@5u00u: موكب وهيئة ابا الفضل العباس عليه السلام #حسوني_الحجي

حسوني الحجي
حسوني الحجي
Open In TikTok:
Region: IQ
Wednesday 24 June 2026 00:23:23 GMT
306
45
1
6

Music

Download

Comments

4k_op5
صــℳـوفيـ 🪄 :
❤️❤️❤️
2026-06-24 01:31:07
0
To see more videos from user @5u00u, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Joan of Arc, Catherine of Aragon, dan Elizabeth I adalah bukti nyata bahwa wanita mampu memimpin, menyusun strategi, bahkan terjun langsung ke medan perang untuk mempertahankan negaranya.Kehadiran mereka mematahkan semua argumen patriarki yang mengeklaim bahwa wanita terlalu lemah untuk urusan militer.Peran Nyata Mereka di Medan Perang  1. Joan of Arc (Pahlawan Prancis)Pemimpin Garis Depan Pada Perang Seratus Tahun, Joan of Arc tidak hanya menjadi simbol, tetapi memakai baju besi dan memimpin tentara Prancis dalam pengepungan Orléans (1429).Ahli Strategi: Para komandan militer pria saat itu mengakui bahwa Joan memiliki bakat luar biasa dalam penempatan artileri dan taktik penyerangan yang agresif   2. Catherine of Aragon (Istri Pertama Henry VIII)Gubernur Jenderal Militer: Saat Henry VIII sedang sibuk berperang di Prancis pada tahun 1513, Catherine of Aragon ditunjuk sebagai wali penguasa Inggris untuk menghadapi invasi Skotlandia.Berpidato dengan Baju Besi: Dalam kondisi hamil besar, Catherine memakai baju besi pelindung dada, berkuda ke utara menuju garis depan, dan memberikan pidato penyemangat yang membakar semangat pasukannya.Kemenangan Besar: Pasukan yang ia gerakkan berhasil memenangkan Pertempuran Flodden, menewaskan Raja Skotlandia, dan menyelamatkan Inggris dari kehancuran. 3. Elizabeth I (Anak Perempuan Henry VIII)Pidato Legendaris di Tilbury: Saat Armada Besar Spanyol (Spanish Armada) mengancam akan menginvasi Inggris pada tahun 1588, Elizabeth I mendatangi kamp militer pasukannya di Tilbury.Memakai Baju Besi: Ia menolak berlindung di istana, memilih memakai pelindung dada baja di atas gaun putihnya, dan berkuda di depan para prajuritnya.Pernyataan Terkenal: Di sana ia mengucapkan kalimat sejarah:
Joan of Arc, Catherine of Aragon, dan Elizabeth I adalah bukti nyata bahwa wanita mampu memimpin, menyusun strategi, bahkan terjun langsung ke medan perang untuk mempertahankan negaranya.Kehadiran mereka mematahkan semua argumen patriarki yang mengeklaim bahwa wanita terlalu lemah untuk urusan militer.Peran Nyata Mereka di Medan Perang 1. Joan of Arc (Pahlawan Prancis)Pemimpin Garis Depan Pada Perang Seratus Tahun, Joan of Arc tidak hanya menjadi simbol, tetapi memakai baju besi dan memimpin tentara Prancis dalam pengepungan Orléans (1429).Ahli Strategi: Para komandan militer pria saat itu mengakui bahwa Joan memiliki bakat luar biasa dalam penempatan artileri dan taktik penyerangan yang agresif 2. Catherine of Aragon (Istri Pertama Henry VIII)Gubernur Jenderal Militer: Saat Henry VIII sedang sibuk berperang di Prancis pada tahun 1513, Catherine of Aragon ditunjuk sebagai wali penguasa Inggris untuk menghadapi invasi Skotlandia.Berpidato dengan Baju Besi: Dalam kondisi hamil besar, Catherine memakai baju besi pelindung dada, berkuda ke utara menuju garis depan, dan memberikan pidato penyemangat yang membakar semangat pasukannya.Kemenangan Besar: Pasukan yang ia gerakkan berhasil memenangkan Pertempuran Flodden, menewaskan Raja Skotlandia, dan menyelamatkan Inggris dari kehancuran. 3. Elizabeth I (Anak Perempuan Henry VIII)Pidato Legendaris di Tilbury: Saat Armada Besar Spanyol (Spanish Armada) mengancam akan menginvasi Inggris pada tahun 1588, Elizabeth I mendatangi kamp militer pasukannya di Tilbury.Memakai Baju Besi: Ia menolak berlindung di istana, memilih memakai pelindung dada baja di atas gaun putihnya, dan berkuda di depan para prajuritnya.Pernyataan Terkenal: Di sana ia mengucapkan kalimat sejarah: "Saya tahu saya memiliki tubuh seorang wanita yang lemah, tetapi saya memiliki hati dan lambung seorang raja, dan raja Inggris pula!" #elizabethi #catherineofaragon #History #women #joanofarc

About