@katadatacoid: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku merasa “berdosa” telah melakukan pemangkasan dana transfer ke daerah, termasuk dana bagi hasil (DBH). Ia menyebut kebijakan tersebut bisa dilakukan sesuai aturan Undang-Undang APBN, sesuai kondisi keuangan negara. “Orang saya bilang, ada undang-undangnya setelah itu, Undang-Undang APBN. Boleh, katanya tergantung pada kondisi keuangan negara. Tapi saya tetap merasa berdosa ke daerah,” kata Purbaya dalam Rapat Kerja dengan DPD RI, Senin (22/6). Dana Bagi Hasil (DBH) adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan persentase tertentu. DBH terdiri dari DBH pajak dan DBH Sumber Daya Alam. Purbaya juga menyebut bahwa kebijakan pemotongan transfer ke daerah telah diterapkan sebelum dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan. “Bukan saya yang memotong itu. Ibu Sri Mulyani yang duluan, jadi saya pewaris aja. Jangan salahin saya dong,” ujarnya sambil berkelakar. Purbaya memangkas DBH dalam APBN 2026 sebesar 69,5% akibat lambatnya penyerapan anggaran dan tingginya dana mengendap pemerintah. Namun ia berencana menambah anggaran transfer ke Daerah (TKD) hingga Rp90 triliun pada 2027. Kreator Konten: E. Lintang Editor: Nur Farida #Katadatacoid #Kalaubicarapakaidata #Purbaya #DanaBagiHasil #TransferkeDaerah
katadata.co.id
Region: ID
Monday 22 June 2026 11:55:47 GMT
Music
Download
Comments
Wisanggeni :
itu di potong bukannya karena program prioritas pemerintah, salah satunya program mbg?
2026-06-22 21:35:35
24
Budy Darmawan :
yg daerah didiskon banyak, yg di pusat pada top up..
2026-06-22 13:09:42
57
abe :
melempar kesalahan pada pendahulu adalah hal yang tidak bijaksana
2026-06-22 15:21:09
45
antok :
kmrn aja kemetrian minta tambahan anggaran malah disetujui😅
2026-06-22 21:31:03
9
Bukan Tim Pawai 🇯🇵 :
pak ada cpns 2024 pemda belum mnerima sk cpns krna tdk ada anggaran
2026-06-22 20:06:57
10
Alexandr :
Sudah telat daerah skr sudah Morat Marit, Smt 2 ini kita lihat daerah akan seperti apa.
2026-06-22 13:23:15
14
aliandro.az :
DBH itu cerminan keadilan pusat ke daerah
2026-06-22 13:16:35
8
keke :
km malahan di natuna,dari tahun 2025 tpp km udah di potong 35 persen,dan sekarang tpp masih macet 2 bulan,gaji 13 belum di bayar.
sangat memprihatinkan,dari tahun ke tahun bukannya makin naik, malahan makin turun.
2026-06-22 22:54:57
1
dddceLL :
festival budaya, pameran even daerah tidak ada lagi karena dana yg ada di daerah di. potong pusat
2026-06-22 19:16:13
3
safarpk002 :
daerah di buat miskin, operasional kita benar" terhambat apa" di efisiensi. pdahal kalopun nggk di serap semua kembalinya juga ke pusat anggarannya
2026-06-22 14:03:37
8
Mark Ho :
padahal dulu ada formula dana perimbangan. dana bagi hasil. daerah penghasil persentasenya besar
2026-06-22 19:23:19
1
laksana :
bukannya sejak oktober 2025 sdh bisa rab untuk 2026 kl sdh gk mau motong dan kembalikan dana daerah
2026-06-22 21:40:36
1
kuromikuro :
kemaren bukannya semangat banget ya motongnya 😁😁
2026-06-22 21:35:13
1
jojoyfether :
halahhhhhh
2026-06-22 23:08:16
0
Toko Beras Putri minang :
bukan bijaksana
2026-06-22 19:43:34
1
Binna Shoping :
mending mundur udah
2026-06-22 19:15:40
2
abiu :
semua bergantung niat + aksi menkeu☝️kebijakan menkeu lama bisa di-revisi/ ubah😎😎
2026-06-22 15:02:19
2
Bengkel Las Bapeng :
2
2026-06-22 12:03:05
0
Tyus Zalukhu Channel :
dana ke daerah kering sehingga ekonomi masyarakat bawah kering tidak lancar signifikan
2026-06-22 22:08:09
0
Sang Prabu :
daerah gk mampu bayar tpp asn nya pak
2026-06-22 22:24:41
0
ny.Alwi Yudha♥️ :
yaa udah pak kembalikan dana daerah 😔
2026-06-22 22:42:59
0
GymStoryID :
Bukannya transfer ke daerah itu bagi hasil SDA dan pajak? Kalau dipotong bagi hasilnya jadi tidak adil?
2026-06-22 22:36:21
0
Luna :
akhirnya ga terima tpp sampai skarang.. anak sekolah sudah... makasi pak ya
2026-06-22 23:20:16
0
Sweet :
daerah rersendat tpp pak, ada yg 6 bln blm dibayar, makin susah😳
2026-06-22 22:58:00
0
To see more videos from user @katadatacoid, please go to the Tikwm
homepage.