@arynews.official: وزیراعظم نے پیٹرول ڈیزل سستا کیا، آئل کمپنیوں کا رونا دھونا #ARYNews

ARY NEWS
ARY NEWS
Open In TikTok:
Region: PK
Wednesday 24 June 2026 16:52:12 GMT
2024747
93835
1283
1213

Music

Download

Comments

king_achakzai039
#murshid_Achakzai :
جب ایک رات میں 140 روپے بڑھے تھے تب اربوں کمائے تب تو رولا نہیں ڈالا
2026-06-25 02:54:14
1656
sajjadxtylish066
SAJJAD OP :
🥰
2026-06-25 05:50:49
649
rananadir6275
rananadir6275 :
prime minister sb jub petrol ki price brhana hotee ha us waqat pakistan ki awam ro rahee hotee ha ap perwah nahi kertey ab jub petrol ki price run ho gai ha ap ko .oik companies ka rona dhona yaad a gia
2026-06-25 15:01:47
1
daman75750
SHANI :
اب برداشت کریں ہم بھی روئے تھے 😂😂
2026-06-25 08:37:45
707
iqbal97637
Iqbal Abdullah :
Drama hai sb oil companies hain kis ki
2026-06-25 04:34:46
155
aneemurmvc9
knowledge 🇵🇰 :
i am online quran class Teacher
2026-06-25 09:34:47
100
ameranwer6070
amer anwer :
تیل کی قیمت 299۔50 جبکہ مارکیٹ میں 301 روپے 42 پیسے 40 پیسے میں سیل ہو رہا ہے یہ تصویر شیل پٹرول پمپ چوک یتیم خانہ نرد تھانہ نوا کوٹ کی ہے
2026-06-25 11:12:24
147
mrsbilal6633
Mr's Bilal ♥️ :
jb purany rate p kharida huwa petrol mehnga becha jb ni Rona dhona kia k hmen arbo ka faida huwa h
2026-06-24 17:24:12
285
abdulrehmangujjar87
عبد الرحمن ⚔️ :
ابھی بھی مہنگا ہے جب مہنگا ہوا تب آئل مارکیٹ کو یاد نا آیا کہ اربوں روپے کما لیے اب خط لکھ دیں
2026-06-24 19:41:35
258
mashal.khan5984
Mashal khan :
new drama
2026-06-26 00:16:52
7
mumtaz4635
Abdul hadi :
JB Achank mehnga kia to faida b to bht hoa
2026-06-24 17:17:56
84
ubbi.bhai0
ubbi bhai :
petrol or sasta karen goverment
2026-06-24 17:35:01
17
raeeszahoorbrohi1
Rais Zahoor Brohi :
جب ایک رات میں 140 روپے بڑھے تھے تب اربوں کمائے تب تو رولا نہیں ڈالا
2026-06-25 08:38:09
49
mrkhan12581
Bloch Brand 512 :
جب زياده تھا تب کون کما رھا تھا
2026-06-24 17:34:19
113
islamic_statuss_
Islamic_ status _💓 :
thanx general shb
2026-06-26 10:15:00
1
shamo_king_46
👑𝐒𝐇𝐀𝐌𝐎 𝐊𝐈𝐍𝐆👑 :
Punjab may 302 Rupe Letter our Peshawer may 220 Ye Q🤔🥺
2026-06-26 17:39:06
0
sajjadhassanwatto
Sajjad Hassan watto :
shame on oil marketing companies
2026-06-25 06:08:12
8
three_brother_333
Aamir⚔️Romeo🦅 :
ابھی بھی مہنگا ہے جب مہنگا ہوا تب آئل مارکیٹ کو یاد نا آیا کہ اربوں روپے کما لیے اب خط لکھ دیں
2026-06-24 23:04:22
8
b.k.rind47
B.k. Rind Baloch :
یہ بھی اسی وزیر اعظیم کی چال ہے انھیں کہے گا آپ لوگ بیان دو تاکہ میں پٹرول ریٹ کم نہ کروں
2026-06-25 15:05:46
13
business.tycoon.k
WAQAS KHAN TANOLI :
oooooo Bhai 250 Sy 200 Hona chaeya petrol
2026-06-25 03:26:32
22
sensations1_1
Sensations :
aur jab mehnga hua tabb??
2026-06-25 15:07:03
7
asadmalik4080
asadmalik4080 :
جب مہنگا ہوا اس ٹائم کتنا فائدہ ہوا اپ کو
2026-06-24 17:47:32
10
farooqsatti608
🥷فاروق ستی⚔️ :
ابھی بھی مہنگا ہے
2026-06-24 19:31:21
7
To see more videos from user @arynews.official, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PRABOWO VS EVERYBODY.  Selama lima bulan pertama 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melakukan lebih dari 10 operasi tangkap tangan (OTT) di berbagai daerah dan sektor strategis. Berdasarkan rilis resmi KPK dan Bloomberg Technoz, total kerugian negara dari empat kasus utama dengan angka final mencapai Rp 32,18 miliar. Angka ini diperkirakan akan jauh lebih besar setelah penyidikan kasus-kasus lain selesai, termasuk OTT 6 kepala daerah, hakim PN Depok, dan pejabat Pajak yang masih dalam proses. Kasus terbesar adalah dugaan korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dengan kerugian Rp 24 miliar dari pengadaan jasa outsourcing oleh PT Raja Nusantara Berjaya, perusahaan keluarganya. KPK mengungkap Rp 19 miliar mengalir ke Fadia dan keluarganya, termasuk suami yang anggota DPR RI Mukhtaruddin Ashraff, anak Sabiq yang legislator DPRD Lamongan, dan anak Mehnaz. Fadia dijerat Pasal 12 huruf i UU Tipikor, pasal langka yang pertama kali dipakai KPK dalam kasus tertangkap tangan. Disusul OTT Bea Cukai dan Pajak Banjarmasin Februari 2026 dengan sitaan 3 kg emas batangan (Rp 4,14 miliar) dan dugaan suap Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Rp 2,94 miliar di Mei 2026. Bagi audiens Indonesia, intensitas penindakan korupsi ini menunjukkan satu sisi yaitu KPK aktif bekerja. Tapi di sisi lain, juga menunjukkan tata kelola di banyak sektor pemerintahan masih lemah. Di tengah Rupiah anjlok ke Rp 17.700, lonjakan PHK, dan beban subsidi BBM yang membengkak, reformasi pemberantasan korupsi struktural jadi salah satu agenda yang dipantau pelaku pasar dan investor untuk menentukan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
PRABOWO VS EVERYBODY. Selama lima bulan pertama 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melakukan lebih dari 10 operasi tangkap tangan (OTT) di berbagai daerah dan sektor strategis. Berdasarkan rilis resmi KPK dan Bloomberg Technoz, total kerugian negara dari empat kasus utama dengan angka final mencapai Rp 32,18 miliar. Angka ini diperkirakan akan jauh lebih besar setelah penyidikan kasus-kasus lain selesai, termasuk OTT 6 kepala daerah, hakim PN Depok, dan pejabat Pajak yang masih dalam proses. Kasus terbesar adalah dugaan korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dengan kerugian Rp 24 miliar dari pengadaan jasa outsourcing oleh PT Raja Nusantara Berjaya, perusahaan keluarganya. KPK mengungkap Rp 19 miliar mengalir ke Fadia dan keluarganya, termasuk suami yang anggota DPR RI Mukhtaruddin Ashraff, anak Sabiq yang legislator DPRD Lamongan, dan anak Mehnaz. Fadia dijerat Pasal 12 huruf i UU Tipikor, pasal langka yang pertama kali dipakai KPK dalam kasus tertangkap tangan. Disusul OTT Bea Cukai dan Pajak Banjarmasin Februari 2026 dengan sitaan 3 kg emas batangan (Rp 4,14 miliar) dan dugaan suap Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Rp 2,94 miliar di Mei 2026. Bagi audiens Indonesia, intensitas penindakan korupsi ini menunjukkan satu sisi yaitu KPK aktif bekerja. Tapi di sisi lain, juga menunjukkan tata kelola di banyak sektor pemerintahan masih lemah. Di tengah Rupiah anjlok ke Rp 17.700, lonjakan PHK, dan beban subsidi BBM yang membengkak, reformasi pemberantasan korupsi struktural jadi salah satu agenda yang dipantau pelaku pasar dan investor untuk menentukan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. "SUMBER: TWS News" #kontencomxtws #kontencom

About