barakallah ustad terus sampaikan kebenaran walau sepahit empedu
2026-06-24 23:53:20
3
Dani :
na'am ini ustadz NU yg jujur sesuai Sunnah jazakumullah khoir....
2026-06-24 23:02:59
5
Dbae :
Makin jelas
Teruslah berda'wah Tadz sampaikan kebenaran walapun itu pahit
2026-06-24 15:25:55
6
@DIRAN :
sehat-sehat ustadz
semoga ustad di panjang kan umur nya.dan selalu Istiqomah
2026-06-25 00:10:33
2
jk_wi :
mzsya Allah 👍
2026-06-25 00:36:48
0
saleh12345 :
semuga yg mendengarkan tercerahkan
2026-06-24 13:35:03
4
Erik :
Bismillah, naam Tadz.. seperti air, mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah, dan akan diterima oleh dada-dada yg merendah, afwan.
2026-06-24 14:21:04
2
Jandra 123 :
ustadz cerdas...🥰🥰🥰..
2026-06-24 14:38:49
1
Dani :
Cerdas ustadz👍
2026-06-24 23:34:46
0
Uni Artha :
jazaakallahi khoir Ustadz ilmunya
2026-06-24 21:30:54
0
Abdullah Muhammad al-adli :
sesuai ustaz...
2026-06-24 11:54:32
0
@Ais :
barakallah fikum
2026-06-24 15:05:24
0
Kang BeBe :
Ustadz jujur.
2026-06-24 16:02:24
0
Omadi :
up
pertama
2026-06-24 09:58:52
0
ummu afzal :
BERALASAN DENGAN SHALAT TARAWIH YANG DILAKUKAN OLEH UMAR
[Sanggahan pertama]
Adapun shalat tarawih (yang dihidupkan kembali oleh Umar) maka dia bukanlah bid’ah secara syar’i. Bahkan shalat tarawih adalah sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dilihat dari perkataan dan perbuatan beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan shalat tarawih secara berjama’ah pada awal Ramadhan selama dua atau tiga malam. Beliau juga pernah shalat secara berjama’ah pada sepuluh hari terakhir selama beberapa kali. Jadi shalat tarawih bukanlah bid’ah secara syar’i. Sehingga yang dimaksudkan bid’ah dari perkataan Umar bahwa ‘sebaik-baik bid’ah adalah ini’ yaitu bid’ah secara bahasa dan bukan bid’ah secara syar’i. Bid’ah secara bahasa itu lebih umum (termasuk kebaikan dan kejelekan) karena mencakup segala yang tidak ada contoh sebelumnya.
Perlu diperhatikan, apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menunjukkan dianjurkan atau diwajibkannya suatu perbuatan setelah beliau wafat, atau menunjukkannya secara mutlak, namun hal ini tidak dilakukan kecuali setelah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat (maksudnya dilakukan oleh orang sesudah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen), maka boleh kita menyebut hal-hal semacam ini sebagai bid’ah secara bahasa. Begitu pula agama Islam ini disebut dengan muhdats/bid’ah (sesuatu yang baru yang diada-adakan) –sebagaimana perkataan utusan Quraisy kepada raja An Najasiy mengenai orang-orang Muhajirin-. Namun yang dimaksudkan dengan muhdats/bid’ah di sini adalah muhdats secara bahasa karena setiap agama yang dibawa oleh para Rasul adalah agama baru. (Disarikan dari Iqtidho’ Shirotil Mustaqim, 2/93
2026-06-24 14:02:03
3
effis :
simple banget ustadz jelasin bid'ah,,, [yummy][yummy][yummy] krrrenn,,!
2026-06-24 16:05:49
1
Salmiri :
saya sudah lama tidak terkejut kalau mendengar kata bid'ah
2026-06-24 13:55:23
0
UD OMANDA BERKAH :
Alhamdulillah tercerahkan orang yang nyeyel
2026-06-24 23:04:52
0
MOTKI.ER :
masya Alloh masih ada ustadz Nu yg lurus barokallohu fiik @Dosen Kampung
2026-06-24 18:38:52
0
Riko Suzuki Jagorawi Motor :
👍👍👍
2026-06-24 14:25:08
0
To see more videos from user @syafran_taing, please go to the Tikwm
homepage.