@danzpsj28: Adidas 🤝 Persija Klub besar, apparel besar. Saatnya menyambut era baru Macan Kemayoran! 🔥🔴⚪ #persija #jakarta #persijajakarta #adidas #tiktok

JAKMANIA SUKATANI 🔸
JAKMANIA SUKATANI 🔸
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 22 June 2026 09:06:00 GMT
33042
4684
44
294

Music

Download

Comments

alifv688
🍉UR-Cyruszz :
peralta kapan welcome euy😭
2026-06-22 09:18:39
27
abisultan168
abi Ilham A.md.ikom :
ada yang iri boss jangan panas yh tetangga sebelah yh 😂😂
2026-06-22 16:41:23
6
alzzftoconner
AlzzSoftSpoken :
let's go son
2026-06-22 12:09:55
0
naizarrr_14
Who's_Zarr🕷 :
patynama mlh potensi nya jadi ba nya ini😭😭🙏🗿
2026-06-22 11:13:50
10
dinan.z.romadhon
EVOSFAms🚀🌟 :
wih keren banget jack, selamat ya💙🧡
2026-06-23 02:10:41
0
sgddanzz1
Danzz No Weak 亗 :
akhirnya adinda resmi juga
2026-06-22 10:00:31
1
raanedit28
𝐑𝐀𝐀𝐍 𝐅𝐎𝐎𝐓𝐁𝐀𝐋𝐋🔹 :
ngeri y maenya garis tiga 🤭
2026-06-22 09:19:59
5
ibnuyoooo
ib :
2026-06-22 10:16:24
2
stirarmdhni23
stria_stecu23 :
2026-06-22 23:50:18
0
habilprset
Bilzzfootball. :
second
2026-06-22 09:12:58
0
bekahmubajir
BMW :
so Abang abangan
2026-06-22 11:09:51
0
maxx.nyx_
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ :
sukatani nya mana mas kebetulan saya sukatani, deket pasar bancong🙏😁😁
2026-06-22 16:44:36
0
zuber6331
Persija Jakarta :
ke 1king
2026-06-22 09:12:41
0
fauzan_maulana260
Udann★🔥 :
ini Jakmania Sukatani Purwakarta bukan?
2026-06-22 09:57:19
0
emil.jr20222
@￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴ :
ada pemain baru
2026-06-22 10:35:58
0
quytrabuskece001
❤️🤍*UVT012||QUYTRA*🤍❤️ :
𝚐𝚊𝚛𝚒𝚜 𝚝𝚒𝚐𝚊 𝚎𝚢
2026-06-22 12:03:07
0
gusti.zxr
GUSTI 🥀 :
komen pertama min follback dong
2026-06-22 09:11:04
0
tera.creator.footbal2k26
𝗖𝗣𝗝 || 𝗧𝗘𝗥𝗔𝗞𝗭 :
lb
2026-06-22 09:33:29
1
gersa_ns
gersa_ns :
STY UDAH PERALTA UDAH ADIDAS X PERSIJA UDAH BUS LISTRIK UDAH INDAHNYA JADI THE JAK MANIA WUAHAHAHAHAHA
2026-06-22 15:19:20
1
marzzallstars
Mrz🇬🇧👀 :
Welcome to League 1, it's ready to be messed around with👀🙏🏻
2026-06-22 17:21:42
0
fahrzzhafran
k for fahrzz🧢🧢👑 :
Adidas Persija x kelme persib selesai tu super league 💀
2026-06-22 15:42:39
0
qaseriopqaserfiopqase
qaserioprfqaseiopqaser :
2026-06-22 10:07:35
0
ade.abdilah1
Ade abdilah123 :
🥰🥰🥰
2026-06-23 02:13:15
0
citra4637
citraa :
🥰🥰🥰
2026-06-23 02:21:59
0
To see more videos from user @danzpsj28, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov || “Ini kenapa jadwal kamu lebih padat dari hidup kakak, ya reyy…” gumammu setengah heran. Saat ini kamu tengah duduk santai di sofa ruang kerja milik papa Reyna, sekaligus bosmu dikantor ini.  satu kaki sudah terlipat naik. Di tanganmu, iPad terbuka menampilkan jadwal Reyna yang penuh warna—les ini, kursus itu, belum lagi kegiatan sekolah yang seolah nggak ada habisnya. Di sebelahmu, Reyna yang baru kamu jemput dari les malah duduk santai, sepatu masih setengah terlepas, wajahnya sama sekali nggak menunjukkan tanda-tanda stres. “Kak, kamu umurnya berapa sih tahun ini?” Pertanyaan itu datang begitu saja. Random. Tanpa aba-aba. Nggak ada hubungannya sama sekali sama jadwal yang lagi kamu lihat. Jemari kamu yang tadi lagi scroll langsung berhenti. “Hah?” kamu menoleh. “Tiba-tiba banget nanya umur. Reyna lagi sensus penduduk, ya?” “Ihhh bukan!” dia langsung protes, sedikit menegakkan badan. “Rey lagi observasi. Penting ini.” Kamu menyipitkan mata, menahan senyum. Observasi, katanya. Baru juga duduk di kantor bapaknya, udah mulai interogasi orang. “Hmm… umur ya…” kamu pura-pura mikir, iPad di tanganmu kamu turunin sedikit. “Tahun ini… 28.” Kamu lalu melirik dia lagi, sengaja senyum tipis. “Kenapa? Masih pantes dipanggil kakak, atau udah harus siap-siap naik pangkat jadi tante?” Reyna langsung ketawa lepas. “Kakak mah masih ‘kakak-kakak’ banget. Tante tuh nanti aja kalau udah mulai nyuruh-nyuruh anak orang.” “Oh, jadi sekarang belum galak ya?” “Belum. Tapi vibes-nya udah ada dikit.” Kamu langsung menatap dia datar. “Reyna…” “Iya, calon tante?” “kamu mau kakak laporin ke papa kamu sekarang? Soal ketos yang kapan hari itu?” Reyna bukannya takut, malah makin ketawa. “Kakak jahat banget, masa bawa-bawa itu!” “Lah, kamu duluan yang mulai.” kamu membalas santai, alis sedikit terangkat. Ruang kerja yang biasanya terasa formal dan kaku itu mendadak jadi lebih hidup, dipenuhi suara tawa yang jelas-jelas tidak sesuai dengan suasana kantor. Dan tepat di saat itu, pintu terbuka. “Rey—” Suara itu langsung terhenti. Kamu refleks menoleh. Dan dalam sepersekian detik, kakimu yang tadi santai terlipat langsung turun. Punggungmu tegak. iPad kembali kamu pegang dengan posisi “siap kerja”. Mode santai tadi? Hilang seketika. “Pak.” Jay berdiri di ambang pintu, ekspresinya datar seperti biasa. Jasnya rapi, tatapannya tajam dan cepat menyapu ruangan, berhenti sepersekian detik lebih lama ke arah kamu. Lalu kembali netral. “Sudah selesai lesnya?” tanyanya ke Reyna. Nada suaranya tenang. Profesional. Tidak ada sisa kehangatan dari tawa yang tadi masih menggema. “Udah, daddy.” jawab Reyna santai, masih menyisakan senyum. Jay mengangguk singkat, lalu matanya beralih ke iPad di tanganmu. “Jadwalnya?” “Sudah saya cek, Pak. Tapi… cukup padat. Ada beberapa yang berpotensi bentrok minggu depan.” Nada suaramu berubah otomatis—rapi, formal, tanpa celah. Jay mendekat beberapa langkah. “Coba saya liat.” Kamu sedikit bergeser, memberi ruang. iPad kamu arahkan ke arahnya. Sekarang Jay sudah berdiri di sampingmu. Cukup dekat untuk melihat layar. Terlalu dekat untuk kamu merasa benar-benar santai. “Di sini, Pak. Hari Rabu, les Bahasa mandarin dan latihan Olimpiade waktunya hampir bersamaan.” Jay mengangguk pelan, memperhatikan. Ekspresinya tetap sama. Fokus. Dingin. Tapi, tatapannya sempat turun sebentar. Ke arah tanganmu yang masih memegang ipad. Cepat. Hampir tidak terlihat. “Pindahkan yang ini ke hari Kamis.” ujarnya singkat. “Baik, Pak.” Kamu langsung mencatat. Di sofa, Reyna memperhatikan kalian berdua, diam, tapi dengan senyum tipis yang mencurigakan. “Daddy, capek.” Reyna tiba-tiba mengeluh, sengaja menjatuhkan tubuhnya kembali ke sofa. Jay hanya melirik sekilas. “Kalau capek, istirahat di rumah rey, bukan malah ke kantor buat ngeganggu. Daddy lagi kerja.” Nadanya datar. Tegas. Tanpa emosi. Terdengar seperti teguran biasa seorang ayah yang sedang sibuk. Reyna mendengus pelan. “Padahal aku nggak ganggu…” gumamnya, cukup keras untuk terdengar. (lanjut di comsec+++)  #jay #jayenhypen #jaypov #fyp
#pov || “Ini kenapa jadwal kamu lebih padat dari hidup kakak, ya reyy…” gumammu setengah heran. Saat ini kamu tengah duduk santai di sofa ruang kerja milik papa Reyna, sekaligus bosmu dikantor ini. satu kaki sudah terlipat naik. Di tanganmu, iPad terbuka menampilkan jadwal Reyna yang penuh warna—les ini, kursus itu, belum lagi kegiatan sekolah yang seolah nggak ada habisnya. Di sebelahmu, Reyna yang baru kamu jemput dari les malah duduk santai, sepatu masih setengah terlepas, wajahnya sama sekali nggak menunjukkan tanda-tanda stres. “Kak, kamu umurnya berapa sih tahun ini?” Pertanyaan itu datang begitu saja. Random. Tanpa aba-aba. Nggak ada hubungannya sama sekali sama jadwal yang lagi kamu lihat. Jemari kamu yang tadi lagi scroll langsung berhenti. “Hah?” kamu menoleh. “Tiba-tiba banget nanya umur. Reyna lagi sensus penduduk, ya?” “Ihhh bukan!” dia langsung protes, sedikit menegakkan badan. “Rey lagi observasi. Penting ini.” Kamu menyipitkan mata, menahan senyum. Observasi, katanya. Baru juga duduk di kantor bapaknya, udah mulai interogasi orang. “Hmm… umur ya…” kamu pura-pura mikir, iPad di tanganmu kamu turunin sedikit. “Tahun ini… 28.” Kamu lalu melirik dia lagi, sengaja senyum tipis. “Kenapa? Masih pantes dipanggil kakak, atau udah harus siap-siap naik pangkat jadi tante?” Reyna langsung ketawa lepas. “Kakak mah masih ‘kakak-kakak’ banget. Tante tuh nanti aja kalau udah mulai nyuruh-nyuruh anak orang.” “Oh, jadi sekarang belum galak ya?” “Belum. Tapi vibes-nya udah ada dikit.” Kamu langsung menatap dia datar. “Reyna…” “Iya, calon tante?” “kamu mau kakak laporin ke papa kamu sekarang? Soal ketos yang kapan hari itu?” Reyna bukannya takut, malah makin ketawa. “Kakak jahat banget, masa bawa-bawa itu!” “Lah, kamu duluan yang mulai.” kamu membalas santai, alis sedikit terangkat. Ruang kerja yang biasanya terasa formal dan kaku itu mendadak jadi lebih hidup, dipenuhi suara tawa yang jelas-jelas tidak sesuai dengan suasana kantor. Dan tepat di saat itu, pintu terbuka. “Rey—” Suara itu langsung terhenti. Kamu refleks menoleh. Dan dalam sepersekian detik, kakimu yang tadi santai terlipat langsung turun. Punggungmu tegak. iPad kembali kamu pegang dengan posisi “siap kerja”. Mode santai tadi? Hilang seketika. “Pak.” Jay berdiri di ambang pintu, ekspresinya datar seperti biasa. Jasnya rapi, tatapannya tajam dan cepat menyapu ruangan, berhenti sepersekian detik lebih lama ke arah kamu. Lalu kembali netral. “Sudah selesai lesnya?” tanyanya ke Reyna. Nada suaranya tenang. Profesional. Tidak ada sisa kehangatan dari tawa yang tadi masih menggema. “Udah, daddy.” jawab Reyna santai, masih menyisakan senyum. Jay mengangguk singkat, lalu matanya beralih ke iPad di tanganmu. “Jadwalnya?” “Sudah saya cek, Pak. Tapi… cukup padat. Ada beberapa yang berpotensi bentrok minggu depan.” Nada suaramu berubah otomatis—rapi, formal, tanpa celah. Jay mendekat beberapa langkah. “Coba saya liat.” Kamu sedikit bergeser, memberi ruang. iPad kamu arahkan ke arahnya. Sekarang Jay sudah berdiri di sampingmu. Cukup dekat untuk melihat layar. Terlalu dekat untuk kamu merasa benar-benar santai. “Di sini, Pak. Hari Rabu, les Bahasa mandarin dan latihan Olimpiade waktunya hampir bersamaan.” Jay mengangguk pelan, memperhatikan. Ekspresinya tetap sama. Fokus. Dingin. Tapi, tatapannya sempat turun sebentar. Ke arah tanganmu yang masih memegang ipad. Cepat. Hampir tidak terlihat. “Pindahkan yang ini ke hari Kamis.” ujarnya singkat. “Baik, Pak.” Kamu langsung mencatat. Di sofa, Reyna memperhatikan kalian berdua, diam, tapi dengan senyum tipis yang mencurigakan. “Daddy, capek.” Reyna tiba-tiba mengeluh, sengaja menjatuhkan tubuhnya kembali ke sofa. Jay hanya melirik sekilas. “Kalau capek, istirahat di rumah rey, bukan malah ke kantor buat ngeganggu. Daddy lagi kerja.” Nadanya datar. Tegas. Tanpa emosi. Terdengar seperti teguran biasa seorang ayah yang sedang sibuk. Reyna mendengus pelan. “Padahal aku nggak ganggu…” gumamnya, cukup keras untuk terdengar. (lanjut di comsec+++) #jay #jayenhypen #jaypov #fyp

About