Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@utahjaz.xo: Could you help me?
utahjaz.xo
Open In TikTok:
Region: AU
Thursday 25 June 2026 21:19:32 GMT
1986
76
3
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.98MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
3.04MB
)
Watermark .mp4 (
1.98MB
)
Music .mp3
Comments
Frank Stallone :
Hello love
2026-06-27 08:03:44
0
Ghuy :
😳😳😳
2026-06-25 21:21:34
0
Rafael Vizcaino :
👌👌👌
2026-06-25 21:51:38
0
To see more videos from user @utahjaz.xo, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Messi in Barca 🥹❤️💙#BARCALONA #messi #football #edit
#pourtoiii #paroles #motivacion #amediter #viralvideos
Cette fois-ci, c’est vous qui posez des questions 😌 #microtrottoir #telephone #louloute
“Trinity’s bestfrined loved her so much that she sent her Dennis Whitaker.” #trinitysantos #whitsantosedit #fypシ゚viral #ThePitt #thinkingofyou
[Bagian 1] #pov | Lampu disko berputar seiring musik yang menghentak, semua orang menari dalam gelap. Salah satunya adalah James. Ia larut dalam dunia klub itu, bersama seorang gadis asing di sampingnya. Hal itu sudah menjadi kebiasaannya, pulang larut malam, pergi ke klub, bermain dengan gadis-gadis yang bahkan tak ia kenal. Semua terasa wajar baginya. Tapi yang tidak wajar adalah James sudah memiliki pacar. Yaitu kamu. Kini kamu berdiri di depan pintu klub itu. Kakimu melangkah cepat masuk ke dalam. Keramaian langsung menyambut, tubuh-tubuh yang menari membuatmu sedikit terhuyung saat berusaha masuk lebih jauh. Tujuanmu hanya satu, mencari James. Salah satu temannya mengabari bahwa dia mabuk berat, dan kamu diminta menjemputnya. “James..” gumammu pelan, langkahmu terhenti. Di tengah keramaian itu, kamu melihatnya. Bukan dalam keadaan lemah seperti yang kamu kira, bukan juga sendirian, dia sedang berciuman dengan gadis lain. Srak Kamu menarik baju James menjauh, dia terkejut saat melihatmu. "Lo ngapain disini?" Tanya James tak suka. "Pulang, lo mabuk." Kamu menarik James menjauh dari kerumunan, tapi James malah melepaskan tanganmu. James tersenyum miring, langkahnya sedikit goyah tapi matanya masih menatapmu tajam. “Siapa lo nyuruh-nyuruh gue pulang?” suaranya serak, bau alkohol jelas tercium. Tanganmu masih menggantung di udara, bekas menariknya tadi. Dadamu terasa sesak, antara marah dan kecewa. “Gue pacar lo, James.” Suaramu bergetar, tapi kamu paksa tetap tegas. “Dan gue capek liat lo kayak gini terus.” James tertawa kecil, dingin. Bukan tawa yang biasa kamu suka. "Pacar?” dia menggeleng pelan. “Pacar gue gak bakal ngatur hidup gue.” Kalimat itu seperti tamparan. Lampu club masih berputar, musik masih berdentum, tapi semuanya terasa jauh. Yang tersisa cuma kamu dan dia yang berdiri di depanmu, tapi rasanya seperti orang asing. “Kalo gitu,” kamu menarik napas dalam, menahan air mata yang mulai naik, “mungkin gue emang bukan orang yang tepat buat lo.” James terdiam sesaat. Ada sesuatu yang berubah di wajahnya, tapi terlalu cepat hilang. Kamu berbalik. Langkahmu menjauh dari dia, dari tempat itu, dari semua kebiasaan yang selama ini kamu tahan. Di belakangmu, tidak ada yang mengejar, tidak ada yang memanggil. Dan di situlah akhirnya kamu sadar yang paling menyakitkan bukan saat dia memilih hal lain, tapi saat dia bahkan tidak memilih kamu. ••• Semenjak kejadian malam itu, kamu agak menjauh dari James. Hatimu masih sakit usai mendengar ucapannya, lebih baik menghindar dulu. Mata kuliah pertama telah selesai, saatnya istirahat. Kakimu melangkah pergi ke kantin sendirian, totebag di pundakmu terasa lebih berat dari biasanya, padahal isinya sama seperti hari-hari lain. Kamu memilih duduk di pojok, tempat yang agak sepi. Biasanya, kursi di depanmu akan terisi oleh James dengan senyum santainya, atau candaan recehnya yang selalu kamu pura-pura kesal. Sekarang kosong. Kamu menunduk, mengaduk makanan tanpa benar-benar berniat makan. Suara tawa orang lain di sekitar terasa jauh, seperti bukan bagian dari duniamu hari ini. "Sendiri?" Suara itu membuat pergerakan tanganmu berhenti. Kamu tahu suara itu. Perlahan, kamu mendongak. James berdiri di sana, masih dengan jaket yang sama seperti kemarin, tapi wajahnya tidak seantusias biasanya. Ada lelah di matanya atau mungkin ragu. James menarik kursi di depanmu, tapi tidak langsung duduk. “Gue boleh?” Pertanyaan sederhana, tapi aneh karena biasanya dia tidak pernah minta izin. Kamu menatapnya beberapa detik, hatimu kembali terasa sesak, semua ucapan malam itu terngiang lagi. "Kalo gue duduk, lo bakal pergi?” lanjutnya pelan. Ada sesuatu dalam nada suaranya yang berbeda, tdak defensif dan tidak sombong, lebih ke hati-hati. Kamu menarik napas, lalu menjawab singkat, “Duduk aja, Ini kantin, bukan tempat khusus gue." James akhirnya duduk di depanmu, untuk beberapa detik, kalian sama-sama diam. "Maaf.." #JAMES #alternativeuniverse #cortisedit #4u
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy