@balance.over.burnout: 1️⃣ I stopped waiting for life to calm down. It never does. There’s always another season, another fire to put out, another excuse to delay your life. I stopped waiting for peace and started building inside the chaos. 2️⃣ I stopped outsourcing my security. To employers. To promotions. To a job that could be taken away without a second thought. I wanted something that didn’t disappear because someone else made a decision that impacted MY family - but not their own. 3️⃣ I stopped accepting mum guilt as the cost of providing. This was the real breaking point. I was done taking exhaustion, stress, and resentment from someone else’s BS… and carrying it home to my kids. I refused to normalise snapping, numbing out, or missing moments - then lying awake drowning in guilt about it. I didn’t need to be a “better mum.” I needed a better system. 4️⃣ I learned how real leverage actually works. Not more hustle. Not longer hours. Not doing everything myself. Systems. Simplicity. Something that compounds - instead of constantly asking for more from me. 5️⃣ I backed myself before I had proof. That was the BIG shift. Not confidence. Not certainty. Decision. I’m not saying I’ve got it all figured out. But I am saying this… 39 doesn’t feel like the end of anything. It feels like clarity. And if you’re standing on the edge of a new decade thinking, “I can’t do another year like this where my kids are suffering from someone else’s 💩” - You’re being called forward. This next chapter isn’t about starting over. It’s about starting properly. Comment “39” and I’ll show you the exact steps. #workingmumlife #corporatemum #mumsontiktok #motherhoodunfiltered #workingmum

Leah - balance.over.burnout
Leah - balance.over.burnout
Open In TikTok:
Region: GB
Monday 22 June 2026 10:01:32 GMT
742
5
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @balance.over.burnout, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kebiasaan buruk kita: kelewat gampang dibikin panas dan marah-marah sebelum benar-benar paham duduk perkaranya. Begitu muncul judul berita raksasa
Kebiasaan buruk kita: kelewat gampang dibikin panas dan marah-marah sebelum benar-benar paham duduk perkaranya. Begitu muncul judul berita raksasa "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN", linimasa langsung meledak. Sumbu pendek pada nyala, nuduh seolah-olah Presiden pakai uang rakyat buat ibadah pribadinya. Tolong pakai akal sehat dan stop telan mentah-mentah framing murahan ini! Kita harus mulai cerdas membedakan posisi. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada posisi beliau sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, urusan kurban personal ya pakai uang pribadi. Tapi, 1.098 sapi ini statusnya adalah Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Namanya saja sudah sangat jelas: Bantuan untuk masyarakat! Kenapa pakai APBN? Ya karena ini murni program resmi negara yang dimandatkan melalui jabatan Presiden. Sapi-sapi ini tidak lari ke Istana, bukan buat keluarga Presiden, dan apalagi buat pesta pejabat. Sapi ini disalurkan merata ke daerah-daerah pelosok, pesantren, ormas Islam, tokoh agama, dan masyarakat luas! Kalian mau mengkritik? Silakan! Kita sebagai warga negara memang berhak dan wajib mengawasi. Tapi awasi apanya? Awasi penyalurannya! Apakah transparan? Apakah tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar butuh? Itu baru namanya kritik yang sehat dan berbobot. Tapi kalau dari awal narasinya sengaja dipelintir seolah "Prabowo beramal pribadi pakai uang rakyat", itu bukan kritik, bos. Itu murni penggiringan opini yang licik. Beda pilihan politik itu sah. Nggak suka sama tokoh tertentu itu hak kalian. Tapi jangan sampai kebencian buta bikin kalian memfitnah dan menolak mentah-mentah bantuan yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat! 🇮🇩🐄🔥 #FaktaBicara #StopHoax #BanmasPresiden #SapiKurban #PrabowoSubianto #AkalSehat #LawanFraming #BantuanRakyat #NetizenCerdas #IndonesiaMaju

About