@_hoonwifey: pov: |2|| Kamu masih terpaku di anak tangga, menatap pintu kamar tamu yang tertutup rapat. Kunci gerbang? Kunci mobil? Semuanya dipegang dia? He must be kidding me, pikirmu ketus. Kamu segera merogoh saku celana, mengambil ponsel untuk memeriksa obrolan grup. Teman-temanmu sudah mengirim puluhan pesan, menanyakan keberadaanmu di klub malam biasa. Kamu mendengus pelan, lalu mengetik balasan singkat sebelum menyelinap turun ke lantai bawah dengan langkah seringan kapas. Targetmu adalah gantungan kunci di dekat dapur. Namun, begitu tiba di sana, tempat itu benar-benar kosong. "Mencari ini?" Sebuah suara dari arah belakang sukses membuatmu terlonjak. Kamu berbalik cepat dan mendapati Evan sudah bersandar di konter dapur, mengenakan kaus hitam santai dengan segelas air putih di tangannya. Di jari telunjuk sebelah kanan, seikat kunci mobilmu berputar-putar dengan bunyi gemerincing yang amat menyebalkan. "Balikin," katamu, langsung menodongkan tangan ke depan dadanya. Evan menghentikan putaran kunci itu, lalu menggenggamnya erat. "Jam sebelas malam, yn. Where do you think you're going?" "Bukan urusan kamu! Kasih kunci-kunci itu ke aku sekarang," ujarmu, melangkah maju untuk merebutnya. Namun, dengan gerakan refleks yang cepat, Evan mengangkat tangannya tinggi-tinggi ke udara. Keunggulan tinggi badannya yang drastis membuatmu sama sekali tidak bisa menggapai benda itu, bahkan setelah kamu berjinjit. "Evan! Give it back!" bentakmu frustrasi, sampai tanpa sadar kedua tanganmu bertumpu pada dadanya yang bidang untuk mencari keseimbangan. Evan tidak bergeser satu sentimeter pun. Dia justru merundukkan kepalanya, memangkas jarak. Sepasang matanya menatapmu, mengunci seluruh pergerakanmu. "Aku nggak suka mengulang kalimatku," bisik Evan, suaranya terdengar sangat rendah dan berbahaya di dekat telingamu. "Go back to your room. Naik ke atas, atau aku yang kunci kamu di dalam kamar dari luar?" Dengan sentakan kasar, kamu mendorong dadanya dan mundur dua langkah. Kamu menunjuk wajahnya dengan kilatan amarah yang kentara. "Oke. Lihat aja sampai kapan kamu bisa bertahan di rumah ini." Kamu berbalik, menghentakkan kaki dengan sengaja di setiap anak tangga saat berjalan kembali ke kamar. Sesampainya di atas, kamu menutup pintu kamarmu dengan dentuman keras yang menggema ke seluruh penjuru rumah. Di bawah, Evan hanya melihat ke arah tangga. Dia meletakkan gelasnya yang sudah kosong ke atas meja, lalu tersenyum tipis. "Challenge accepted, yn," gumamnya pelan. #heeseung #pov

𝑴𝒆𝒊.
𝑴𝒆𝒊.
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 23 June 2026 10:18:35 GMT
4999
768
11
104

Music

Download

Comments

its_yeonn
yeon :
lanjut kakk, asik nihh
2026-06-23 12:30:02
5
cegilnya_heeseung
SeMpAk HeEsEuNg BiRu ElEkTrIk :
naksir berat gua van
2026-06-24 17:25:38
3
meong_j9
sn_w :
lanjutt kaa
2026-06-25 15:01:14
1
evanlee.157
ENVER_15 :
first🥇🥰🥰🥰
2026-06-23 10:31:22
2
user2783365790226
🌼 :
SUKAAAAAAAK
2026-06-24 09:21:15
1
heejestic
evanlee :
LANZUTTT
2026-06-24 16:09:55
1
sri_audy
cimitt🍑 :
lanjut
2026-06-24 00:41:43
1
jooo0o0oo0
jo_selllll :
lanjotttt😭
2026-06-24 15:36:30
0
hmmsypayaa
⋆. 𐙚 ˚ceyyaa :
kak boleh minta link sl nya gaa
2026-06-23 21:50:16
0
To see more videos from user @_hoonwifey, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About