@v2cr.b: #CapCut අනාගතේ පැහැදිලී. 🫴❤️🫠

Cobra.
Cobra.
Open In TikTok:
Region: LK
Tuesday 23 June 2026 07:12:32 GMT
214
37
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @v2cr.b, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Jalan Sunyi Para Kekasih Allah Di dalam kitab Ar-Risalah Al-Qusyairiyah, karya sang imam sufi agung Abdul Karim Al-Qusyairi, bab tentang kewalian dibuka bukan dengan kisah karomah, bukan pula dengan cerita kesaktian, melainkan dengan sebuah ayat yang menjadi cahaya bagi para pencari Tuhan:
Jalan Sunyi Para Kekasih Allah Di dalam kitab Ar-Risalah Al-Qusyairiyah, karya sang imam sufi agung Abdul Karim Al-Qusyairi, bab tentang kewalian dibuka bukan dengan kisah karomah, bukan pula dengan cerita kesaktian, melainkan dengan sebuah ayat yang menjadi cahaya bagi para pencari Tuhan: "Alaa inna auliyaa'allaahi laa khaufun 'alaihim wa laa hum yahzanuun." "Ingatlah, sesungguhnya para wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati." (QS. Yunus: 62) Ayat ini bukan sekadar kabar gembira. Ia adalah penjelasan tentang keadaan jiwa yang telah sampai kepada pelabuhan keyakinan. Sebab ketakutan terbesar manusia bukanlah kemiskinan, kehilangan, atau kematian, melainkan terputus dari rahmat Allah. Dan kesedihan terdalam bukanlah ketika dunia menjauh, melainkan ketika hati lupa kepada-Nya. Para wali tetap menangis, tetapi air mata mereka bukan karena dunia yang hilang. Mereka menangis karena merasakan betapa agungnya Allah dan betapa sedikit syukur yang mampu mereka persembahkan. Mereka bersedih bukan karena kehilangan harta, melainkan karena ada satu helaan napas yang berlalu tanpa dzikir dan ingatan kepada Sang Pencipta. Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Muhammad, Allah berfirman: "Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." Dari sinilah para ulama membagi kewalian ke dalam dua jalan. Pertama adalah jalan para salihin, mereka yang menjaga kewajiban dan menjauhi larangan. Kedua adalah jalan para pecinta, mereka yang setelah menunaikan kewajiban masih merasa belum cukup untuk menunjukkan cintanya kepada Allah, sehingga malam-malam mereka dipenuhi munajat dan hari-hari mereka dipenuhi pengabdian. Ketika cinta ilahi telah bersemi di dalam kalbu, maka yang berubah bukan wajahnya, bukan pakaiannya, dan bukan pula namanya di hadapan manusia. Yang berubah adalah cara ia memandang kehidupan. Dunia yang dahulu tampak besar kini menjadi kecil. Pujian yang dahulu terasa manis kini terasa hambar. Dan Allah yang dahulu hanya dikenal melalui ilmu kini mulai dikenal melalui rasa. Para arif billah berkata bahwa setiap manusia memiliki dua nama. Satu nama dikenal oleh penduduk bumi, dan satu nama lagi dikenal oleh penduduk langit. Nama dunia diberikan oleh orang tua, tetapi nama ruhani adalah rahasia yang telah dikenal sebelum jasad diciptakan. Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda: "Ruh-ruh itu laksana pasukan yang dihimpunkan. Yang saling mengenal akan saling menyukai, dan yang saling mengingkari akan saling berselisih." Maka tidaklah mengherankan jika ada pertemuan yang terasa seperti pulang, atau ada seseorang yang baru dikenal namun terasa begitu akrab. Sebab boleh jadi ruh telah berjumpa jauh sebelum tubuh saling menyapa. Namun sayang, banyak manusia mencari kewalian melalui jalan yang keliru. Mereka mengira wali adalah orang yang mampu berjalan di atas air, mengetahui perkara gaib, atau menampakkan keajaiban-keajaiban yang membuat manusia terpukau. Padahal para imam tasawuf telah mewariskan sebuah kaidah emas: "Kamalul wali bil istiqamah la bil karamah." "Kesempurnaan seorang wali terletak pada istiqamahnya, bukan pada karomahnya." Karomah hanyalah bunga yang tumbuh di tepi jalan. Sedangkan tujuan perjalanan adalah Allah sendiri. Banyak orang mengejar bunga lalu melupakan tujuan. Padahal para wali tidak pernah berhenti pada karomah, karena mereka sibuk memandang Sang Pemberi Karomah. Dan ketika seseorang telah sampai pada titik itu, ia tidak lagi sibuk bertanya, "Apakah aku seorang wali?" Sebab seluruh hidupnya telah berubah menjadi satu pertanyaan yang lebih indah: "Wahai Allah, apakah Engkau ridha kepadaku?" Karena pada akhirnya, tujuan para pecinta bukanlah dikenal sebagai kekasih Allah oleh manusia, melainkan diterima sebagai hamba oleh Allah di hadapan-Nya. Wallāhu A'lamu bish-Ṣawāb. Semoga Allah membimbing hati kita kepada kebenaran dan menjaga kita dari kesalahan dalam memahami-Nya. #sunyi #fy #tasawuf #muhasabah #creatorsearchinsights

About