@avocean.gmmtv: สเตปเชี่ยนตอนตื่นไปโรงเรียน #AVOCEAN

AVOCEAN
AVOCEAN
Open In TikTok:
Region: TH
Wednesday 24 June 2026 01:26:28 GMT
10794
3006
67
196

Music

Download

Comments

prph_t
ปรพ. :
แฮปปี้มากได้ไปโยงเยียน มีเพื่อนไปบ้างมั้ยนะ
2026-06-24 02:28:10
5
shiyi01084
shiyi0108 :
娜拉🥰
2026-06-25 17:25:24
0
bbibbi1996
บุ่งบุ้ง 🦢 :
ทำไงให้เซี่ยนๆขึ้นฟีดดดด ต้องดูตามโปรไฟล์ตลอดเลย 🥺
2026-06-25 03:32:25
1
paloy_92
PaLoY :
ว้าวมาก สเตปเท้า
2026-06-25 16:43:10
0
wanday1310
JM💜 :
cean💚
2026-06-24 01:27:45
0
rm_of_bts7
rkive :
Our beloved babe 🤏🥹
2026-06-24 14:05:38
0
rizqianikma
rizqianikma :
funny
2026-06-25 11:05:13
0
azura_vihokratana
zuzu_blueegyu :
tumben ga jungkir balik dek
2026-06-24 04:02:33
2
oisouaisakkk
bellzzxL :
beautifullll
2026-06-25 00:58:56
0
videoayu
Ayu :
Cutiiieeeee🥰🥰🥰
2026-06-25 12:05:35
0
pookieschmooks
Mochi💜 :
ayeeeee
2026-06-24 06:23:49
0
edsmartj
☆tiwiii :
EA EA LUCU BANGETT CEANNN😭😭
2026-06-24 01:49:55
1
cjimmysea
NOMNOM🥑🌊 :
keburu telattt
2026-06-24 10:24:15
0
___qt3000___
___bb___ :
Xin vía xương khớp dẻo dai của Cean iu🤟🤟🤟
2026-06-26 02:19:55
0
_216_ct
216_CT_ :
lucu banget adekkk
2026-06-25 12:21:53
0
To see more videos from user @avocean.gmmtv, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Seorang pengajar yang juga pemimpin pondok pesantren di Samarinda diduga melakukan kekerasan seksual terhadap santriwatinya. Kasus ini terungkap setelah korban mengadu ke lembaga TRC PPA Kalimantan Timur dan membuat laporan ke Polresta Samarinda. Ketua TRC PPA Kalimantan Timur, Rina Zainun, yang mendampingi korban mengungkapkan para korban mengaku mengalami kekerasan seksual dengan modus nikah batin. Menurut Rina, para korban meyakini tindakan yang dilakukan pelaku merupakan bagian dari ajaran yang harus dipatuhi karena disampaikan oleh sosok yang memiliki otoritas di lingkungan pesantren. Berdasarkan keterangan para korban, proses yang disebut nikah batin itu dilakukan secara sederhana, hanya dengan menyebut nama korban dan berjabat tangan. Setelah itu, korban mengaku diminta memenuhi berbagai keinginan pelaku. Rina menilai modus tersebut memanfaatkan relasi kuasa yang kuat antara pengajar dan santri di lingkungan pondok pesantren.
Seorang pengajar yang juga pemimpin pondok pesantren di Samarinda diduga melakukan kekerasan seksual terhadap santriwatinya. Kasus ini terungkap setelah korban mengadu ke lembaga TRC PPA Kalimantan Timur dan membuat laporan ke Polresta Samarinda. Ketua TRC PPA Kalimantan Timur, Rina Zainun, yang mendampingi korban mengungkapkan para korban mengaku mengalami kekerasan seksual dengan modus nikah batin. Menurut Rina, para korban meyakini tindakan yang dilakukan pelaku merupakan bagian dari ajaran yang harus dipatuhi karena disampaikan oleh sosok yang memiliki otoritas di lingkungan pesantren. Berdasarkan keterangan para korban, proses yang disebut nikah batin itu dilakukan secara sederhana, hanya dengan menyebut nama korban dan berjabat tangan. Setelah itu, korban mengaku diminta memenuhi berbagai keinginan pelaku. Rina menilai modus tersebut memanfaatkan relasi kuasa yang kuat antara pengajar dan santri di lingkungan pondok pesantren. "Ada empat korban yang awalnya menemui saya. Sampai saat ini tiga orang sudah membuat laporan. Kami belum tahu apakah nantinya akan ada tambahan korban lain," kata Rina. Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Rachmat Aribowo, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari para korban. Menurutnya, laporan tersebut saat ini sedang ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku. 📸: Dok. Istimewa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | videonews | R371 | E164 | V161 #bicarafaktalewatberita #kumparan

About