@bigbrotherfate: think, while you still can. #animalfarm #georgeorwell #politicstiktok #philosophy #1984 #bigbrotheredit

Big Brother
Big Brother
Open In TikTok:
Region: MY
Friday 26 June 2026 17:08:07 GMT
113843
3538
72
169

Music

Download

Comments

lookatu992
Idk :
I thought u were AI?!
2026-06-28 02:51:32
239
wsc.daniel11
𝘥𝘢𝘯𝘪𝘦𝘭 :
His name IS Big Brother. He IS the slop. If anyone has ever read 1984 this is the time to step uo
2026-06-28 18:11:06
3
zl.ivanovvv
zl.ivanovvv :
Why is the vinted video removed
2026-06-26 20:25:14
68
justaguywhosbroke
🇸🇻Josh🇸🇻 :
George Orwell is a great author
2026-06-29 01:10:24
5
didi_zlieri_nika
🇬🇪NIKA(K)🇬🇪 :
are you an anarchist??
2026-06-26 17:17:53
3
alexspam645
🫣𝕃𝕖𝕩 𝕪𝕠𝕟🫣 :
I had to read this in ELA this year it was a good story!!
2026-06-27 22:30:57
0
user31355295348150
babo :
I'm not quite there yet, I'm starting to understand it
2026-06-26 18:22:30
5
archon1187s
•|archon|• :
your videos have been taken down a few times or idk I've seen this video but when I liked it says it doesn't exist anymore and I couldn't comment neither
2026-06-26 17:51:43
5
nemoextra
NEMO :
you're real
2026-07-01 12:22:23
0
_tynker
Tynker :
you are getting shadow banned my man
2026-06-27 00:32:00
26
fluffypancakeoverload
fluffypancakeoverload🪽 :
Brother make a back up account
2026-06-27 07:46:16
17
llamelnegro
ElNegro :
"You want to imagine future Winston?"
2026-07-01 20:54:18
2
lilbugalt
lilbug-alt :
Animal farm.
2026-06-28 02:34:33
0
palantirtothemoon
Proud karpathian :
He got shadow bannedd
2026-06-26 22:10:57
7
blueyakisoba2
blueyakisoba :
hey your video about secretly selling in description got deleted
2026-06-26 22:47:22
3
xyroxx_xd
xyroxx :
2026-06-26 22:57:06
0
winner_red
Red :
This allegory book was tuff
2026-07-01 18:30:38
1
workshophologram_
Monxterz :
politics r controlling us
2026-06-28 06:00:33
2
q_bhk
qbhk 🐟 :
The goat posted
2026-06-26 17:13:21
1
To see more videos from user @bigbrotherfate, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About