@ahmedmido5270:

Ahmed Mido
Ahmed Mido
Open In TikTok:
Region: MR
Monday 22 June 2026 12:47:55 GMT
3113
267
15
4

Music

Download

Comments

user71561919694757
صلي على النبي محمد :
يارب لاحرمتني ربي
2026-07-09 20:05:59
0
selou.med
Selou Med :
اصل الصحة 🥰
2026-07-04 00:06:26
0
mariem.ahmedou19
mariem.ahmedou19 :
وخير ت كبير وصحه عالمولان ألف مبروك
2026-07-03 12:44:11
0
user3431051926024
منت ميمون :
والله صحه 🥰🥰
2026-06-23 17:08:25
0
user6182283353065
user6182283353065 :
فتبارك الله وأحسن خالقين
2026-06-24 21:06:46
0
bekrin47kintawi
Kintawi :
صحه والله
2026-06-25 16:56:44
0
user7417150844132
user7417150844132 :
والله بعد ألف مبروك أصل الصحه البارد عالمولان خوي يان زين ماني حاكره
2026-06-22 14:14:16
0
welradiji3z
wel rahel :
🥰🥰🥰
2026-07-09 00:57:05
0
apple.user9284923
Mah choub 😍 :
🥰🥰🥰
2026-06-28 11:52:18
0
mye924
توكلت علّى الله :
❤️❤️❤️
2026-06-25 18:24:09
0
mohamedboukaryark
محمد بوكر يرك :
🥰🥰🥰
2026-06-22 22:31:30
0
li.no146
Li no :
🥰🥰🥰
2026-06-22 18:46:38
0
user1181802478568
أم كلثوم يحي :
🥰🥰🥰
2026-06-22 17:30:41
0
moham3dterozi2
tiktok.com/@user9807938841093 :
🥰🥰🥰
2026-06-22 14:25:20
0
mi..no..med
9azali s7bib 🥹🫶🤍💍 :
❤️❤️❤️
2026-07-09 23:08:14
0
To see more videos from user @ahmedmido5270, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

GONTOR  *Bekas luka yang jadi lencana* Saat duduk santai mendampingi anak2 ku  di Stable Berkuda dan Memanah Pesantren Teknologi Majapahit (PTM) Mojokerto, tiba-tiba ada wa masuk dari salah satu sahabat kami, beliau pengelolah pesantren besar di Jawa Timur yang santrinya ribuan. Ustadz saya ingin bertanya satu hal, *Apa yg membuat para alumni Gontor sangat bangga dengan almamaternya ?* Sembari mengecup kuda kesayanganku *Wulan* saya mulai mengetik untuk menjawab wa dengan bahasa friendly, karena walaupun beliau pengelolah pesantren besar dengan ribuan santri, kami selalu berkomunikasi dengan bahasa yang santai dan akrab. Ada beberapa alasan paling mendalam bah, kenapa anak Gontor yang lulus atau  tidak sampai lulus, kemudian disebut Alumni, mereka bangga dan tidak pernah malu mengaku santri Gontor. *Panca Jiwa:* DNA yang nggak Bisa dihapus. Alumni boleh bekerja dimana saja, ada yg jadi pengusaha, jadi kiyai, kerja di bank, PBB, jadi menteri, guru, Tapi 5 jiwa ini kebawa sampai mati: pertama Keikhlasan, Kerja nggak hitung-hitungan, kedua Kesederhanaan. Nggak malu naik angkot walau gaji dollar. Ketiga Berdikari, Dilempar ke hutan Amazon pun bisa hidup. Keempat Ukhuwah Islamiyah, Ketemu sesama Gontor di luar negeri langsung kayak saudara kandung. Kelima Bebas, Bebas mikir, bebas berkarya, tapi nggak bebas dari Allah *kami Bangga menjadi Alumni Gontor*: karena saat Lulus Gontor itu kayak dapet *operating system hidup.* Diinstal sekali, kepake selamanya. *Lonceng: Pendidikan Disiplin Paling Jujur* Di luar orang bayar jutaan ikut *bootcamp discipline* Di Gontor digembleng gratis 24 jam lewat lonceng. Telat 1 menit ke masjid disangsi thowaf keliling pondok, Bahasa resmi Arab-Inggris, salah ngomong disangsi ngafal kosakata Al-Qur’an, sehingga kami terasah untuk berfikir seribu kali untuk sekali melangkah dan bertutur kata. Tidur ada jamnya, bangun malam ada jamnya *kami Bangga nyantri di Gontor karena*: Setelah lulus, ngadepin *deadline kerjaan* rasanya kayak liburan. Lah, cuma disuruh bangun jam 6? Di Gontor kami terlatih jam 3 an udah dibangunin. Saat makan didapur umum santri, sahabat- sahabat kami kerap menasehati kami *Sudah,,, Makan Saja: Sistem yang Bikin Mental Baja.* Di Gontor nggak ada kasta. Anak menteri, anak petani, tidurnya di kasur yang sama, makannya sama, bahkan yang dimakan kiyai Gontor sama persis dengan yang dimakan santri Gontor,  nyuci baju sendiri, ngaduk semen pun bersama-sama. *Bangga karena*: Lulus Gontor nggak Jaim ngobrol sama tukang becak, nggak minder ngobrol sama presiden. Karena 6 tahun diajarin: manusia itu sama di hadapan nampan, pada saat *tajammuk makrunah* (Makan mie bersama dengan ember yang diaduk dengan hanger baju). Gontor Tidak Punya Ijazah Negeri, Tapi Lulusannya Dipakai Penjuru Negeri pertiwi,  bahkan hampir di seluruh Kedutaan besar RI ada Alumni Gontor.  Yang paling
GONTOR *Bekas luka yang jadi lencana* Saat duduk santai mendampingi anak2 ku di Stable Berkuda dan Memanah Pesantren Teknologi Majapahit (PTM) Mojokerto, tiba-tiba ada wa masuk dari salah satu sahabat kami, beliau pengelolah pesantren besar di Jawa Timur yang santrinya ribuan. Ustadz saya ingin bertanya satu hal, *Apa yg membuat para alumni Gontor sangat bangga dengan almamaternya ?* Sembari mengecup kuda kesayanganku *Wulan* saya mulai mengetik untuk menjawab wa dengan bahasa friendly, karena walaupun beliau pengelolah pesantren besar dengan ribuan santri, kami selalu berkomunikasi dengan bahasa yang santai dan akrab. Ada beberapa alasan paling mendalam bah, kenapa anak Gontor yang lulus atau tidak sampai lulus, kemudian disebut Alumni, mereka bangga dan tidak pernah malu mengaku santri Gontor. *Panca Jiwa:* DNA yang nggak Bisa dihapus. Alumni boleh bekerja dimana saja, ada yg jadi pengusaha, jadi kiyai, kerja di bank, PBB, jadi menteri, guru, Tapi 5 jiwa ini kebawa sampai mati: pertama Keikhlasan, Kerja nggak hitung-hitungan, kedua Kesederhanaan. Nggak malu naik angkot walau gaji dollar. Ketiga Berdikari, Dilempar ke hutan Amazon pun bisa hidup. Keempat Ukhuwah Islamiyah, Ketemu sesama Gontor di luar negeri langsung kayak saudara kandung. Kelima Bebas, Bebas mikir, bebas berkarya, tapi nggak bebas dari Allah *kami Bangga menjadi Alumni Gontor*: karena saat Lulus Gontor itu kayak dapet *operating system hidup.* Diinstal sekali, kepake selamanya. *Lonceng: Pendidikan Disiplin Paling Jujur* Di luar orang bayar jutaan ikut *bootcamp discipline* Di Gontor digembleng gratis 24 jam lewat lonceng. Telat 1 menit ke masjid disangsi thowaf keliling pondok, Bahasa resmi Arab-Inggris, salah ngomong disangsi ngafal kosakata Al-Qur’an, sehingga kami terasah untuk berfikir seribu kali untuk sekali melangkah dan bertutur kata. Tidur ada jamnya, bangun malam ada jamnya *kami Bangga nyantri di Gontor karena*: Setelah lulus, ngadepin *deadline kerjaan* rasanya kayak liburan. Lah, cuma disuruh bangun jam 6? Di Gontor kami terlatih jam 3 an udah dibangunin. Saat makan didapur umum santri, sahabat- sahabat kami kerap menasehati kami *Sudah,,, Makan Saja: Sistem yang Bikin Mental Baja.* Di Gontor nggak ada kasta. Anak menteri, anak petani, tidurnya di kasur yang sama, makannya sama, bahkan yang dimakan kiyai Gontor sama persis dengan yang dimakan santri Gontor, nyuci baju sendiri, ngaduk semen pun bersama-sama. *Bangga karena*: Lulus Gontor nggak Jaim ngobrol sama tukang becak, nggak minder ngobrol sama presiden. Karena 6 tahun diajarin: manusia itu sama di hadapan nampan, pada saat *tajammuk makrunah* (Makan mie bersama dengan ember yang diaduk dengan hanger baju). Gontor Tidak Punya Ijazah Negeri, Tapi Lulusannya Dipakai Penjuru Negeri pertiwi, bahkan hampir di seluruh Kedutaan besar RI ada Alumni Gontor. Yang paling "sakit" tapi bikin bangga. Gontor nggak ngemis pengakuan DIKNAS hingga detik ini di usianya yang ke 100, Tapi alumninya jadi: Menteri Agama, Menteri Luar Negeri, DPR, MPR, Dubes, Ketum dua Ormas terbesar di Indonesia NU & Muhammadiyah, Rektor, Jenderal, Pendiri 1000 lebih Pondok Pesantren, Ulama, pengusaha profesional dls. *Bangga karena*: Gontor buktiin, *kualitas nggak butuh stempel*. Yang penting isi kepalanya, bukan kertasnya. *Jaringan "Gontor Sedunia" yang menggurita.* biasa disebut *IKPM* Ikatan Keluarga Pondok Modern. Di seluruh dunia ada cabangnya. Cerita nyata: Alumni Gontor hilang paspor di Jerman, telpon IKPM Jerman, 2 jam kemudian dijemput, dikasih makan, ditidurin, diurusin sampai beres semuanya, padahal belum pernah ketemu sebelumnya di Gontor ataupun ditempat lain. *Bangga karena*: Lulus Gontor = punya lebih dari 100.000 saudara diseluruh dunia, yang siap bantu tanpa nanya "kamu siapa". Cukup sebut Paswordnya *Ana min Gontor*. *Di Gontor Kiai: tidak Digaji, Tapi Menggaji dirinya dengan Keikhlasan* Santri Gontor melihat langsung Kiainya tidak punya mobil pribadi yang mewah, rumahnya sederhana.

About