@izzyy.oo: 🐞🐞 #fyp #tiktoksg

Isabel ୨୧
Isabel ୨୧
Open In TikTok:
Region: SG
Wednesday 24 June 2026 10:58:21 GMT
18286
1742
16
180

Music

Download

Comments

siopa0eater
siopao :
Who that in the back
2026-06-24 13:15:09
2
charlott3sc0tt
Char🪷🎀 :
this outfit WOW
2026-06-24 12:56:31
3
0re0lover_
0re0lover_ :
u drop this 👑
2026-07-03 04:39:50
0
shawteetee69
maggitakderempah :
2026-06-24 11:12:37
1
ismekhin00
☁️ :
OMG this dress 😍Where did u get dress from?
2026-06-27 14:33:02
0
dinulie
dinulie :
THIS DRESS ON U OMG
2026-06-24 23:31:06
1
peachybacksidee
B4ddie :
Does she reply??😳😳
2026-06-25 12:31:57
1
grace.0.11
G :
2026-06-24 11:06:14
1
nay.linn842
Nay Linn :
2026-06-25 16:17:04
0
siopa0eater
siopao :
this dress was made for you
2026-06-24 13:15:29
1
rpu245
RluRpu2[I] :
2026-07-02 00:24:34
0
ayemddi
Treza Soe :
Ama may I know where u got this longyi from.I saw u did a tik tok wearing that back in 2020 and it looks so pretty.
2026-06-26 16:51:53
0
seedofyitzchak773
DISCIPLES OF THE MOST HIGH 773 :
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
2026-06-25 18:44:58
0
To see more videos from user @izzyy.oo, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

BURUNG ELANG JAWA Elang jawa (Nisaetus bartelsi) adalah burung pemangsa endemik asli Pulau Jawa yang berstatus terancam punah (Endangered) dan menjadi inspirasi utama lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Ciri-Ciri Fisik • Ukuran: Memiliki panjang tubuh sekitar 60–70 cm dengan rentang sayap lebih dari 1 meter dan berat berkisar 2–2,5 kg (betina dewasa berukuran lebih besar dari jantan). • Jambul Khas: Memiliki jambul panjang berwarna hitam dengan ujung putih sepanjang kurang lebih 12 cm di bagian kepala. • Warna Bulu: Bagian punggung dan sayap berwarna cokelat gelap, sedangkan bagian dada dan perut memiliki warna cokelat terang dengan corak garis-garis tebal kecokelatan. • Paruh dan Cakar: Memiliki paruh hitam yang kuat serta cakar tajam untuk menangkap mangsa. Habitat dan Persebaran • Wilayah Hidup: Endemik di Pulau Jawa (dari ujung barat di Ujung Kulon hingga ujung timur di Alas Purwo dan Taman Nasional Meru Betiri). • Ketinggian: Menghuni hutan primer dan perbukitan berhutan di daerah dataran tinggi hingga pegunungan dengan ketinggian 2.200 sampai 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Perilaku dan Reproduksi • Sifat Monogami: Elang jawa bersifat monogami (setia pada satu pasangan seumur hidup). Jika pasangannya mati atau hilang, biasanya ia tidak akan berbiak lagi. • Siklus Berkembang Biak yang Lambat: Hanya bertelur 1 butir setiap 1 hingga 2 tahun sekali, dengan masa inkubasi atau pengeraman sekitar 47–58 hari. • Peran Ekologis: Berfungsi sebagai predator puncak (top predator) di rantai makanan hutan yang membantu mengendalikan populasi mamalia kecil seperti tikus dan menjaga keseimbangan ekosistem. Status Konservasi dan Perlindungan • Status Internasional: Terdaftar dalam kategori Endangered (Terancam Punah) oleh IUCN Red List, serta dilarang diperdagangkan secara internasional melalui CITES. • Dasar Hukum di Indonesia: Secara hukum dilindungi mutlak di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Menteri LHK No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Sejak tahun 1992, satwa ini juga ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia. • Ancaman Utama: Kerusakan dan penyempitan habitat hutan akibat pembalakan liar, alih fungsi lahan, serta perburuan untuk perdagangan ilegal. #burungindonesia #elangjawa #faunaindonesia #satwaindonesia #fyp
BURUNG ELANG JAWA Elang jawa (Nisaetus bartelsi) adalah burung pemangsa endemik asli Pulau Jawa yang berstatus terancam punah (Endangered) dan menjadi inspirasi utama lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Ciri-Ciri Fisik • Ukuran: Memiliki panjang tubuh sekitar 60–70 cm dengan rentang sayap lebih dari 1 meter dan berat berkisar 2–2,5 kg (betina dewasa berukuran lebih besar dari jantan). • Jambul Khas: Memiliki jambul panjang berwarna hitam dengan ujung putih sepanjang kurang lebih 12 cm di bagian kepala. • Warna Bulu: Bagian punggung dan sayap berwarna cokelat gelap, sedangkan bagian dada dan perut memiliki warna cokelat terang dengan corak garis-garis tebal kecokelatan. • Paruh dan Cakar: Memiliki paruh hitam yang kuat serta cakar tajam untuk menangkap mangsa. Habitat dan Persebaran • Wilayah Hidup: Endemik di Pulau Jawa (dari ujung barat di Ujung Kulon hingga ujung timur di Alas Purwo dan Taman Nasional Meru Betiri). • Ketinggian: Menghuni hutan primer dan perbukitan berhutan di daerah dataran tinggi hingga pegunungan dengan ketinggian 2.200 sampai 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Perilaku dan Reproduksi • Sifat Monogami: Elang jawa bersifat monogami (setia pada satu pasangan seumur hidup). Jika pasangannya mati atau hilang, biasanya ia tidak akan berbiak lagi. • Siklus Berkembang Biak yang Lambat: Hanya bertelur 1 butir setiap 1 hingga 2 tahun sekali, dengan masa inkubasi atau pengeraman sekitar 47–58 hari. • Peran Ekologis: Berfungsi sebagai predator puncak (top predator) di rantai makanan hutan yang membantu mengendalikan populasi mamalia kecil seperti tikus dan menjaga keseimbangan ekosistem. Status Konservasi dan Perlindungan • Status Internasional: Terdaftar dalam kategori Endangered (Terancam Punah) oleh IUCN Red List, serta dilarang diperdagangkan secara internasional melalui CITES. • Dasar Hukum di Indonesia: Secara hukum dilindungi mutlak di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Menteri LHK No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Sejak tahun 1992, satwa ini juga ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia. • Ancaman Utama: Kerusakan dan penyempitan habitat hutan akibat pembalakan liar, alih fungsi lahan, serta perburuan untuk perdagangan ilegal. #burungindonesia #elangjawa #faunaindonesia #satwaindonesia #fyp

About