@inkiigo1: Malam itu. Lena memutuskan melakukan sesuatu yang jarang ia lakukan. Ia keluar sendirian. Tanpa manajer. Tanpa pengawal. Tanpa memberitahu siapa pun. Ia mengenakan pakaian sederhana. Topi. Masker. Dan berjalan menyusuri jalanan kota. Untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir. Ia merasa menjadi manusia biasa. Orang-orang berlalu-lalang tanpa mengenalinya. Pasangan muda berjalan bergandengan tangan. Seorang anak kecil tertawa sambil memakan es krim. Sekelompok mahasiswa bercanda di trotoar. Pemandangan yang sangat sederhana. Namun membuat dada Lena terasa hangat. Karena kehidupan normal selalu terlihat begitu indah dari kejauhan. --- Di waktu yang hampir bersamaan. Miu baru saja selesai menghadiri makan malam keluarga yang dipaksakan ayahnya. Keluarga Prasetyo datang. Putra mereka datang. Percakapan berjalan persis seperti yang dibayangkannya. Bisnis. Investasi. Pernikahan. Masa depan. Seolah dirinya adalah bagian dari kontrak kerja sama. Bukan manusia. Sepanjang malam, Miu hanya diam. Menjawab seperlunya. Tersenyum seperlunya. Hingga akhirnya acara selesai. Saat semua tamu pulang, ayahnya memanggilnya ke ruang kerja. "Kau harus mulai memikirkan masa depan." "Aku selalu memikirkannya." "Bukan masa depan yang kau inginkan. Masa depan keluarga." Miu menatap ayahnya. Tatapan mereka bertemu. Dan untuk sesaat. Tidak ada yang berbicara. "Ayah." Suara Miu terdengar sangat tenang. "Tidak pernah sekalipun Ayah bertanya apa yang aku inginkan." Ruangan menjadi sunyi. Arman Mahesa tidak langsung menjawab. Karena jauh di dalam hatinya. Ia tahu putrinya benar. Namun selama puluhan tahun menjadi seorang pebisnis, ia sudah terlalu terbiasa melihat dunia sebagai transaksi. Bahkan hubungan keluarga sekalipun. --- Malam semakin larut. Kota mulai tenang. Lampu-lampu apartemen satu per satu padam. Namun dua perempuan itu masih terjaga. Miu duduk sendirian di balkon apartemennya. Lena duduk sendirian di bangku taman kota. Keduanya menatap langit yang sama. Bulan yang sama. Bintang yang sama. Dan tanpa mereka sadari. Takdir sedang bergerak semakin dekat. Karena beberapa hari lagi. Sebuah yayasan amal akan mengadakan acara sosial untuk anak-anak kurang mampu. Acara kecil. Tidak terlalu penting bagi banyak orang. Namun cukup penting untuk mengundang seorang pewaris perusahaan besar. Dan seorang artis terkenal. Tidak ada yang tahu. Bahwa dari acara sederhana itulah. Akan lahir sebuah pertemuan yang mengubah hidup mereka. #family #wlw #gl #lenamiu #fyp