@islamic1111114: #قول_يارب# ان الله غفور رحيم

خطب دينيه🌍🤍
خطب دينيه🌍🤍
Open In TikTok:
Region: EG
Tuesday 23 June 2026 19:14:58 GMT
105487
13760
317
446

Music

Download

Comments

shheueuhuxhshuddi
waleed :
يارب
2026-06-26 02:03:53
2
.kk5588
زهره حلب :
يارب ياالله 😭💔
2026-06-24 19:46:24
2
fh.t14
فطوم💙🤍 :
يارب
2026-06-26 02:23:17
1
zohrasella
Zohra Sella :
يارب
2026-06-25 22:42:56
1
ahmed.gomaa512
Ahmed Gomaa :
يا رب ارزقني بالزوجه الصالحه
2026-06-26 00:09:05
1
mydearfaiza
FOUZ_اللهم فك أسر بدر الحسينان :
يارب يامعطي لا تبطي....
2026-06-25 23:13:02
1
takwaag965
Takwa Ag :
يا رب🙏🙏🙏🙏
2026-06-25 11:12:35
1
dyw8c3opnhbz
عمرو عبد النبي531 :
الله
2026-06-25 20:04:35
1
nwalblaribi
نور اليقين :
يارب العالمين امين
2026-06-25 18:42:09
1
user3301336240027
user3301336240027 :
ياربي
2026-06-25 19:49:23
1
user8824096861670
جدو قسم الهواري :
يا رب
2026-06-25 20:21:42
1
dy1imfb2krmy
الشايب ابو الخير :
يااااارب 🥺
2026-06-25 18:03:54
1
khaled.moh46
Khaled Moh :
يارب يسر امري
2026-06-25 17:47:58
1
a__km_i
ابو محمود العبيدي :
يارب لك الحمد
2026-06-25 18:20:52
1
r864683
❤️R❤️ :
الله
2026-06-25 13:57:48
1
med.benjouda
Med Benjouda :
أمين يارب العالمين
2026-06-25 12:23:46
1
user616567173
ابن ادلب :
يارب
2026-06-24 19:04:11
2
rshe.123456
﷼V̶﷼ :
يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب
2026-06-24 16:38:52
1
user571731272
Mmm Mmm :
يا والله👍👍👍🥰
2026-06-25 15:50:54
1
ahmadalharti35
ahmadalharti35 :
يارب
2026-06-25 18:01:45
1
halomaboffa
halomaboffa :
ياااارب
2026-06-25 11:36:52
1
abdelghani16dz
abdelghani :
Ya rab
2026-06-25 12:19:19
1
sinyouritasoleil
sinyouritasoleil :
ياااااااارب
2026-06-25 18:32:38
1
zahraa.alsham7
Zahraa Alsham :
يااااااااااااااااارب
2026-06-25 21:49:34
1
b7ql061
نسمات هادئه 🤍 :
ياااارب 🤲
2026-06-24 19:51:57
2
To see more videos from user @islamic1111114, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pov: Setelah pernikahan, kehidupanmu yang baru pun...dimulai. Segala fasilitas mewah milik Jake kini menjadi milikmu juga. Rasanya masih seperti mimpi. Tiap bangun tidur kamu hanya menatap para tukang kebun dari jendela besar yang sedang melakukan tugasnya. Jake akan hadir, memelukmu dari belakang. Kadang-kadang mencium pipimu, menghirup aroma parfum yang melekat di ceruk leher. Semuanya terlalu sempurna. Kamar luas yang belum pernah dibayangkan, meja makan panjang dengan hidangan lengkap membuatmu ingin bersorak penuh kemenangan. Tiap kali turun dari lantai atas, jemarimu mengusap railing tangga seolah sedang mengingat tekstur dengan ukiran yang hampir tak bisa terlihat jelas. Bukan hanya itu, setiap saat Jake pulang kerja selalu ada bingkisan mahal yang ia bawa sebagai hadiah untukmu. Kalung, gelang, cincin, bahkan sebuh kunci mobil mahal. Kekayaan tersebut membuat dirimu makin terbuai.  Akan tetapi selain rasa riang gembira di hati, ada satu ruang gelisah yang terbentang luas di dalam. Rasa takut jika suatu saat kebohongan ini akan terbongkar. “Athlana sayang...” panggil Jake ketika ia masuk ke kamar—melihatmu melamun di depan cermin. Dengan cepat buyar, kamu menoleh sambil tersenyum. Menutupi semua resah. “Kenapa, Sayang?” tanyamu lembut. Jake melangkah lebih dekat, mengecup keningmu lambat dengan mata terpejam. Ibu jarinya mengusap bahumu lalu menurunkan robe satin—memperlihat kulit mulus. Tubuhnya sedikit merendah, tatapannya kini terus tertuju pada matamu sedangkan bibirnya turun mengecup bahumu. Lalu ia mengeluarkan sebuah kotak berisi dua gelang emas mungil. Alismu terangkat bingung sedangkan pria tersebut meletakkan kotak beludru merah di atas pangkuanmu. “Hadiah untuk anak kita nanti,” ucap Jake pelan. Meskipun wajahmu terlihat bahagia, dalam hati kembali gelisah datang menghantui. Ujung mata melirik laci kecil, tempat dimana hasil tes lab yang menyatakan kamu tak bisa memiliki keturunan. Hari-hari terus berjalan, bahkan bulan dan kamu masih memainkan peran kebohongan dengan baik. Bertingkah layaknya istri penuh kejujuran, yang kasih sayangnya tumpah ruah dimana-mana. Akan tetapi suatu hari mengubah segalanya. Dari pagi Jake tak banyak bicara bahkan enggan menatap wajahmu. Ia ke kantor tanpa ada drama dasi miring. Kamu bertanya-tanya tentang kesalahan apa yang telah dilakukan. Sepanjang hari pikiranmu berputar kisaran semua dosa yang kamu ciptakan. Sampai pada malam harinya, kamu ingin menebus mood Jake yang hancur hari ini dengan memasak sesuatu untuknya. “Sayang, aku ingin membuatkanmu sesuatu,” nada suara dibuat manja. Jake melirik, satu alisnya terangkat sebagai pertanyaan. Kamu berjalan ke belakangnya, kemudian mendorong tubuh kekar itu untuk duduk di kursi meja makan. “Tunggu di sini, oke?”  Saat kamu sibuk bergulat bersama peralatan dapur, mata Jake terpaku mati pada sosokmu. Gerak-gerikmu ia perhatikan dengan saksama. Hening. Yang terdengar hanyalah suara pisau dan talenan beradu. Sampai akhirnya...“Y/N.” Tanganmu terhenti seketika, darah seakan membeku dengan napas tersendat di tenggorokan. Bukan Athlana. Tapi...Y/N. Nama aslimu. Suara Jake lebih serak dari biasanya. Kamu mencoba tetap tenang namun gagal. “Si—siapa Y/N?” tanyamu, suara hampir tenggelam. “Jangan bertingkah bodoh. Aku sudah tahu semuanya...sejak awal,” balas Jake tajam membuat lidahmu kelu. Perlahan tubuhmu berbalik menghadap Jake, jari-jari bergetar di sisi tubuh. Kini lelaki itu bangkit, mata lembut yang biasa kamu tatap sirna—digantikan tatapan tajam seperti pedang yang siap dihunuskan pada lawan. “Kalau tahu sejak awal...kenapa tetap memilih menikahiku?” Jake tertawa getir, langkahnya semakin dekat dan berhenti tepat di depanmu. Hawa terasa sesak, rumah megah namun dalam pandanganmu sempit. “Karena aku butuh dirimu untuk melahirkan keturunanku,” jemarinya terulur mengangkat dagumu. “Tapi kau mandul, Y/N.” Lagi dan lagi kebohonganmu terbongkar penuh tragis. Matamu panas, lalu setetes peluh  berhasil lolos.  ( lanjut di komentar ) #pov #jake #enhypen #fyp
Pov: Setelah pernikahan, kehidupanmu yang baru pun...dimulai. Segala fasilitas mewah milik Jake kini menjadi milikmu juga. Rasanya masih seperti mimpi. Tiap bangun tidur kamu hanya menatap para tukang kebun dari jendela besar yang sedang melakukan tugasnya. Jake akan hadir, memelukmu dari belakang. Kadang-kadang mencium pipimu, menghirup aroma parfum yang melekat di ceruk leher. Semuanya terlalu sempurna. Kamar luas yang belum pernah dibayangkan, meja makan panjang dengan hidangan lengkap membuatmu ingin bersorak penuh kemenangan. Tiap kali turun dari lantai atas, jemarimu mengusap railing tangga seolah sedang mengingat tekstur dengan ukiran yang hampir tak bisa terlihat jelas. Bukan hanya itu, setiap saat Jake pulang kerja selalu ada bingkisan mahal yang ia bawa sebagai hadiah untukmu. Kalung, gelang, cincin, bahkan sebuh kunci mobil mahal. Kekayaan tersebut membuat dirimu makin terbuai. Akan tetapi selain rasa riang gembira di hati, ada satu ruang gelisah yang terbentang luas di dalam. Rasa takut jika suatu saat kebohongan ini akan terbongkar. “Athlana sayang...” panggil Jake ketika ia masuk ke kamar—melihatmu melamun di depan cermin. Dengan cepat buyar, kamu menoleh sambil tersenyum. Menutupi semua resah. “Kenapa, Sayang?” tanyamu lembut. Jake melangkah lebih dekat, mengecup keningmu lambat dengan mata terpejam. Ibu jarinya mengusap bahumu lalu menurunkan robe satin—memperlihat kulit mulus. Tubuhnya sedikit merendah, tatapannya kini terus tertuju pada matamu sedangkan bibirnya turun mengecup bahumu. Lalu ia mengeluarkan sebuah kotak berisi dua gelang emas mungil. Alismu terangkat bingung sedangkan pria tersebut meletakkan kotak beludru merah di atas pangkuanmu. “Hadiah untuk anak kita nanti,” ucap Jake pelan. Meskipun wajahmu terlihat bahagia, dalam hati kembali gelisah datang menghantui. Ujung mata melirik laci kecil, tempat dimana hasil tes lab yang menyatakan kamu tak bisa memiliki keturunan. Hari-hari terus berjalan, bahkan bulan dan kamu masih memainkan peran kebohongan dengan baik. Bertingkah layaknya istri penuh kejujuran, yang kasih sayangnya tumpah ruah dimana-mana. Akan tetapi suatu hari mengubah segalanya. Dari pagi Jake tak banyak bicara bahkan enggan menatap wajahmu. Ia ke kantor tanpa ada drama dasi miring. Kamu bertanya-tanya tentang kesalahan apa yang telah dilakukan. Sepanjang hari pikiranmu berputar kisaran semua dosa yang kamu ciptakan. Sampai pada malam harinya, kamu ingin menebus mood Jake yang hancur hari ini dengan memasak sesuatu untuknya. “Sayang, aku ingin membuatkanmu sesuatu,” nada suara dibuat manja. Jake melirik, satu alisnya terangkat sebagai pertanyaan. Kamu berjalan ke belakangnya, kemudian mendorong tubuh kekar itu untuk duduk di kursi meja makan. “Tunggu di sini, oke?” Saat kamu sibuk bergulat bersama peralatan dapur, mata Jake terpaku mati pada sosokmu. Gerak-gerikmu ia perhatikan dengan saksama. Hening. Yang terdengar hanyalah suara pisau dan talenan beradu. Sampai akhirnya...“Y/N.” Tanganmu terhenti seketika, darah seakan membeku dengan napas tersendat di tenggorokan. Bukan Athlana. Tapi...Y/N. Nama aslimu. Suara Jake lebih serak dari biasanya. Kamu mencoba tetap tenang namun gagal. “Si—siapa Y/N?” tanyamu, suara hampir tenggelam. “Jangan bertingkah bodoh. Aku sudah tahu semuanya...sejak awal,” balas Jake tajam membuat lidahmu kelu. Perlahan tubuhmu berbalik menghadap Jake, jari-jari bergetar di sisi tubuh. Kini lelaki itu bangkit, mata lembut yang biasa kamu tatap sirna—digantikan tatapan tajam seperti pedang yang siap dihunuskan pada lawan. “Kalau tahu sejak awal...kenapa tetap memilih menikahiku?” Jake tertawa getir, langkahnya semakin dekat dan berhenti tepat di depanmu. Hawa terasa sesak, rumah megah namun dalam pandanganmu sempit. “Karena aku butuh dirimu untuk melahirkan keturunanku,” jemarinya terulur mengangkat dagumu. “Tapi kau mandul, Y/N.” Lagi dan lagi kebohonganmu terbongkar penuh tragis. Matamu panas, lalu setetes peluh  berhasil lolos. ( lanjut di komentar ) #pov #jake #enhypen #fyp

About