โsichel๐ :
Di bawah cakrawala yang menyimpan rahasia semesta, Ada satu binar yang membuat bintang-bintang merasa hampa. Bukan karena mereka kehilangan cahaya, Tapi karena di hadapanmu, keindahan mereka hanyalah bayangan semata. Kau adalah kanvas yang dilukis dengan jemari waktu, Setiap lekuk wajahmu adalah sajak yang tak butuh kata bantu. Alismu adalah garis tenang di ufuk timur,
Tempat segala resah dan lelah akhirnya tertidur. Mata itu-ah, telaga yang begitu dalam, Menelan seluruh malam, namun membiarkan rindu tetap diam. Di sana, aku melihat dunia yang belum pernah dijamah, Tempat kejujuran bermuara, tanpa perlu merasa lelah atau kalah. Senyummu adalah simfoni tanpa suara, Yang mampu meruntuhkan benteng logika paling perkasa. Bukan sekadar lengkungan bibir yang menawan, Tapi janji tentang musim semi di tengah badai yang berkawan. Dunia mungkin sibuk mengejar apa yang tampak di mata,
Namun kecantikanmu adalah gema yang lebih dari sekadar rupa.
la ada pada caramu bicara, pada jemari yang menenangkan, Pada ketulusan yang kau bawa di setiap langkah yang kau jejakkan.
kau adalah puisi yang tak pernah selesai ditulis, Keanggunan yang lahir dari keberanian, meski hati pernah teriris.
Tetaplah bersinar, meski dunia terkadang lupa cara memuji, Sebab keindahanmu adalah abadi
2026-06-25 11:08:51