil minum. Saat kamu menoleh, dia sedang memperhatikanmu. “Kenapa?” “Lo gak nanya gue mau ke mana?” Kamu menaikkan sebelah alis. “Emang harus?” “Ya biasanya istri suka nanya-nanya.” “Terserah kamu, kalau mau keluar ya silahkan.” Sunghoon menghela napas panjang. Sepertinya ia mengharap respon yang lain. “Gue mau ketemu temen,” katanya lagi. “Mungkin… ada ceweknya juga.” Kamu yang baru saja minum langsung berhenti. Tatapanmu otomatis beralih ke arahnya. Sunghoon langsung menyadarinya. Dan sialnya, dia malah terlihat senang dan wajah tengil nya muncul kembali. “Kenapa?” “Gak kenapa-kenapa.” “Cemburu?” “Hah?” Kamu hampir tersedak. Sunghoon tertawa pelan, benar-benar menikmati reaksimu. “Berarti iya.” “Ya enggak lah,” bantahmu cepat. “Ngapain juga aku cemburu.” “Masa suami semantep gue nggak dicemburuin sih, aneh lo.” katanya santai sambil menyandarkan tubuh di meja dapur. Kamu langsung mendelik. “Nggak ada yang bilang kamu semantep itu.” “Loh? Terus ini apa?” Dia menunjuk dirinya sendiri. Kamu menatapnya beberapa detik, lalu memasang wajah seolah ingin muntah. Sunghoon langsung tertawa lepas melihat ekspresimu. Kamu menggeleng malas lalu berjalan meninggalkan pantry, berniat kembali ke kamar sebelum pria itu semakin aneh. Tapi baru beberapa langkah suaranya kembali menghentikanmu. “Ayo ikut.” Kamu menoleh perlahan. “Aku?” “Ya iyalah.” Dia bersandar santai di meja dapur. “Masa gue ngajak satpam komplek.” Kamu mengernyit. “Gak ah.” “Kenapa lagi?” “Aku gak kenal temen-temen kamu.” Sunghoon menatapmu beberapa detik, lalu berjalan mendekat. “Ya makanya dikenalin.” “Malas.” “Ck, Ayolah.” “Kamu aja sana.” Dia berdiri tepat di depanmu sekarang. Tidak terlalu dekat, tapi membuatmu harus mendongak sedikit kalau mau menatap matanya. “Sekalian makan,” katanya lebih pelan. “Lo lapar kan?” Dan menyebalkannya… dia benar. Perutmu bahkan seperti ikut mengiyakan. “Nah gitu dong.” “Aku belum ngomong apa-apa?!” alismu terangkat sedikit. Sunghoon malah tersenyum tipis. “Gue lebih faham sama lo.” “Udah ah cepetan siap-siap sana,” ujarnya sambil membuka ponselnya. “Gue tungguin.” Kamu sempat berjalan beberapa langkah sebelum akhirnya berhenti dan menoleh lagi. “Emang… beneran gak ganggu?” Sunghoon mengangkat kepala dari ponselnya. Tatapannya sedikit melembut. “Enggak sama sekali Y/n.” “Oke.” Kamu langsung mengangguk kecil dan segera berbalik sebelum ia menyadari bahwa kamu mengulum senyum dibibirmu. (+ di sl ya) #pov #sunghoonenhypen #sunghoonedit #foryou #foryoupage

About