@russian_explorer: The Soviet monster ☠️ The Lun-class ekranoplan is one of the most unusual and daring creations of Soviet engineering. It was born during the Cold W*r, when the USSR was searching for ways to counter American aircraft carrier groups. The idea was to build a combat machine that combined the speed of an airplane with the payload capacity of a ship, while remaining practically invisible to radar. The “Lun” appeared — a giant 73 meters long and weighing almost 400 tons. From the outside it looked like something between a plane and a ship: it had wings like an aircraft, but its body resembled a seagoing vessel. Its eight turbofan engines were mounted in the nose and directed their powerful thrust under the wings, generating lift and allowing the machine to “stick” to the water’s surface. It flew just 4–5 meters above the sea — the height where the ground-effect phenomenon occurs, letting a massive craft skim over the waves with minimal drag. For a ship, its speed was incredible — up to 550 kilometers per hour. To put this in perspective: a modern destroyer can reach about 60 km/h at best. The “Lun” could cross the Caspian Sea in just a few hours, delivering devastating firepower to its target. And its armament was formidable: six supersonic “Moskit” anti-ship missiles were mounted on its back, capable of breaking through almost any defense system and striking large warships, including aircraft carriers. Despite these grand ambitions, only one combat “Lun” was ever built. A second unit was planned as a search-and-rescue craft, but the project was never completed. Limitations in seaworthiness, operational challenges, and the economic crisis of the late 1980s prevented ekranoplans from taking a permanent place in the Soviet fleet. Today, the “Lun” rests on the shores of the Caspian Sea, a reminder of how bold and unconventional Soviet engineering could be.

Dmitry Gornaev
Dmitry Gornaev
Open In TikTok:
Region: NL
Monday 22 June 2026 14:34:42 GMT
7817
388
3
29

Music

Download

Comments

thefallengod69
падший бог :
2026-08-08 21:23:09
1
lerauwu50
{Лера} > :
каспийский монстер
2026-09-10 05:55:20
0
julian3452._
M-1 ABRANS :
los soviéticos eran unos malditos arquitectos🤣
2026-08-24 01:51:55
0
To see more videos from user @russian_explorer, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kalau BB anak terus stagnan, turun, atau kenaikannya tidak sesuai, jangan cuma menunggu sampai tulang rusuk atau bagian tubuh lain terlihat jelas. Perubahan pada grafik pertumbuhan bisa menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. UNICEF juga menyarankan anak dengan BB turun, tidak naik, atau kenaikannya tidak cukup untuk dibawa ke fasilitas kesehatan. (UNICEF) Untuk mendeteksi risiko wasting, Bunda bisa memperhatikan beberapa hal: - 📌 Pantau tren BB, bukan hanya angka sekali timbang. - 📌 Perhatikan apakah anak tampak semakin kurus. - 📌 Usia 6–59 bulan, LiLA dapat digunakan sebagai salah satu alat skrining. - 📌 Cek apakah terdapat bengkak pada kedua punggung kaki. - 📌 Bila ada tanda yang mengkhawatirkan, lakukan pemeriksaan pertumbuhan secara menyeluruh. (UNICEF) Yang perlu diingat, wasting tidak bisa dipastikan hanya dari foto atau dari tulang rusuk yang terlihat.  WHO mendefinisikan wasting terutama berdasarkan berat badan menurut tinggi/panjang badan, dengan LiLA sebagai salah satu ukuran alternatif pada kondisi tertentu. (Iris) Jadi Bunda, jangan tunggu anak terlihat “sangat kurus” untuk mulai memperhatikan pertumbuhannya. Pantau BB secara rutin dan segera periksa bila ada perubahan yang menetap. ❤️ Sumber: - WHO – Guideline on Wasting and Nutritional Oedema - UNICEF Indonesia – Tangani Wasting agar Tidak Stunting - UNICEF Indonesia – Tanda-Tanda dan Cara Identifikasi Wasting #masukberanda #explore #foryou #viral #fyppppppppppppppppppppppp
Kalau BB anak terus stagnan, turun, atau kenaikannya tidak sesuai, jangan cuma menunggu sampai tulang rusuk atau bagian tubuh lain terlihat jelas. Perubahan pada grafik pertumbuhan bisa menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. UNICEF juga menyarankan anak dengan BB turun, tidak naik, atau kenaikannya tidak cukup untuk dibawa ke fasilitas kesehatan. (UNICEF) Untuk mendeteksi risiko wasting, Bunda bisa memperhatikan beberapa hal: - 📌 Pantau tren BB, bukan hanya angka sekali timbang. - 📌 Perhatikan apakah anak tampak semakin kurus. - 📌 Usia 6–59 bulan, LiLA dapat digunakan sebagai salah satu alat skrining. - 📌 Cek apakah terdapat bengkak pada kedua punggung kaki. - 📌 Bila ada tanda yang mengkhawatirkan, lakukan pemeriksaan pertumbuhan secara menyeluruh. (UNICEF) Yang perlu diingat, wasting tidak bisa dipastikan hanya dari foto atau dari tulang rusuk yang terlihat. WHO mendefinisikan wasting terutama berdasarkan berat badan menurut tinggi/panjang badan, dengan LiLA sebagai salah satu ukuran alternatif pada kondisi tertentu. (Iris) Jadi Bunda, jangan tunggu anak terlihat “sangat kurus” untuk mulai memperhatikan pertumbuhannya. Pantau BB secara rutin dan segera periksa bila ada perubahan yang menetap. ❤️ Sumber: - WHO – Guideline on Wasting and Nutritional Oedema - UNICEF Indonesia – Tangani Wasting agar Tidak Stunting - UNICEF Indonesia – Tanda-Tanda dan Cara Identifikasi Wasting #masukberanda #explore #foryou #viral #fyppppppppppppppppppppppp

About