@mthimkhulu563:

Mthimkhulu
Mthimkhulu
Open In TikTok:
Region: ZA
Thursday 25 June 2026 04:01:40 GMT
61967
4601
118
185

Music

Download

Comments

nkunaprinc
Prince NK :
A clever man once said "it's not about how you start but how you finish"🫡
2026-06-25 10:16:19
157
sdee284
sdeesibiya :
todays game was very spiritual 🥰🥰🥰
2026-06-25 17:28:36
34
pamzn099
Pam@ZN099 :
Glory be to God indeed 🙌🏽🙌🏽🇿🇦🇿🇦
2026-06-25 13:26:31
9
abundantly.blesse50
abundantly blessed🥰❤️‍🔥 :
and there's no other song but this 🥰🥰🥰perfect choice bhut🫡👌
2026-06-25 14:16:34
20
ndalo267
mama wama boyz 🚶🏻🧍🏻🚶🏻🥰 :
awuu injalo ❤️🥰sicela asithwale kuze kube sekugcineni 🇿🇦🇿🇦🇿🇦
2026-06-25 15:33:48
30
refiloe9133
refiloe :
Ntate Modimo reya o leboha we are nothing without you 🇿🇦 🙌🙏
2026-06-25 13:18:33
16
alakhe084
azilemafaka :
Ningapheki on Sunday sizotya iCanada😩
2026-06-25 16:15:38
16
user162735443661
shantel :
God of miracles he says wen the time is right i will make it happen finally he did it 🙌👏🙏❤
2026-06-25 11:27:48
9
geskenk17
Geskenk@17 :
one goal per game
2026-06-25 11:33:56
6
nompu84
Nompu Junda :
Wenzan ungkhalisa😭😢😢😢😩
2026-06-25 13:18:21
9
mthoko.nkwanyana
Nkwanyana 89 :
Kuzogcina nakithi seku right 🎶🎼,🙏🥰
2026-06-25 11:21:37
14
ziphozenkosi364
ziphozenkosi :
And usimelile ongabonwayo 🙏🏻🙏🏻🥰
2026-06-25 09:55:32
8
ihumusha11mzamo11ndebele
IHUMUSHA MZAMO NDEBELE :
step by step, 🪜 from lose to draw to win to qualify 👌🏾👌🏾
2026-06-25 10:22:22
5
mathulisi.joyjoy
Mathulisi Joyjoy :
yebo my brother kude lasivelakho🙏🙏🙏
2026-06-25 19:20:16
1
user388001298637
skipskip :
amen my brother that was GOd indeed
2026-06-26 03:47:48
2
memewabanzi
memewabanzi :
Glory to our God♥️♥️♥️
2026-06-25 16:03:55
1
sandile.mkhabela
Sandile Mkhabela :
I came to mk 30 here🥰🥰🥰😇😇😇
2026-06-25 15:43:12
1
mandymandy113
mandy :
Praise the Lord and we thank you God Jehova
2026-06-25 15:05:06
3
salphy.mokala6
Salphy Mokala :
🙏 🙏 🙏 🙏 amen
2026-06-25 15:00:43
2
mthimkhulu132
mthimkhulu132 :
wakithi kunjalo nje
2026-06-26 06:06:29
1
menzitshafuthi
Menzi Tshafuthi :
kunjalo 😭🙏
2026-06-25 13:49:48
3
lampalenduna
mastermind :
shongwe nekhuphuka
2026-06-25 14:38:17
4
charmanekhumalo
Charmane Khumalo :
awuu nkosi yami wangibusisa boy🥰🥰
2026-06-25 19:31:20
2
red.apple87
RED APPLE :
Siyabonga Nkosi 🥰🥰🥰
2026-06-25 17:29:41
1
mthiya737
Mthiya 737 :
uyingcweleeeeeeeeeeeeh Jesu🇿🇦🇿🇦🇿🇦🇿🇦🇿🇦🇿🇦🇿🇦🇿🇦🇿🇦🇿🇦❤️
2026-06-26 17:50:05
1
To see more videos from user @mthimkhulu563, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

boleh salin tautan?  .  penjelasan 👇 .  Di film Interstellar, ada satu adegan yang bikin banyak orang melongo: di planet Miller, 1 jam setara dengan 7 tahun di Bumi. Kedengarannya seperti fiksi, padahal konsep ini benar-benar berasal dari fisika modern dan dikenal sebagai dilatasi waktu gravitasi. Konsep ini berasal dari Relativitas Umum yang dipublikasikan oleh Albert Einstein pada tahun 1915. Menurut teori ini, gravitasi bukan sekadar gaya tarik, melainkan akibat ruang-waktu yang melengkung karena keberadaan massa dan energi. Semakin besar massa suatu objek, semakin besar kelengkungan ruang-waktu, dan semakin lambat waktu berjalan di dekat objek tersebut. Di pusat sistem planet pada film itu terdapat Gargantua, sebuah black hole supermasif dengan massa diperkirakan sekitar 100 juta kali massa Matahari. Gargantua digambarkan sebagai black hole tipe Kerr, yaitu black hole yang berotasi sangat cepat. Rotasi ini menyebabkan efek yang disebut frame dragging, di mana ruang-waktu di sekitar black hole ikut terseret. Karena itu, orbit stabil dapat berada lebih dekat ke black hole dibandingkan jika black hole tidak berputar. Planet Miller mengorbit sangat dekat dengan Gargantua, hanya sedikit di luar horizon peristiwanya. Di wilayah ini, gravitasi begitu ekstrem sehingga laju waktu di permukaan planet jauh lebih lambat daripada laju waktu bagi pengamat yang berada jauh dari black hole. Rasio 1 jam berbanding 7 tahun berarti 1 jam di planet Miller setara dengan sekitar 61.320 jam di tempat yang jauh, atau waktu berjalan kira-kira 61.000 kali lebih lambat. Bagi orang yang berada di planet Miller, waktu tetap terasa normal. Jantung berdetak seperti biasa, jam berjalan normal, dan tidak ada sensasi khusus. Namun ketika mereka dibandingkan dengan orang yang berada lebih jauh dari black hole, barulah terlihat bahwa mereka telah “melompati” puluhan tahun. Perhitungan ilmiah untuk film ini dilakukan bersama fisikawan Kip Thorne, peraih Nobel Fisika 2017. Ia memastikan bahwa representasi Gargantua dan efek dilatasi waktu tetap konsisten dengan relativitas umum. Dalam bukunya, Thorne menjelaskan bahwa rasio ekstrem seperti ini secara teori mungkin terjadi jika black hole sangat masif dan berputar nyaris pada batas maksimum yang diizinkan fisika. Pemilihan black hole supermasif sangat penting. Jika black hole bermassa kecil, gaya pasang surut di dekat horizon peristiwa akan sangat besar dan dapat merusak planet maupun objek yang mendekat. Tetapi pada black hole supermasif, horizon peristiwa berada jauh lebih besar, sehingga gradien gravitasi di sekitar horizon bisa cukup kecil untuk memungkinkan planet tetap utuh. Film ini juga menampilkan konsekuensi lain dari gravitasi ekstrem. Cahaya dari accretion disk di sekitar Gargantua dibelokkan kuat oleh gravitasi, sehingga bagian atas dan bawah disk terlihat melengkung. Visual ini sangat sesuai dengan prediksi relativitas umum dan menjadi salah satu representasi black hole paling realistis yang pernah dibuat. Jadi, adegan “1 jam di planet Miller sama dengan 7 tahun di Bumi” bukan sekadar bumbu drama. Itu adalah ilustrasi dari fakta bahwa gravitasi dapat mengubah laju waktu. Semakin dekat ke objek dengan gravitasi ekstrem seperti black hole supermasif, semakin lambat waktu berjalan. Di alam semesta, waktu ternyata bukan sesuatu yang mutlak, melainkan dapat dipengaruhi oleh struktur ruang-waktu itu sendiri. #kapanfyp #fyp #foryou #jjedukasi #astronomi
boleh salin tautan? . penjelasan 👇 . Di film Interstellar, ada satu adegan yang bikin banyak orang melongo: di planet Miller, 1 jam setara dengan 7 tahun di Bumi. Kedengarannya seperti fiksi, padahal konsep ini benar-benar berasal dari fisika modern dan dikenal sebagai dilatasi waktu gravitasi. Konsep ini berasal dari Relativitas Umum yang dipublikasikan oleh Albert Einstein pada tahun 1915. Menurut teori ini, gravitasi bukan sekadar gaya tarik, melainkan akibat ruang-waktu yang melengkung karena keberadaan massa dan energi. Semakin besar massa suatu objek, semakin besar kelengkungan ruang-waktu, dan semakin lambat waktu berjalan di dekat objek tersebut. Di pusat sistem planet pada film itu terdapat Gargantua, sebuah black hole supermasif dengan massa diperkirakan sekitar 100 juta kali massa Matahari. Gargantua digambarkan sebagai black hole tipe Kerr, yaitu black hole yang berotasi sangat cepat. Rotasi ini menyebabkan efek yang disebut frame dragging, di mana ruang-waktu di sekitar black hole ikut terseret. Karena itu, orbit stabil dapat berada lebih dekat ke black hole dibandingkan jika black hole tidak berputar. Planet Miller mengorbit sangat dekat dengan Gargantua, hanya sedikit di luar horizon peristiwanya. Di wilayah ini, gravitasi begitu ekstrem sehingga laju waktu di permukaan planet jauh lebih lambat daripada laju waktu bagi pengamat yang berada jauh dari black hole. Rasio 1 jam berbanding 7 tahun berarti 1 jam di planet Miller setara dengan sekitar 61.320 jam di tempat yang jauh, atau waktu berjalan kira-kira 61.000 kali lebih lambat. Bagi orang yang berada di planet Miller, waktu tetap terasa normal. Jantung berdetak seperti biasa, jam berjalan normal, dan tidak ada sensasi khusus. Namun ketika mereka dibandingkan dengan orang yang berada lebih jauh dari black hole, barulah terlihat bahwa mereka telah “melompati” puluhan tahun. Perhitungan ilmiah untuk film ini dilakukan bersama fisikawan Kip Thorne, peraih Nobel Fisika 2017. Ia memastikan bahwa representasi Gargantua dan efek dilatasi waktu tetap konsisten dengan relativitas umum. Dalam bukunya, Thorne menjelaskan bahwa rasio ekstrem seperti ini secara teori mungkin terjadi jika black hole sangat masif dan berputar nyaris pada batas maksimum yang diizinkan fisika. Pemilihan black hole supermasif sangat penting. Jika black hole bermassa kecil, gaya pasang surut di dekat horizon peristiwa akan sangat besar dan dapat merusak planet maupun objek yang mendekat. Tetapi pada black hole supermasif, horizon peristiwa berada jauh lebih besar, sehingga gradien gravitasi di sekitar horizon bisa cukup kecil untuk memungkinkan planet tetap utuh. Film ini juga menampilkan konsekuensi lain dari gravitasi ekstrem. Cahaya dari accretion disk di sekitar Gargantua dibelokkan kuat oleh gravitasi, sehingga bagian atas dan bawah disk terlihat melengkung. Visual ini sangat sesuai dengan prediksi relativitas umum dan menjadi salah satu representasi black hole paling realistis yang pernah dibuat. Jadi, adegan “1 jam di planet Miller sama dengan 7 tahun di Bumi” bukan sekadar bumbu drama. Itu adalah ilustrasi dari fakta bahwa gravitasi dapat mengubah laju waktu. Semakin dekat ke objek dengan gravitasi ekstrem seperti black hole supermasif, semakin lambat waktu berjalan. Di alam semesta, waktu ternyata bukan sesuatu yang mutlak, melainkan dapat dipengaruhi oleh struktur ruang-waktu itu sendiri. #kapanfyp #fyp #foryou #jjedukasi #astronomi

About