@antarikshagyan: Kylian Mbappé: एक युगमा एकपटक जन्मिने फुटबल प्रतिभाको कथा #mbappe #fyp #viral #football

Antariksha Gyan Nepal
Antariksha Gyan Nepal
Open In TikTok:
Region: NP
Friday 26 June 2026 13:35:13 GMT
229099
13888
202
447

Music

Download

Comments

thangmiiiiii2052
its__me__Dolakhali __kanxi🌹🫶 :
Mbapape 🫶🇨🇵
2026-06-27 01:21:06
16
rabindra.bista.xe
RABINDRA BISTA XETTRI :
my hero mbappe
2026-06-26 23:25:32
5
kmlgiree
#Black 🖤Boy🖤 :
Only mbapee ❤️🫶💪❤️
2026-06-27 03:45:44
1
dipen__dharane_lingden31
Dipen Dharane lingden :
mbappe💖💖 yo world cup france ko hat ma hai
2026-06-27 03:32:57
0
sthagp
Stha GP :
🌺
2026-06-27 04:58:57
0
ranjan.rai29
Ranjan Rai :
👏👏👏❤️🥰
2026-06-27 02:01:47
1
parshuramshrestha01
parshuramshrestha01 :
2026-06-27 01:51:37
1
rudragurung22
Rudragurung22 :
👍👍👍
2026-06-26 23:43:37
1
purplesubedi
Lila Subedi :
👍👍👍👍
2026-06-26 23:15:15
1
shawgatchris2
✝️✝️🛐✝️✝️❤️ :
j vane Pani vo haina hawa hawa
2026-06-27 04:46:55
0
anjalilama026
Anjali Lama :
2026-06-26 23:22:59
1
sabita.gurung837
Sabita Gurung :
2026-06-27 00:35:15
1
shanti.khatri335
Shanti Khatri :
best up lock raja ambpee 👍👍🙏🙏🙏
2026-06-26 20:07:05
3
bakhat.khatri1
bakhat khatri :
Kahile jitdaina ambapele messi sanga kaile pani
2026-06-26 23:34:34
0
crickethub012
shubas baniya :
love you mbappe
2026-06-27 04:12:10
0
dips8373
दिपु Deeeeeeeepu🙏🇲🇴🇨🇳 :
My idol 🥰
2026-06-26 22:04:43
1
sundarkarki750
sundar karki :
Ronaldo is Ronaldo .
2026-06-27 04:37:24
0
sofia.magar4
1999 :
mero favorite ho mbappe 🥰🥰
2026-06-27 03:56:56
0
tek.hang.teyung
Tek Hang Teyung :
love you m bape
2026-06-27 04:39:11
0
budha.ratna.bohaj
Budha ratna Bohaju :
Mbp
2026-06-27 04:27:37
0
gita.chaudhary127
Gita Chaudhary :
my favourite mbappe
2026-06-27 04:52:50
0
adhikariprakash7
Adhikari Prakash :
my favourite mbappe
2026-06-27 04:07:48
0
chandrapoudel790
chandar poudel :
bichara
2026-06-27 04:31:55
0
To see more videos from user @antarikshagyan, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

pov(2):  ‎ ‎Namun waktu terus berjalan. ‎Dan Heeseung belum datang. ‎ ‎Senyum y/n perlahan hilang. ‎ ‎Jam di dinding terasa bergerak semakin lambat. ‎ ‎Jantungnya mulai tidak tenang. ‎ ‎Sampai tiba-tiba— ‎ ‎ponselnya berdering. ‎ ‎“Heeseung.” ‎ ‎Nama itu muncul jelas di layar. ‎ ‎Y/n buru-buru mengangkatnya. ‎ ‎“Heeseung? Kamu dimana—” ‎ ‎“Gue Ni-ki.” ‎ ‎Suara di seberang sana terdengar panik. ‎ ‎“Heeseung kecelakaan. Kesini cepet, gue shareloc.” ‎ ‎Dunia y/n runtuh dalam satu detik. ‎ ‎~•~•~• ‎ ‎Saat tiba di lokasi, tubuh y/n langsung melemas. ‎ ‎Darah. ‎ ‎Ada darah dimana-mana. ‎ ‎Lampu jalan berkedip samar di tengah hujan gerimis yang baru turun. Mobil yang hancur itu membuat napasnya tercekat. ‎ ‎Dan di sana— ‎ ‎Heeseung tergeletak tidak sadarkan diri. ‎ ‎Pakaian putihnya dipenuhi darah. ‎ ‎“Heeseung…” ‎ ‎Y/n berlari menghampirinya dengan tangan gemetar. ‎ ‎“Heeseung! Bangun… bangun please…” ‎ ‎Tidak ada jawaban. ‎ ‎“KENAPA DIEM?! TELPON AMBULANS CEPET!!” ‎ ‎“Udah…” suara Ni-ki bergetar. “Udah ditelpon…” ‎ ‎Matanya merah menahan tangis. ‎ ‎Beberapa menit kemudian ambulans datang. ‎ ‎Dan sejak detik itu— ‎ ‎hidup y/n tidak pernah sama lagi. ‎ ‎~•~•~• ‎ ‎Rumah sakit terasa terlalu dingin. ‎ ‎Y/n duduk dengan gaun pengantinnya yang kini kotor dan kusut. Makeup di wajahnya sudah hancur karena tangis. ‎ ‎Tangannya terus gemetar. ‎ ‎Dia masih berharap. ‎ ‎Masih percaya Heeseung akan keluar sambil tersenyum lalu berkata semuanya cuma salah paham. ‎ ‎Namun dokter keluar dengan wajah sendu. ‎ ‎“Maaf…” ‎ ‎Satu kata itu menghancurkan semuanya. ‎ ‎“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi pasien kehilangan terlalu banyak darah.” ‎ ‎Y/n membeku. ‎ ‎Seisi dunia mendadak sunyi. ‎ ‎Tidak ada suara. ‎ ‎Tidak ada apa-apa. ‎ ‎Selain rasa sakit yang terlalu besar untuk dijelaskan. ‎ ‎~•~•~• ‎ ‎Hari pemakaman dipenuhi hujan. ‎ ‎Y/n berdiri diam di depan makam sambil memegang mawar merah. ‎ ‎Nama Heeseung tertulis jelas di batu nisan itu. ‎ ‎Dan untuk pertama kalinya, y/n sadar… ‎ ‎Manusia benar-benar bisa kehilangan separuh dirinya. ‎ ‎ ‎Setelah pemakaman selesai, semua orang perlahan pulang. ‎ ‎Langit masih mendung. ‎ ‎Mawar merah yang tadi memenuhi makam Heeseung mulai basah terkena gerimis kecil. ‎ ‎Dan di tengah semuanya— ‎ ‎y/n justru meminta supir untuk membawanya ke gedung pernikahan. ‎ ‎Gedung yang seharusnya hari itu dipenuhi tawa. ‎ ‎Bukan tangis. ‎ lanjut di komen yak>> #pov #enhaypen #heeseung
pov(2): ‎ ‎Namun waktu terus berjalan. ‎Dan Heeseung belum datang. ‎ ‎Senyum y/n perlahan hilang. ‎ ‎Jam di dinding terasa bergerak semakin lambat. ‎ ‎Jantungnya mulai tidak tenang. ‎ ‎Sampai tiba-tiba— ‎ ‎ponselnya berdering. ‎ ‎“Heeseung.” ‎ ‎Nama itu muncul jelas di layar. ‎ ‎Y/n buru-buru mengangkatnya. ‎ ‎“Heeseung? Kamu dimana—” ‎ ‎“Gue Ni-ki.” ‎ ‎Suara di seberang sana terdengar panik. ‎ ‎“Heeseung kecelakaan. Kesini cepet, gue shareloc.” ‎ ‎Dunia y/n runtuh dalam satu detik. ‎ ‎~•~•~• ‎ ‎Saat tiba di lokasi, tubuh y/n langsung melemas. ‎ ‎Darah. ‎ ‎Ada darah dimana-mana. ‎ ‎Lampu jalan berkedip samar di tengah hujan gerimis yang baru turun. Mobil yang hancur itu membuat napasnya tercekat. ‎ ‎Dan di sana— ‎ ‎Heeseung tergeletak tidak sadarkan diri. ‎ ‎Pakaian putihnya dipenuhi darah. ‎ ‎“Heeseung…” ‎ ‎Y/n berlari menghampirinya dengan tangan gemetar. ‎ ‎“Heeseung! Bangun… bangun please…” ‎ ‎Tidak ada jawaban. ‎ ‎“KENAPA DIEM?! TELPON AMBULANS CEPET!!” ‎ ‎“Udah…” suara Ni-ki bergetar. “Udah ditelpon…” ‎ ‎Matanya merah menahan tangis. ‎ ‎Beberapa menit kemudian ambulans datang. ‎ ‎Dan sejak detik itu— ‎ ‎hidup y/n tidak pernah sama lagi. ‎ ‎~•~•~• ‎ ‎Rumah sakit terasa terlalu dingin. ‎ ‎Y/n duduk dengan gaun pengantinnya yang kini kotor dan kusut. Makeup di wajahnya sudah hancur karena tangis. ‎ ‎Tangannya terus gemetar. ‎ ‎Dia masih berharap. ‎ ‎Masih percaya Heeseung akan keluar sambil tersenyum lalu berkata semuanya cuma salah paham. ‎ ‎Namun dokter keluar dengan wajah sendu. ‎ ‎“Maaf…” ‎ ‎Satu kata itu menghancurkan semuanya. ‎ ‎“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi pasien kehilangan terlalu banyak darah.” ‎ ‎Y/n membeku. ‎ ‎Seisi dunia mendadak sunyi. ‎ ‎Tidak ada suara. ‎ ‎Tidak ada apa-apa. ‎ ‎Selain rasa sakit yang terlalu besar untuk dijelaskan. ‎ ‎~•~•~• ‎ ‎Hari pemakaman dipenuhi hujan. ‎ ‎Y/n berdiri diam di depan makam sambil memegang mawar merah. ‎ ‎Nama Heeseung tertulis jelas di batu nisan itu. ‎ ‎Dan untuk pertama kalinya, y/n sadar… ‎ ‎Manusia benar-benar bisa kehilangan separuh dirinya. ‎ ‎ ‎Setelah pemakaman selesai, semua orang perlahan pulang. ‎ ‎Langit masih mendung. ‎ ‎Mawar merah yang tadi memenuhi makam Heeseung mulai basah terkena gerimis kecil. ‎ ‎Dan di tengah semuanya— ‎ ‎y/n justru meminta supir untuk membawanya ke gedung pernikahan. ‎ ‎Gedung yang seharusnya hari itu dipenuhi tawa. ‎ ‎Bukan tangis. ‎ lanjut di komen yak>> #pov #enhaypen #heeseung

About