@quyendicaucatunhien: Câu cá mương sông đà bằng theo 7 tầng, và phải cá chày khủng. #hshtag câu cá tự nhiên #hshtag theo câu cá mương 7 tầng

Câu cá tự nhiên
Câu cá tự nhiên
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 25 June 2026 12:50:13 GMT
27371
459
26
17

Music

Download

Comments

ts..vu2109
TS..Vũ :
Cảng 3 cấp có được câu không idol
2026-06-25 13:45:10
2
n.n.quang.1996
N.N.Q 🐭 :
Bãi nào ấy
2026-07-19 06:30:10
0
trung.l.vn.trung48
Trung Lê văn trung :
ngon
2026-07-11 13:55:57
0
i256790
Chung hòa :
Chỗ nào vậy bác
2026-07-12 13:14:20
0
i.vng09
Đại Vương :
Bạn câu chỗ nào sông đà vậy
2026-07-08 05:02:51
0
minhduc176258
minhduc176258 :
chào bác hy vọng dc gặp bác ngoài chỗ câu
2026-06-25 15:36:18
1
minhthanh162004
minhthanh :
Câu mồi j anh ơi
2026-07-10 01:43:24
0
chauminh9906
Đam mê câu cá :
ra video moiw đi anh
2026-07-05 12:06:18
0
vietbui210
việt an :
đoạn nào sông đà vậy bác
2026-07-09 17:58:47
0
vng.fishing5
Câu Lure miền Núi 🎣🎣 :
Chỗ bác nhiều cá thế.
2026-07-01 03:26:34
0
9134lh68
Thiên Phú :
Cá Rói
2026-06-26 06:05:15
0
userx26cmm3tsa
user0369728365 :
anh kêu ở chỗ nào vậy
2026-07-12 05:05:56
0
duongatelier
Dương Atelier :
Em mới học câu nên chọn cần dài bao nhiêu, độ cứng ntn là hợp lý ạ🥰
2026-07-01 05:11:46
0
duy.anh8880
Anh Ở Cao Phong🤓 :
Đỉnh thật anh ơi
2026-06-25 15:50:15
1
hoangtuhn
Shinning star :
Giói mắt đỏ
2026-06-25 22:21:07
1
tun6q4
Tuấn :
nước dưới chân đập xuống chưa a
2026-06-27 10:31:31
1
vinh_oto_honda
Mr.Vinh - Honda Nam Định🚗 :
Cá rói mắt đỏ vùng Nam Định mình gọi thế
2026-07-08 00:33:24
0
nguoihoabinhgocchankun
😎Điệp Chân Cun :
Hôm e câu mương gặp con măng 3 cân nó lôi cho phải 20p mới vớt lên được. Chạy kinh khủng luôn
2026-06-26 15:29:39
1
dyi0t95yjk7l
Đinh văn Được :
theo buộc lấy à bác, bác bán e mấy bộ thẻo
2026-06-26 11:34:46
1
tun6q4
Tuấn :
Nước dưới chân đập xuống chưa a ơi
2026-06-26 03:00:46
1
mnh.quang3
mạnh quang 23 :
cá rói
2026-06-28 11:53:40
0
To see more videos from user @quyendicaucatunhien, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About