@ig.____jaya28: Sehat selalu andalan 😍🙏🏻 #pbhasriantigroup #sidrap

JY
JY
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 24 June 2026 10:15:24 GMT
3741
105
6
1

Music

Download

Comments

fadly_286
fadly :
adaga benir ta boss😅
2026-06-27 09:36:39
0
pesankhusus1.19
manusia 🤣🤣 :
magi si ro oto ta
2026-07-01 03:52:40
0
haeres__
Hrs :
Panutan🙏🏻🤲🏻
2026-06-24 18:02:10
0
userwawank45
Wawank😍maryam :
🥰🥰🥰
2026-06-24 11:43:13
0
To see more videos from user @ig.____jaya28, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di tengah keterbatasan ekonomi, perjuangan hidup seorang ibu tiga anak di Kabupaten Garut ini benar-benar mengundang keprihatinan. Adalah Ida Rosita, warga Kampung Sukatani RT 08 RW 03, Desa Sukatani, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Bersama keluarganya, Ida terpaksa bertahan di sebuah rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan dan nyaris roboh. Bangunan rumah tersebut tampak sudah miring, sementara sebagian bagian bangunan hanya ditopang menggunakan bambu. Kondisi pondasinya pun terlihat mengalami kemiringan, sehingga rumah tersebut dikhawatirkan tidak mampu bertahan apabila diterjang hujan deras atau cuaca ekstrem. Namun, persoalannya bukan sekadar rumah yang rusak. Di balik dinding yang miring dan penyangga bambu itu, ada perjuangan seorang ibu yang harus memenuhi kebutuhan tiga anaknya dengan penghasilan yang sangat terbatas. Ida sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Upah yang diterimanya sekitar Rp30 ribu per hari, itu pun hanya ketika ada warga yang membutuhkan tenaganya. Dengan penghasilan yang tidak menentu, kebutuhan makan dan keluarga harus menjadi prioritas. Sementara untuk mengumpulkan biaya memperbaiki rumah, bagi Ida bukan perkara mudah. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru kini menjadi sumber kekhawatiran. Setiap hujan deras datang, keselamatan keluarga menjadi taruhan. Kisah Ida menjadi potret nyata bahwa di balik sebuah rumah tidak layak huni, terdapat perjuangan hidup yang panjang. Ada seorang ibu yang tetap bekerja, ada anak-anak yang harus dilindungi, dan ada harapan agar suatu hari keluarganya dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan layak. Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan rumah tidak layak huni bukan hanya soal bangunan yang rusak. Di dalamnya ada kemiskinan, keterbatasan penghasilan, tanggungan keluarga, serta harapan akan uluran kepedulian dari berbagai pihak. Kini, perhatian dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan agar keluarga Ida tidak terus hidup dalam bayang-bayang rumah yang sewaktu-waktu dapat roboh. credit video: vt/aa yudha wakil rakyat #rumahroboh #garutpride🔥 #beritatiktok #trending #viewjabar
Di tengah keterbatasan ekonomi, perjuangan hidup seorang ibu tiga anak di Kabupaten Garut ini benar-benar mengundang keprihatinan. Adalah Ida Rosita, warga Kampung Sukatani RT 08 RW 03, Desa Sukatani, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Bersama keluarganya, Ida terpaksa bertahan di sebuah rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan dan nyaris roboh. Bangunan rumah tersebut tampak sudah miring, sementara sebagian bagian bangunan hanya ditopang menggunakan bambu. Kondisi pondasinya pun terlihat mengalami kemiringan, sehingga rumah tersebut dikhawatirkan tidak mampu bertahan apabila diterjang hujan deras atau cuaca ekstrem. Namun, persoalannya bukan sekadar rumah yang rusak. Di balik dinding yang miring dan penyangga bambu itu, ada perjuangan seorang ibu yang harus memenuhi kebutuhan tiga anaknya dengan penghasilan yang sangat terbatas. Ida sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Upah yang diterimanya sekitar Rp30 ribu per hari, itu pun hanya ketika ada warga yang membutuhkan tenaganya. Dengan penghasilan yang tidak menentu, kebutuhan makan dan keluarga harus menjadi prioritas. Sementara untuk mengumpulkan biaya memperbaiki rumah, bagi Ida bukan perkara mudah. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru kini menjadi sumber kekhawatiran. Setiap hujan deras datang, keselamatan keluarga menjadi taruhan. Kisah Ida menjadi potret nyata bahwa di balik sebuah rumah tidak layak huni, terdapat perjuangan hidup yang panjang. Ada seorang ibu yang tetap bekerja, ada anak-anak yang harus dilindungi, dan ada harapan agar suatu hari keluarganya dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan layak. Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan rumah tidak layak huni bukan hanya soal bangunan yang rusak. Di dalamnya ada kemiskinan, keterbatasan penghasilan, tanggungan keluarga, serta harapan akan uluran kepedulian dari berbagai pihak. Kini, perhatian dan kepedulian bersama sangat dibutuhkan agar keluarga Ida tidak terus hidup dalam bayang-bayang rumah yang sewaktu-waktu dapat roboh. credit video: vt/aa yudha wakil rakyat #rumahroboh #garutpride🔥 #beritatiktok #trending #viewjabar

About