Jaka Priatna :
"Tidak semua anak tumbuh di rumah yang penuh tawa. Ada yang setiap hari hanya berharap didengar, dipeluk, atau sekadar ditanya, 'Kamu hari ini gimana?'. Sayangnya, tidak semua harapan itu menjadi kenyataan.
Melihat orang lain bercanda dengan orang tuanya, mendapat perhatian, dan merasakan kasih sayang memang kadang membuat hati terasa sesak. Bukan karena iri pada kebahagiaan mereka, tetapi karena kita juga pernah berharap bisa merasakan hal yang sama.
Meski begitu, jangan biarkan kurangnya kasih sayang membuatmu merasa tidak berharga. Nilai dirimu tidak ditentukan oleh seberapa banyak perhatian yang kamu terima. Kamu tetap pantas dihargai, didengar, dan dicintai.
Tetaplah bertahan dan terus melangkah. Percayalah, hidup tidak berhenti pada masa sulit yang sedang kamu jalani. Suatu hari nanti akan ada orang-orang yang hadir dengan tulus, menghargaimu apa adanya, dan membuatmu merasakan hangatnya kasih sayang yang mungkin belum sempat kamu rasakan.
Semoga semua luka perlahan sembuh, semua air mata menemukan alasan untuk berhenti, dan semoga setiap hati yang pernah merasa sendiri akhirnya menemukan tempat yang benar-benar bisa disebut rumah. Tetap kuat, karena badai tidak berlangsung selamanya."
2026-07-01 14:45:48