@d1v1n1t.1: #thehungergames #peetamellark #hungergames #katnisseverdeen #suzannecollins

🗝️
🗝️
Open In TikTok:
Region: CA
Friday 26 June 2026 01:31:45 GMT
123149
30871
57
817

Music

Download

Comments

souuup_dumpling
Soup :
reminder that katnip didn’t know he was going to attack her because she’d never seen peeta portray true hatred towards anyone before
2026-08-06 02:19:32
2534
kalaiyabest
⋆. 𐙚˚࿔chocolattee𝜗𝜚˚⋆ :
2026-07-15 07:34:44
3263
soccerforlife595
A I L E E N :
And the way he kept having to say his name and what district he was from just hit me hard because then you know they really messed him up in the head 😭☹️😩
2026-07-27 05:48:41
514
gracelucashoule
Grace! :
I don’t think I needed this reminder.?
2026-06-26 01:34:44
1599
cedraaa03
Cedraᵇᵉ :
So um I kinda have no clue can someone PLEASE tell me
2026-08-25 21:40:45
6
aryana_151
aryy💗⭐🍒 :
bro was I the only one who got jump scared when peeta jump at her
2026-07-24 00:44:14
72
tatyvs_
ℭ𝔞𝔪𝔦𝔩𝔞🩶🪿 :
We didn’t ask for this reminder
2026-06-26 17:35:50
221
aquila_regina
☆CorvidRegina☆ :
And he still yeeted that sewer mutt over his head
2026-09-14 12:04:25
1
p4yton5
payton🌺 :
I didn’t need the reminder. Thanks I guess.
2026-09-08 19:11:11
2
eva_diff123
eva !! :
My baby omg😢😢
2026-08-23 05:07:59
12
alldatmariah
Riahbaby :
Okk ill watch for the millionth time😓🤣
2026-07-29 04:07:35
7
we.hate.sierra
𝕊𝕚𝕖𝕣𝕣𝕒🍄 :
Reminder that katniss thought he was going to stroke her face when lunged at her throat
2026-08-24 16:23:31
31
scrtlifeofdenise
￶ ￶ :
i really didn’t need the reminder.
2026-07-18 20:56:13
105
super_sam1000
⋆. 𐙚˚࿔ 𝓢𝓪𝓶 𝜗𝜚˚⋆ :
can you not..?
2026-06-26 20:26:47
23
izzyviavt
Izzy :
i don't need a reminder ... *sobb*
2026-06-26 12:56:14
54
brodymiles24
brodymiles24 :
2026-06-26 17:35:48
10
keylicastillo31
🧸 Keyli 🧸 :
2026-07-19 01:46:05
10
_secret.spam44
spam.acc :
So why did you tell me this.
2026-07-30 07:38:58
4
myusuallipstick
Daeja Ruacho :
Um that literally never happened, idk what you’re talking about
2026-08-13 03:44:00
4
whitegrapebongwater
saki so 🌙🕯️🔮 :
it’s so jarring to see his bones 😭😭😭😭😭😭😭
2026-07-29 08:28:17
2
literallydaryldixon20
🌜AIT :
Imma need that for the summer
2026-07-03 05:02:57
4
kalea.mahina
Kalea :
you’re going to jail
2026-08-21 00:46:06
0
shelby_101100
Shelbs✨ :
he lost so much weight but he was still strong enough to lift her up from the ground with the strongest grip while still fighting off 2 fully healthy doctors and haymitch 😭😭
2026-11-05 12:58:44
0
zoharholzmann
𝒵𝑜𝒽𝒶𝓇 :
Oh..?
2026-07-14 17:28:03
0
To see more videos from user @d1v1n1t.1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.
Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.

About