Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@fathhasee7: Move on💯🧿🫴
♡☆•°•°•《Fath♡Hasee 》•°•°•☆♡
Open In TikTok:
Region: AE
Wednesday 24 June 2026 18:43:21 GMT
220
18
1
2
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.23MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.23MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
🤞sailant attitude girl🫰 :
💯💯💯adha vida nalladhu oru naal kedakkum inshaa allah 🤗🤗🤗
2026-06-24 19:45:12
0
To see more videos from user @fathhasee7, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Scramble up ur name & I’ll try to guess it😍❤️ #foryoupage #PetsOfTikTok #aesthetic
„Mauern aus Granit“ kann man jetzt überall anhören 🖤 #traurigesongs #ness
#panties #morelect #underwear
#maaf#real#sorry
POV: Bagian utama mading sekolah lagi-lagi ditempati oleh satu nama—jadi kebanggaan paling mutlak yang disoroti hanya karena prestasi belaka. Seonghyeon. Cowok berwajah karismatik dengan senyum manis pemikat, siapapun yang menatapnya dari kaca publik akan mabuk karena pesona kagum. Tapi semua itu nggak mempan buat kamu. Rooftop sekolah kini sepi, nggak ada suara langkah, nggak ada bising pembicaraan. Desir angin berembus pelan, mengibas rambut si pemain utama di sudut ruang sunyi. Langkahmu kian dekat, lalu punggungmu bersandar ke tembok di sampingnya. Tanganmu mengibas udara, seolah asap rokok ini sangat mengganggu. Cowok itu menoleh sekilas, menampakkan sudut bibir nggak acuh kepadamu. Kamu mengeluarkan ponsel, kameramu dengan cepat menangkap momen itu, ketika seorang Seonghyeon—si jenius terbaik sekolah begitu leluasa dengan sebatang rokok dalam apitan jarinya. "Apa jadinya kalo seisi sekolah tau, jenius olimpiade ini ternyata punya sense of berandalan?" gumammu menatap layar, sengaja memancing. Tanpa basa-basi, ponsel itu direbut dari tanganmu. "Gue nggak takut ancaman jelek lo itu," desisnya pelan. Kamu mengernyitkan dahi. "Nggak takut? Kenapa lo ambil hp gue?" Cowok itu mengangkat kedua alis. Tangannya masih sibuk menggulir sesuatu di ponselmu, lalu sepersekian detik selanjutnya seringainya muncul. Dia menunduk, membiarkan wajahnya sejajar dengan milikmu. Ponsel itu diarahkan ke dirimu. "Kalo guru tau anak emasnya tawuran sama sekolah sebelah, beasiswa lo masih aman, nggak?" "Sean, sialan lo!" umpatmu kasar. Panggilan ini, cuma kamu yang pakai—nama khusus di dunia kenakalannya. Dan dia selalu menyukainya dengan alasan—hanya kamu, cewek sok polos yang memanggilnya seperti itu. Dia terkekeh, tangannya terangkat mengusap kepalamu dengan gerakan menekan. "Kenapa? Di depan gue, lo masih mau berlagak jadi kucing kecil yang terlalu manis?" Kamu mendorong tangannya dari atas kepalamu. Dengusan sebal jadi jawaban atas kekesalanmu sekarang. Sean membuka bungkus rokoknya, mengambil sebatang untuk diberikan ke tanganmu. Kamu cuma diam, pura-pura nggak minat. Sampai akhirnya tangannya menarik pergelanganmu. "Don't act like a good girl, okay? Take it." Kamu meraihnya kasar, menunggu korek api jatuh ke tanganmu yang tengah mengadah. Tapi cowok itu nggak memberi, lebih memilih untuk menyalakan pemantik langsung ke rokok yang diapit bib1rmu. Sore itu kalian bukan dua musuh yang saling menjatuhkan lagi. Cuma dua orang dengan kesepakatan baru, menjaga citra pura-pura polos di sekolah. Padahal di luar, kamu dan dia mengerti satu hal. Kalian berasal dari dunia gelap yang sama—dan kecerdasan ini cuma formalitas sementara, menjadi tameng yang nggak berani dikacaukan siapapun. ** Pertandingan basket di lapangan belakang berjalan sengit. Awalnya kamu nggak ada niat buat nonton, sampai satu pesan memaksamu datang dengan segera. seanj💬: bawain minum ke lap basket you: kalo gue nolak? seanj💬: fine, siap-siap beasiswa lo dicabut Sial—dia benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk mengancammu. Dan kini, kamu berakhir berdiri di antara kerumunan cegilnya yang siap menggatal. "Always With Seonghyeon!" Itu slogan yang membuatmu bergidik geli sampai saat ini. Sorakan penuh dengan antusias untuk namanya, sedangkan kamu cuma berdiri dengan sebotol air minum di antara mereka—nggak ikut meneriakkan namanya, nggak juga bersorak sorai. Tapi dari sorot matanya, cuma kamu yang berhasil dia tangkap. Cewek dengan wajah datar tanpa ekspresi di tengah kerumunan. Skor berakhir di angka 57—39. Tim yang dipimpin Sean menang telak, membuat garis bibirnya mengembang begitu manis. Belum sepenuhnya mereka pergi dari area lapangan, gestur tangannya memintamu mendekat. Kamu jalan tanpa peduli apapun. Bahkan ekspresimu jelas kayak orang paling nggak bersemangat di antara panasnya tribun. Sean menarik tanganmu, meletakkan handuk kecil untuk kamu raih. "Lap wajah gue." "The hell?" tekanmu ingin menolak. ++ di komen #seonghyeon #cortis #pov #fyp
#اكسبلوووووورررر #الرياض_جده_مكه_الدمام_المدينه_الخرج_أبهاالعراق #الشعب_الصيني_ماله_حل😂😂 #الحدود_الشماليه #غلاء المهور
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy