@l.ii93: بنات الله يسعدكم اكتبو اي شي بالتعليقات يمكن هالمره يطلع 😞 ______ ميني تشيز كيك : الطبقة الاولى : اي نوع بسكوت مطحون كوبين نصف اصبع زبده مذوبه ملعقه زبده اللوتس نعجنهم مع بعض نوزعهم في قوالب الكب كيك كطبقه الاولى نرصهم زين الطبقة الثانيه : ظرف كريمه خفق بودر نص كوب كريمه خفق سائله علبه قشطة 4 حبات جبن كريمي رشه فانيلا نخلط كل مكونات الكريمه بالخلاط حتى يتضاعف حجمها نوزع الكريمه على طبقة البسكوت نرش بسكوت مطحون على وجهها ندخلها الثلاجة 6 ساعات تجمد تماما قبل التقديم نوزع عليها زبده لوتس مذوبه

عُلا الاحمد
عُلا الاحمد
Open In TikTok:
Region: SA
Monday 22 June 2026 10:27:00 GMT
4749
93
16
7

Music

Download

Comments

sweet.hams0
SWeet Hams🩷 :
كلنا نعاني من الاكسبلور ذا 😞💔
2026-06-22 11:44:59
0
gfhj.y
gfhjy74 :
موفقة
2026-06-22 11:36:51
0
ola.m.bamoallem
لولو م ب 💕 :
♥️♥️♥️♥️لسميتي
2026-06-22 11:02:34
0
farfousha81
farfousha :
شكله يمي مرة تسلم الايادي ربي يرزقك يا رب من اوسع ابوابه🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-06-22 12:02:02
0
the.life.is.nice28
B.hrb :
الله يوفقك يا قلبي ويسعدك دنيا واخره
2026-06-22 14:05:05
0
hali_1404
حلى للحلويات :
🤩🤩🤩
2026-06-22 11:00:15
0
shaemaamohamed28
🦋🪽✨️ᔑᕼᗩᏆᗰᗩ | شيما✨️ :
❤️‍🔥❤️‍🔥
2026-06-22 12:39:41
0
To see more videos from user @l.ii93, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang itu sunyi, hanya suara napas kalian berdua yang terasa berat. Heeseung menatap mu dalam dalam.
Ruang itu sunyi, hanya suara napas kalian berdua yang terasa berat. Heeseung menatap mu dalam dalam. "Aku boleh memelukmu dulu?" bisiknya pelan, suaranya nyaris pecah. Kamu mundur, bahumu menegang, otakmu memutar cepat. Jika kamu menolak, bagaimana jika Heeseung menolak mendonorkan sumsum tulang belakangnya? Dia harapan satu-satunya. Akhirnya kamu mengangguk pelan. Heeseung menarikmu ke pelukannya, kuat, erat. Kamu memeluknya tak kalah erat. Bukan karna nyaman, tapi karna kamu menahan semuanya. Sesak, marah, tapi juga rasa rindu yang kamu pikir sudah mati. "Heeseung.." kamu berbisik, tapi dia semakin erat memelukmu. Heeseung tak bersuara. Tapi kamu bisa merasakan permintaan maaf yang tak terucapkan. Heeseung merindukanmu, Heeseung ingin memperbaiki semuanya, semua itu seakan keluar dari tubuh Heeseung, tapi tak pernah benar benar terucap. Sampai akhirnya kamu melepaskan pelukan itu lebih dulu. Kamu menarik napas dalam. "Aku tunggu kamu di rumah sakit." ucapmu. Heeseung mengangguk, namun waktu satu langkah, suara sinis dan familiar terdengar dari arah pintu. "Wah, jalang satu ini balik lagi? Enam tahun tak bertemu, masih saja menggantung di anakku." Langkahmu terhenti, kamu menunduk. Sebelum kamu merespon, Heeseung sudah maju dan berdiri di depanmu. "Jaga mulut, ibu." kata Heeseung, dingin. "Oh, kamu bela dia, Heeseung?" ibunya mendekat, dengan tatapan penuh benci. "Setelah dia ninggalin kamu setelah kecelakaan itu, setelah jual diri kepada laki-laki kaya. Sekarang balik lagi karna kamu sukses? hina sekali kamu, y/n." Kamu masih terdiam, tanganmu bergetar, namun tangan Heeseung dengan cepat menyambar tanganmu, menarikmu untuk pergi. Tapi suara ibunya mengeras. "Mau kemana kamu?!" Heeseung berhenti, dia membalikkan badan. "Anakku, butuh ayahnya." Ibu Heeseung menatapnya diam. "Anak?" suaranya bergetar, tak percaya. "Anak kami berdua. Namanya Juyeon." Mata ibu Heeseung membesar, wajahnya pucat. "Itu cuma akal-akalan y/n aja! pasti cuma mau manfaatin kamu saja, Heeseung! dia mau nyeret kamu balik ke lubang yang sama!" Kamu tak tahan, kamu maju selangkah, menatap ibu Heeseung. "Demi apapun.. Anakku itu anak Heeseung." Heeseung menarik tanganmu lagi, lebih cepat, penuh tekad. "Ayo pergi." Ibu Heeseung berdiri kaku, dia marah. ia tidak bisa menyembunyikan rasa ketakutan. Takut jika anak itu benar anak Heeseung. Dan dia harus terima kenyataan bahwa satu-satunya cucu dalam keluarga nya berasal dari perempuan yang paling dia benci. - Rumah sakit itu terasa dingin. Kamu menggenggam tangan Heeseung pelan saat kamu berjalan bersama menuju ruangan dokter spesialis hematologi anak. Kamu masuk, dan di dalam dokter sudah menunggu. Dokter yang menangani Juyeon selama ini. Begitu melihat Heeseung, wajah sang dokter berubah—segan, dan sedikit gugup. "Lee Heeseung? Pemilik perusahaan Lee, benar?" Heeseung cuma tersenyum tipis, menjabat tangan dokter itu. "Terimakasih, sudah merawat anak saya." ucapnya. Dokter menyahut pelan. "Sudah tugas kami. Pak Lee, silahkan masuk ke ruang pemeriksaan, kami perlu mengambil sampel darah untuk tes kecocokan." Heeseung tak langsung bergerak, dia menatapmu. "Aku mau lihat anakku dulu, Juyeon." Dokter ragu, lalu melirik jam tangannya. "Maaf, pak. Prosedur nya lebih baik di segerakan, hasil tes bisa menentukan seberapa cepat kita bisa lanjut ke tahap berikutnya." Heeseung menghela napas berat, lalu akhirnya masuk ke ruang pengambilan sampel. Kamu duduk di ruang tunggu. Tanganmu dingin, apa Heeseung akan cocok? Lima belas menit kemudian, pintu ruang dokter terbuka. Heeseung keluar, dan kamu langsung tahu ada yang tak beres. Sorot matanya tajam. Rahangnya mengeras, langkahnya cepat dan berat. Dan sebelum kamu sempat bertanya, tangannya menyeret mu berdiri. "Heeseun—" Tangan Heeseung mencengkram kerah bajumu, menarikmu lebih dekat. Wajah kalian bahkan nyaris tanpa jarak, matanya merah. Suara gemetar, menahan emosi yang sudah siap meledak. "KAMU MEMPERMAINKANKU?! JUYEON BUKAN ANAKKU, Y/N!" #heeseung #enhypen #pov #foryoupage

About