@infoandevalo: Tú predicabas en el desierto, siempre luchando por la verdad y bautizastes al mismo Cristo con agua pura del Río Jordán…🎶🎸 VIVA SAN JUAN BAUTISTA! #alosno #sanjuan #24junio #cascabeleros #comadres

Descubre el Andévalo🏕📍
Descubre el Andévalo🏕📍
Open In TikTok:
Region: ES
Thursday 25 June 2026 11:54:45 GMT
3482
226
2
18

Music

Download

Comments

gomaju04
Joana39 :
si la salida es bonita , ver una entrada así es acordarte de todos los que ya no están y llorar por ellos q en la gloria están .. Viva San Juan Bautista, vivan sus cascabeleros, vivan todos sus devotos, viva el pueblo d la Alosno, Viva San Juan Bautista ☺️
2026-06-25 20:35:04
2
fernandamanzanoca4
Fernanda Manzano Campo :
🥰🥰🥰
2026-06-25 12:25:06
1
To see more videos from user @infoandevalo, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

RAHASIA AMALIAH HJ. MASLIYAH, IBUNDA ABAH GURU SEKUMPUL, SEHINGGA DIKARUNIAI ANAK SEORANG WALIYULLAH BESAR Diceritakan oleh KH. Saifuddin Zuhri atau yang akrab disapa Guru Banjar Indah, bahwa Hj. Masliyah, ibunda Abah Guru Sekumpul, memiliki suatu amalan yang beliau istiqamahkan ketika Abah Guru masih kecil hingga kemudian tumbuh menjadi seorang yang alim. Beliau mengamalkan membaca Surah Al-Insyirah sebanyak 17 kali. Setelah selesai membacanya, beliau meniupkannya ke kepala sang anak. Amalan tersebut dilakukan sebelum waktu Subuh. Selain itu, almarhum H. Nashri atau yang dikenal dengan panggilan Ami Nashri pernah menceritakan bahwa ketika Hj. Masliyah mengandung Abah Guru Sekumpul, beliau juga memiliki amalan khusus. Setiap malam, setelah bangun untuk melaksanakan qiyamul lail (shalat malam), Hj. Masliyah terlebih dahulu membaca Shalawat Nariyah sebanyak 11 kali sambil mengusap perutnya. Setelah selesai membaca Shalawat Nariyah, beliau berdoa memohon kepada Allah SWT agar anak yang berada di dalam kandungannya kelak menjadi seorang wali Allah, seraya bertawassul kepada Rasulullah SAW dan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan). Amalan tersebut dikisahkan terus beliau istiqamahkan sejak usia kandungan memasuki tiga bulan hingga melahirkan. Setiap bangun pada tengah malam, beliau duduk sejenak untuk mengamalkannya sebelum melaksanakan shalat malam. Dengan izin Allah SWT, doa dan harapan seorang ibu tersebut kemudian dikabulkan. Putranya, Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul), tumbuh menjadi seorang ulama besar yang dicintai dan menjadi panutan bagi masyarakat luas, khususnya di Kalimantan. Dikisahkan pula bahwa amalan tersebut merupakan amalan yang diberikan oleh kakak Hj. Masliyah, yaitu Guru Semman Mulya, kepada adik tercintanya, Hj. Masliyah binti H. Mulya, ketika usia kandungannya memasuki tiga bulan. Wallahu a'lam bish-shawab.
RAHASIA AMALIAH HJ. MASLIYAH, IBUNDA ABAH GURU SEKUMPUL, SEHINGGA DIKARUNIAI ANAK SEORANG WALIYULLAH BESAR Diceritakan oleh KH. Saifuddin Zuhri atau yang akrab disapa Guru Banjar Indah, bahwa Hj. Masliyah, ibunda Abah Guru Sekumpul, memiliki suatu amalan yang beliau istiqamahkan ketika Abah Guru masih kecil hingga kemudian tumbuh menjadi seorang yang alim. Beliau mengamalkan membaca Surah Al-Insyirah sebanyak 17 kali. Setelah selesai membacanya, beliau meniupkannya ke kepala sang anak. Amalan tersebut dilakukan sebelum waktu Subuh. Selain itu, almarhum H. Nashri atau yang dikenal dengan panggilan Ami Nashri pernah menceritakan bahwa ketika Hj. Masliyah mengandung Abah Guru Sekumpul, beliau juga memiliki amalan khusus. Setiap malam, setelah bangun untuk melaksanakan qiyamul lail (shalat malam), Hj. Masliyah terlebih dahulu membaca Shalawat Nariyah sebanyak 11 kali sambil mengusap perutnya. Setelah selesai membaca Shalawat Nariyah, beliau berdoa memohon kepada Allah SWT agar anak yang berada di dalam kandungannya kelak menjadi seorang wali Allah, seraya bertawassul kepada Rasulullah SAW dan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan). Amalan tersebut dikisahkan terus beliau istiqamahkan sejak usia kandungan memasuki tiga bulan hingga melahirkan. Setiap bangun pada tengah malam, beliau duduk sejenak untuk mengamalkannya sebelum melaksanakan shalat malam. Dengan izin Allah SWT, doa dan harapan seorang ibu tersebut kemudian dikabulkan. Putranya, Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul), tumbuh menjadi seorang ulama besar yang dicintai dan menjadi panutan bagi masyarakat luas, khususnya di Kalimantan. Dikisahkan pula bahwa amalan tersebut merupakan amalan yang diberikan oleh kakak Hj. Masliyah, yaitu Guru Semman Mulya, kepada adik tercintanya, Hj. Masliyah binti H. Mulya, ketika usia kandungannya memasuki tiga bulan. Wallahu a'lam bish-shawab.

About