Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@samiravena: Sandália Plataforma #tiktokshopbr77 #inspooutfit
Sami | Lifestyle ✨
Open In TikTok:
Region: BR
Wednesday 24 June 2026 21:37:54 GMT
113
2
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.53MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.53MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @samiravena, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#putitdown with @kevferg 🤣 #ThisIsQuitting
POV {3} : Malamnya di kamar, setelah selesai mandi dan makan malam, kamu langsung menjatuhkan tubuhmu ke atas kasur. Kamu berguling ke kanan dan ke kiri, memeluk guling erat-erat sambil menatap langit-langit kamar yang remang-remang. Pikiranmu benar-benar buntu. Dari tadi, isi otakmu cuma berputar di satu nama: Keonho. Kamu menyentuh pipimu sendiri yang mendadak terasa hangat. "Sial... kenapa gue jadi mikirin dia terus sih?" gumammu frustrasi pada diri sendiri. Jujur saja, bayangan kejadian di kolam renang sore tadi tidak bisa hilang dari kepala. Kamu mengingat setiap detailnya dengan sangat jelas. Bagaimana air kolam membasahi rambut hitam Keonho, bagaimana sepasang mata elangnya menatapmu lurus dari jarak dekat, sampai aroma maskulin bercampur wangi sabun yang menguar dari tubuhnya saat kamu refleks memeluk bahunya karena panik. Selama ini, kamu cuma melihat Keonho dari jauh. Kamu cuma tahu dia sebagai cowok kelas sebelah yang dingin, irit ngomong, dan selalu juara satu yang fotonya hobi nangkring di mading sekolah. Tapi sore tadi, Keonho kelihatan seribu kali lebih tampan daripada semua foto yang pernah dipajang di mading. Apalagi pas dia tersenyum tipis dan memperlakukanmu dengan sangat sabar. Sisi Keonho yang itu rasanya cuma kamu yang tahu, bukan cewek-cewek satu sekolah yang hobi meneriakkan namanya di pinggir lapangan. Kamu terdiam seberntar sampai akhirnya tertidur dengan dada yang masih berdebar aneh. • • • Keesokan paginya di sekolah, koridor sudah ramai oleh anak-anak kelas XI yang baru datang. Kamu berjalan agak terburu-buru menuju kelasmu, berusaha menetralkan rasa gugup yang sejak semalam belum hilang sepenuhnya. Setiap kali mengingat bagaimana tangan Keonho menahan tubuhmu di dalam air, perutmu rasanya langsung mulas karena salah tingkah. Baru saja kamu berbelok di koridor dekat mading sekolah, langkahmu otomatis melambat. Dari arah berlawanan, sosok tinggi yang dari tadi malam memenuhi isi kepalamu sedang berjalan santai bersama beberapa teman temannya. Keonho. Dia memakai seragam putih-abu-abu yang rapi, tas ransel hitamnya hanya disampirkan di sebelah bahunya. Sinar matahari pagi yang menembus jendela koridor membuat wajah dinginnya kelihatan makin bersinar. Cewek-cewek dari kelas lain yang berpapasan dengannya langsung berbisik-bisik heboh, tapi Keonho tetap berjalan lurus dengan ekspresi datarnya yang biasa—mode pangeran sekolah yang cuek. Kamu yang melihatnya langsung panik. Kamu bingung harus bersikap seperti apa. Mau menyapa duluan tapi gengsi, tapi kalau pura-pura tidak lihat juga rasanya aneh setelah kejadian manis kemarin sore. Akhirnya kamu memutuskan untuk menunduk, menatap sepatumu sendiri sambil terus berjalan maju. Saat jarak kalian makin dekat, kamu bisa merasakan langkah kaki cowok itu melambat tepat di sampingmu. Kamu memberanikan diri untuk sedikit mendongak. Di sela-sela obrolannya dengan temannya, Keonho ternyata sedang menatap ke arahmu. Begitu mata elangnya bertemu dengan matamu, sudut bibirnya perlahan ketarik ke atas. Dia tersenyum manis ke arahmu. Bukan senyum tipis yang sekilas, tapi senyum tulus yang membuat matanya ikut menyipit jenaka, seolah ada rahasia kecil yang sekarang cuma kalian berdua yang tahu. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Keonho langsung melanjutkan langkahnya, berjalan melewati kamu begitu saja sambil kembali mendengarkan cerita temannya. Deg! Jantungmu rasanya seperti berhenti berdetak selama satu detik sebelum akhirnya berpacu brutal. Wajahmu mendadak terasa panas terbakar sampai ke telinga. Kamu tahu pasti kalau mukamu saat ini sudah merah merona mirip kepiting rebus. "Anj*ng..." umpatmu pelan, menahan napas karena terlalu salah tingkah dengan perlakuan diam-diamnya itu. Tanpa pikir panjang lagi, kamu langsung mengambil langkah seribu. Kamu berlari sekencang mungkin menyusuri koridor, mengabaikan beberapa teman seangkatan yang menatapmu heran, dan langsung menerobos masuk ke dalam kelasmu. (++💬) #POV #keonho #cortis #anhkeonho #foryou
Sắm em lược này về chải tóc đỡ rụng hẳn #luoc #luocgoroi #luocbannguyet#luocbannguyetderiviu #xuhuong
#creatorsearchinsights #الشيخ_عبدالرزاق_البدر_حفظه_الله #احاديث_صحيحة #العلماء_ورثة_الأنبياء #موعظة_دينية
#Ôi cái thời tiết này
حسين عريان مجالس قديمة سيد فاقد+حمدان #ياكوز #شور #الامام #مجلس#سيد_فاقد
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy