@chismesydnunciasalcaldia: 🚨 ¿Hay funcionarios con privilegios mientras otros cumplen las reglas? La ciudadanía exige respuestas, transparencia e igualdad para todos. #Denuncia #Cochabamba #alcaldia #QueSeInvestigue #obraspublicas

CHISMES Y DENUNCIAS ALCALDÍA
CHISMES Y DENUNCIAS ALCALDÍA
Open In TikTok:
Region: BO
Monday 22 June 2026 17:43:37 GMT
2619
48
4
52

Music

Download

Comments

luischuramateo
Miki Bose :
Hay varios así
2026-06-22 21:53:56
0
fabiolavillcachanez
Fabi x3 ❤️❤️❤️ :
😡😡😡😡😡
2026-06-22 18:06:28
0
adrizzzmaii
𝐌𝐀𝐘𝐁𝐄 𝐘𝐔𝐌𝐌𝐘 :
😡😡😡😡
2026-06-22 17:50:23
0
mayumidk
Mayumhii :
😳😳😳
2026-06-22 18:14:16
0
To see more videos from user @chismesydnunciasalcaldia, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin, yang sebelumnya viral setelah bertemu Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, kini menjadi sorotan usai disidak oleh sejumlah mahasiswa. Dalam video yang diunggah akun Instagram resmi LPM Marhaen Universitas Bung Karno @marhaenpress (BANPOS telah mendapat izin untuk mencuplik video tersebut), Abdi menyampaikan permintaan maaf sekaligus klarifikasi terkait dugaan penerimaan uang menjelang aksi mahasiswa. Abdi mengaku menjadi koordinator aksi gabungan mahasiswa UBK dan UMTH. Ia menyebut sempat mendapat tawaran uang dari sejumlah pihak untuk menggagalkan aksi, namun awalnya menolak. Meski demikian, setelah mendapat desakan dari mahasiswa, ia mengaku menerima uang sekitar 20 persen yang menurutnya digunakan untuk kebutuhan operasional aksi. Dalam klarifikasinya, Abdi juga mengungkap pembagian uang kepada sejumlah pihak, di antaranya dua senior masing-masing Rp2,5 juta, Ketua BEM FEB Rp2 juta, Wakil Ketua BEM FEB Rp2 juta, Wakil Ketua BEM FH Rp2,5 juta, serta seseorang bernama Mubarak sebesar Rp2,5 juta. Selain itu terdapat alokasi dana untuk konsolidasi sebesar Rp300 ribu dan pengeluaran lain yang tidak dijelaskan secara rinci. Saat didesak mahasiswa untuk menunjukkan mutasi rekening, Abdi menolak. Ia menyatakan hanya akan membuka mutasi rekening apabila diminta oleh pihak kepolisian atau PPATK. Abdi mengklaim uang tersebut berasal dari pihak kepolisian dengan tujuan agar mahasiswa tidak melakukan aksi di Istana maupun DPR. Namun, menurutnya, aksi tetap dilaksanakan meski dana tersebut telah diterima. Ia juga menyebut adanya keterlibatan alumni Fakultas Hukum dalam proses transaksi tersebut. Uang disebut baru dibagikan setelah aksi berlangsung. Video klarifikasi tersebut kini ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari warganet. Untuk video lengkapnya, dapat ditonton pada akun @marhaenpress.#mahasiswa #universitasbungkarno #wapresgibran #viral #fyp
Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin, yang sebelumnya viral setelah bertemu Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, kini menjadi sorotan usai disidak oleh sejumlah mahasiswa. Dalam video yang diunggah akun Instagram resmi LPM Marhaen Universitas Bung Karno @marhaenpress (BANPOS telah mendapat izin untuk mencuplik video tersebut), Abdi menyampaikan permintaan maaf sekaligus klarifikasi terkait dugaan penerimaan uang menjelang aksi mahasiswa. Abdi mengaku menjadi koordinator aksi gabungan mahasiswa UBK dan UMTH. Ia menyebut sempat mendapat tawaran uang dari sejumlah pihak untuk menggagalkan aksi, namun awalnya menolak. Meski demikian, setelah mendapat desakan dari mahasiswa, ia mengaku menerima uang sekitar 20 persen yang menurutnya digunakan untuk kebutuhan operasional aksi. Dalam klarifikasinya, Abdi juga mengungkap pembagian uang kepada sejumlah pihak, di antaranya dua senior masing-masing Rp2,5 juta, Ketua BEM FEB Rp2 juta, Wakil Ketua BEM FEB Rp2 juta, Wakil Ketua BEM FH Rp2,5 juta, serta seseorang bernama Mubarak sebesar Rp2,5 juta. Selain itu terdapat alokasi dana untuk konsolidasi sebesar Rp300 ribu dan pengeluaran lain yang tidak dijelaskan secara rinci. Saat didesak mahasiswa untuk menunjukkan mutasi rekening, Abdi menolak. Ia menyatakan hanya akan membuka mutasi rekening apabila diminta oleh pihak kepolisian atau PPATK. Abdi mengklaim uang tersebut berasal dari pihak kepolisian dengan tujuan agar mahasiswa tidak melakukan aksi di Istana maupun DPR. Namun, menurutnya, aksi tetap dilaksanakan meski dana tersebut telah diterima. Ia juga menyebut adanya keterlibatan alumni Fakultas Hukum dalam proses transaksi tersebut. Uang disebut baru dibagikan setelah aksi berlangsung. Video klarifikasi tersebut kini ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari warganet. Untuk video lengkapnya, dapat ditonton pada akun @marhaenpress.#mahasiswa #universitasbungkarno #wapresgibran #viral #fyp

About