@1romk1: 💔🥹 #fyp #foryou #اكسبلورexplore #عربي #الناصريه

روان
روان
Open In TikTok:
Region: IQ
Wednesday 24 June 2026 05:51:24 GMT
2908
284
6
17

Music

Download

Comments

hhd.hsshh
مهداويᡕᠵ᠊ᡃ່࡚ࠢ࠘⸝່ࠡ᠊߯ᡁࠣ࠘᠊᠊ࠢ࠘气亠 :
هلاو
2026-07-01 17:28:11
1
.m0348944
العراقي مميز M☆ بكل كمالي💔 :
🥺🥺🥺
2026-06-26 20:24:58
1
yo_2sy
𝐘𝐔𝐒𝐄f͜͡ ⩫ ³¹³ :
❣️
2026-06-24 10:31:41
1
hhd.hsshh
مهداويᡕᠵ᠊ᡃ່࡚ࠢ࠘⸝່ࠡ᠊߯ᡁࠣ࠘᠊᠊ࠢ࠘气亠 :
🥺🥺🥰
2026-07-01 17:28:18
1
ny__8h
قوقـــيه :
❤️❤️
2026-06-24 19:28:42
1
hs_214a
🍁ACC_HAIDER :
❤️❤️❤️
2026-07-02 21:05:16
1
To see more videos from user @1romk1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PRABOWO VS EVERYBODY.  Selama lima bulan pertama 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melakukan lebih dari 10 operasi tangkap tangan (OTT) di berbagai daerah dan sektor strategis. Berdasarkan rilis resmi KPK dan Bloomberg Technoz, total kerugian negara dari empat kasus utama dengan angka final mencapai Rp 32,18 miliar. Angka ini diperkirakan akan jauh lebih besar setelah penyidikan kasus-kasus lain selesai, termasuk OTT 6 kepala daerah, hakim PN Depok, dan pejabat Pajak yang masih dalam proses. Kasus terbesar adalah dugaan korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dengan kerugian Rp 24 miliar dari pengadaan jasa outsourcing oleh PT Raja Nusantara Berjaya, perusahaan keluarganya. KPK mengungkap Rp 19 miliar mengalir ke Fadia dan keluarganya, termasuk suami yang anggota DPR RI Mukhtaruddin Ashraff, anak Sabiq yang legislator DPRD Lamongan, dan anak Mehnaz. Fadia dijerat Pasal 12 huruf i UU Tipikor, pasal langka yang pertama kali dipakai KPK dalam kasus tertangkap tangan. Disusul OTT Bea Cukai dan Pajak Banjarmasin Februari 2026 dengan sitaan 3 kg emas batangan (Rp 4,14 miliar) dan dugaan suap Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Rp 2,94 miliar di Mei 2026. Bagi audiens Indonesia, intensitas penindakan korupsi ini menunjukkan satu sisi yaitu KPK aktif bekerja. Tapi di sisi lain, juga menunjukkan tata kelola di banyak sektor pemerintahan masih lemah. Di tengah Rupiah anjlok ke Rp 17.700, lonjakan PHK, dan beban subsidi BBM yang membengkak, reformasi pemberantasan korupsi struktural jadi salah satu agenda yang dipantau pelaku pasar dan investor untuk menentukan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
PRABOWO VS EVERYBODY. Selama lima bulan pertama 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melakukan lebih dari 10 operasi tangkap tangan (OTT) di berbagai daerah dan sektor strategis. Berdasarkan rilis resmi KPK dan Bloomberg Technoz, total kerugian negara dari empat kasus utama dengan angka final mencapai Rp 32,18 miliar. Angka ini diperkirakan akan jauh lebih besar setelah penyidikan kasus-kasus lain selesai, termasuk OTT 6 kepala daerah, hakim PN Depok, dan pejabat Pajak yang masih dalam proses. Kasus terbesar adalah dugaan korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dengan kerugian Rp 24 miliar dari pengadaan jasa outsourcing oleh PT Raja Nusantara Berjaya, perusahaan keluarganya. KPK mengungkap Rp 19 miliar mengalir ke Fadia dan keluarganya, termasuk suami yang anggota DPR RI Mukhtaruddin Ashraff, anak Sabiq yang legislator DPRD Lamongan, dan anak Mehnaz. Fadia dijerat Pasal 12 huruf i UU Tipikor, pasal langka yang pertama kali dipakai KPK dalam kasus tertangkap tangan. Disusul OTT Bea Cukai dan Pajak Banjarmasin Februari 2026 dengan sitaan 3 kg emas batangan (Rp 4,14 miliar) dan dugaan suap Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Rp 2,94 miliar di Mei 2026. Bagi audiens Indonesia, intensitas penindakan korupsi ini menunjukkan satu sisi yaitu KPK aktif bekerja. Tapi di sisi lain, juga menunjukkan tata kelola di banyak sektor pemerintahan masih lemah. Di tengah Rupiah anjlok ke Rp 17.700, lonjakan PHK, dan beban subsidi BBM yang membengkak, reformasi pemberantasan korupsi struktural jadi salah satu agenda yang dipantau pelaku pasar dan investor untuk menentukan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. "SUMBER: TWS News" #kontencomxtws #kontencom

About