@_goldchloe: how i feel coming to my friends class to pick them up #trend #xyzbca #fyp #school #tiktokideas @hannah 🌝

chloe 🫶🏽
chloe 🫶🏽
Open In TikTok:
Region: GB
Friday 26 June 2026 22:00:05 GMT
283679
22859
103
3804

Music

Download

Comments

mr.j4b
Urboy⛄️ :
You can pick me up 👀👀
2026-08-21 12:10:54
2
amysprivate49
amy 😜 :
i gyatt something in my eye
2026-06-26 22:11:20
682
derlouis_tt
derlouis_tt :
Sorry can‘t relate
2026-08-21 14:56:01
0
benignvoya
thevoya :
tight
2026-08-21 00:31:37
13
wotdeefok
Kyle🏴󠁧󠁢󠁳󠁣󠁴󠁿 :
how i feel when am coming to take u out on a date
2026-08-19 23:37:14
12
josh_09editzs
josh.09 :
Cameraman needs a raise
2026-08-20 18:55:26
13
_atheg_
Atheg :
A
2026-08-21 05:56:45
0
szokapic
Szokapic :
2026-08-21 14:51:34
0
biged6388
BigEd :
2026-08-20 02:22:57
6
jazzter73
Jazzter :
they learn early
2026-08-20 16:59:10
5
jckf_oxf
Jack :
What an informative video
2026-08-20 17:10:42
2
.nan0ok
￴ :
2026-08-21 11:17:42
0
ellis00321
yourmumontoast :
some ass tha
2026-08-19 21:42:39
5
michuvrfs2
Michu :
That’s a perfect uhh gyat like Daym how
2026-08-20 00:09:40
5
To see more videos from user @_goldchloe, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

SURAT RAHASIA RISMA UNTUK TUHAN Risma tidak menulis surat untuk viral. Risma menulis surat karena hanya Tuhan yang masih ia percaya mau mendengarkan. Di sebuah tenda pengungsian yang pengap di NTT, di antara terpal yang bocor dan tanah yang masih basah oleh hujan dan air mata, seorang anak 11 tahun merobek buku tulisnya yang sudah kotor oleh debu gempa. Ia tidak menulis
SURAT RAHASIA RISMA UNTUK TUHAN Risma tidak menulis surat untuk viral. Risma menulis surat karena hanya Tuhan yang masih ia percaya mau mendengarkan. Di sebuah tenda pengungsian yang pengap di NTT, di antara terpal yang bocor dan tanah yang masih basah oleh hujan dan air mata, seorang anak 11 tahun merobek buku tulisnya yang sudah kotor oleh debu gempa. Ia tidak menulis "Bunda aku sayang Bunda". Ia tidak menulis cita-cita ingin jadi dokter atau polwan. Ia menulis dengan ejaan yang masih belepotan, dengan huruf yang gemetar, dengan hati yang sudah terlalu dewasa untuk umurnya: "Ya Allah semoga kampung kami tidak terjadi kayak Aceh semoga tidak terjadi ya Allah kami ini banyak yang susah dan banyak yang miskin semoga yang saya doa dan tulis ini di baca Allah semoga terkabulkan ya Allah." Itu saja. Tidak ada yang meminta mainan baru. Tidak ada yang meminta rumah mewah. Anak sekecil itu, yang seharusnya masih takut gelap, justru takut kampungnya menjadi seperti Aceh. Ia tahu apa itu Aceh, dari cerita orang tua. Ia tahu betapa hancurnya. Dan ia tidak mau kampungnya hancur lagi. Risma menyebut dirinya susah. Miskin. Ya Allah, Nak... di umur 11 tahun kau sudah tahu kau miskin. Di umur 11 tahun kau sudah tahu bahwa gempa itu lebih kejam kepada orang miskin. Kau tidak minta kaya, Risma. Kau hanya minta jangan terjadi lagi. Jangan ambil lagi. Dan di akhir suratmu, kau gambar wajah sedih dengan air mata dua titik. Sesederhana itulah caramu menjelaskan rasa sakit yang bahkan orang dewasa tidak mampu menjelaskan. Lalu Risma pulang. Bukan pulang ke rumah, karena rumahnya sudah tidak ada. Risma pulang kepada Pemilik surat itu. Ia meninggal di tenda. Di pangkuan ayahnya. Ayah yang tangannya sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi, selain menahan mulut anaknya yang ia cintai, agar tetap hangat. Menahan tangisnya sendiri, agar Risma tidak takut. Risma pergi dengan suratnya yang belum sempat dilipat rapi. Surat yang ia kira rahasia, ternyata dibaca oleh satu Indonesia, dan menyayat satu Indonesia. Risma... Doamu terkabul, Nak. Tuhan sudah baca suratmu, makanya Tuhan peluk kamu duluan, sebelum dingin tenda itu semakin menusukmu. Tuhan tidak tega melihat anak sekecil kamu harus menahan lapar, dingin, dan takut gempa susulan lagi. Sekarang tidurlah yang nyenyak, Risma. Di tempatmu yang baru, tidak ada lagi gempa. Tidak ada lagi tenda bocor. Tidak ada lagi kata "susah dan miskin" yang harus kau tulis sambil menangis. Tugasmu sudah selesai. Biarlah kami yang melanjutkan doamu itu. Ya Allah, jangan biarkan ada Risma-Risma lain lagi yang harus menulis surat seperti itu hanya untuk bisa bertahan hidup.

About