@itachi.uchiha_x1: #namseungsik#fyp#геройстаршейшколы#хочуврекомендации

Eternal Eye
Eternal Eye
Open In TikTok:
Region: KZ
Thursday 25 June 2026 11:41:25 GMT
22235
2548
36
102

Music

Download

Comments

adilet4793
Adilet :
как его зовут
2026-07-03 09:06:42
1
azaliya8150
..🤔.. :
милый мой 🥰
2026-06-26 07:28:57
6
zhainabekariyskyzy
🤍자이나🤍 :
Дорама аты?
2026-06-28 06:41:27
2
b5117393
драмщики💯💋 :
можно название, стоит смотреть?
2026-07-01 20:39:05
1
user_varrarev
катера🫥 :
2026-06-29 16:53:30
0
user75870173624428
Станислав Пимонов :
ай
2026-06-27 11:50:38
2
alikvyn
alikhan :
2026-07-08 14:54:16
0
erkoe0
ERKOSH 🧸 :
Адемыыы 😍😍
2026-07-01 04:34:52
0
To see more videos from user @itachi.uchiha_x1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov : Pagi itu seharusnya menjadi awal yang tenang bagi siswi pindahan sepertimu di SMA Darma. Namun, dunia seolah punya rencana lain.  Semuanya terjadi begitu cepat. Kamu baru saja melangkah keluar dari persimpangan menuju sekolah barumu—SMA Darma—ketika sebuah tangan besar yang hangat namun kasar tiba-tiba menyambar pergelangan tanganmu. Belum sempat kamu berteriak atau memberontak, laki-laki itu sudah menarikmu berlari menembus gang-gang sempit.  ​
#pov : Pagi itu seharusnya menjadi awal yang tenang bagi siswi pindahan sepertimu di SMA Darma. Namun, dunia seolah punya rencana lain. Semuanya terjadi begitu cepat. Kamu baru saja melangkah keluar dari persimpangan menuju sekolah barumu—SMA Darma—ketika sebuah tangan besar yang hangat namun kasar tiba-tiba menyambar pergelangan tanganmu. Belum sempat kamu berteriak atau memberontak, laki-laki itu sudah menarikmu berlari menembus gang-gang sempit. ​"Ikut gue kalau lo ga mau mati konyol di sini!" suaranya serak, napasnya memburu di telingamu. ​Kamu mencoba melepaskan cengkeramannya. "Lepas! Lo siapa?! Gue murid baru nanti tel—" ​"Diem dulu," potongnya tajam. Kamu sempat menoleh ke belakang. Di ujung jalan, segerombolan murid dari sekolah lain tampak berlari membawa kayu dan benda tumpul. Amarah di wajah mereka nyata. Seketika, akal sehatmu bekerja—ini bukan penculikan. Ini adalah tawuran, dan entah bagaimana, kamu terjebak di tengahnya. Laki-laki itu Seonghyeon. Ia membawamu bersembunyi di balik dinding beton sebuah gang sempit. Keadaan sunyi, hanya menyisakan suara napas kalian berdua yang beradu tidak beraturan. Kemudian ia tersentak, seolah baru sadar ia masih menggenggam tanganmu dengan sangat erat. Ia segera melepasnya dengan gerakan canggung. ​"Sorry," ucapnya dingin. Kamu terpaku menatapnya, kamu bisa melihat wajahnya yang berantakan—ada memar di beberapa titik dan sudut bibir yang robek. Ia melirik lambang osis di lengan bajumu. "Lo murid sekolah Darma, kan?" ​Kamu hanya bisa mengangguk kaku, masih terlalu terkejut untuk bersuara. ​"Kita satu sekolah," lanjutnya sambil menyeka darah di bibirnya dengan punggung tangan. "Mereka tadi ngincer siapa pun yang pakai seragam ini. Makanya gue bawa lo kabur. Sorry..." ​Tadinya, ada sejuta protes yang ingin kamu lemparkan. Kamu ingin marah karena hari pertama sekolahmu hancur berantakan. Namun, setelah mendengar penjelasan tersebut, amarah itu menguap begitu saja. "Cepetan masuk ke gerbang belakang. Jangan lewat jalan utama kalau ga mau ketemu mereka lagi." Sean berbalik, berniat pergi dari sana. "Tunggu!" ​Langkah Sean terhenti. "Apa lagi?" Kamu tidak menjawab, kamu justru merogoh saku tas mu. Jemarimu menarik keluar sebuah kotak kecil, mengambil isinya, dan mendekat ke arahnya. ​Sean membeku saat kamu berdiri tepat di depannya. "Diem sebentar," gumammu pelan. Kamu mengupas sebuah plester berwarna pink cerah. Sean ingin protes, ingin bilang kalau luka sekecil itu tidak butuh benda itu, tapi suaranya tertahan di tenggorokan saat jarimu menyentuh kulit pelipisnya dengan sangat hati-hati. Sean terpaku. Matanya terkunci pada wajahmu yang tampak begitu serius mengurusi luka di wajahnya. Ia tidak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya. Biasanya, orang-orang akan lari ketakutan melihat wajah memarnya, atau justru memarahinya karena terus-menerus terlibat keributan. ​"Nah, selesai," ucapmu sambil mengelus kecil di ujung plester itu, lalu tersenyum tipis. "Makasih ya..." kamu melirik name tag-nya, "Seonghyeon. Seonghyeon... nama lo keren." Sean masih diam seribu bahasa. Sedangkan kamu masih tersenyum sebelum akhirnya pamit lebih dulu. Ia hanya bisa menatap punggungmu saat kamu mulai berjalan menjauh menuju gerbang belakang. Tangannya terangkat perlahan, menyentuh plester pink di pelipisnya. ​"Pink?" gumamnya lirih, mencoba menekan rasa hangat yang menjalar di pipinya. "Sial... jantung gue kenapa?" ♡♡♡ Saat jam istirahat, kamu melihat Sean lagi. Kali ini dia tidak sedang berkelahi. Dia duduk di meja paling belakang kantin, sendirian dengan headphone melingkar di lehernya. "Liatin apa, sih?" Tegur teman barumu—Chiquita. Namu matamu tidak juga beralih, hingga Chiquita ikut melirik arah pandangmu. ​"Oh... Sean!" Chiquita berdecak. "Gue saranin jangan deket-deket dia deh," bisiknya. "Siapa sih yang ga kenal Sean? ganteng sih, tapi liar. Enggak ada yang bisa nebak apa yang ada di kepalanya." (comsec+++) ​#SEONGHYEON #FYP #cortisedit #alternativeuniverse

About